Roket SpaceX Diperkirakan Akan Tabrak Bulan pada 5 Agustus Mendatang
Para peneliti astronomi memprediksikan bahwa roket Falcon 9 milik SpaceX yang diluncurkan pada permulaan tahun 2025 akan bertabrakan dengan satelit alami
Tabrakan Roket SpaceX dengan Bulan Ditandai pada 5 Agustus 2026
Lenterafakta.com – Para peneliti astronomi memprediksikan bahwa roket Falcon 9 milik SpaceX yang diluncurkan pada permulaan tahun 2025 akan bertabrakan dengan satelit alami Bumi. Peristiwa langka ini dijadwalkan terjadi pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, saat musim panas di belahan bumi utara berakhir.
Bill Gray, seorang pakar pelacakan objek antariksa, menjelaskan bahwa benturan akan terjadi pada pukul 02.44 waktu setempat di sisi luar bulan. Roket setinggi 13,8 meter atau 45 kaki tersebut diperkirakan akan menghantam permukaan bulan dalam kondisi utuh. Hal ini dimungkinkan karena bulan tidak memiliki atmosfer yang dapat menghambat perjalanan benda langit.
Detail Benturan dan Lokasi Terbaik Pengamatan
Menurut Gray, roket ini akan melaju dengan kecepatan mencapai 2,43 kilometer per detik atau setara dengan 8.700 kilometer per jam. Angka tersebut kira-kira tujuh kali lebih cepat dari kecepatan suara. Benturan diperkirakan akan terjadi di atau sekitar Kawah Einstein, menciptakan kawah kecil dengan diameter hampir 90 kaki (27 meter) dan kedalaman sekitar 16 kaki (5 meter).
“Benda itu beberapa kali melintas dekat bulan dan bumi, tetapi tidak pernah cukup dekat hingga berpotensi menimbulkan tumbukan. Survei-survei asteroid terus mengamatinya setiap kali posisinya tidak terlalu dekat dengan Matahari atau Bulan sehingga masih dapat terlihat. Hingga 26 Februari 2026, kami telah mengumpulkan 1.053 data pengamatan terhadap benda tersebut,” kata Gray, dikutip dari Arstechnica pada Rabu, (29/4/2026).
Prediksi tabrakan ini akan terjadi di bagian tepi barat bulan yang sedang disinari Matahari. Karena peristiwa berlangsung pada dini hari, wilayah timur Amerika Serikat dan Kanada, serta sebagian besar benua Amerika Selatan, diprediksi menjadi lokasi ideal untuk menyaksikan fenomena ini.
Sejarah dan Konteks Benturan
Ini akan menjadi roket tidak berfungsi kedua yang diketahui menghantam bulan secara tidak sengaja. Sebelumnya, pada tahun 2022, sebuah bagian roket milik China juga menabrak sisi jauh bulan dan meninggalkan sepasang kawah baru. Berbeda dengan kejadian tersebut, tabrakan kali ini akan terjadi di sisi dekat bulan yang menghadap ke Bumi.
Sebenarnya, SpaceX tidak memiliki niat untuk menabrakkan roketnya ke bulan. Namun, para ahli antariksa menilai kecelakaan ini seharusnya bisa dicegah jika tahap atas roket tersebut diarahkan ke orbit mengelilingi matahari setelah menyelesaikan misinya.
“Ruang di atas sana semakin sesak,” ujar Gray.
Observasi dan Dampak Benturan
Gray berencana mengamati dampak tabrakan itu dari New Brunswick, Kanada. Kilatan akibat tumbukan yang berlangsung kurang dari satu detik kemungkinan akan terlalu redup untuk dapat dilihat mata telanjang. Namun, semburan material yang terlontar dapat membentang hingga beberapa mil ke luar angkasa dan tetap terlihat melalui teleskop selama puluhan menit.
“Gravitasi di Bulan rendah dan tidak ada angin yang menghamburkan debu,” kata Benjamin Fernando dari Laboratorium Nasional Los Alamos, dikutip dari AP News, Sabtu (1/8/2026).
Fernando mendorong para pengamat, baik profesional maupun amatir, untuk ikut mengamati peristiwa tersebut. Ia menambahkan bahwa sebagian alasan mereka tertarik pada peristiwa ini adalah untuk mengetahui seberapa besar bahaya yang ditimbulkan oleh puing-puing hasil tumbukan bagi para astronaut di masa depan.
Lunar Reconnaissance Orbiter milik NASA dan wahana pengorbit bulan Danuri milik Korea Selatan akan mengambil gambar lokasi tumbukan sebelum dan sesudah peristiwa tersebut. Menurut Fernando dan timnya, Danuri akan melintas hanya sekitar satu hingga dua mil dari roket SpaceX sekitar dua menit sebelum tumbukan terjadi.
Sejauh ini, kawah yang ada di bulan karena meteoroid dan benda-benda alami yang bisa menghantam kapan saja. Sehingga tabrakan benda buatan manusia yang akan segera terjadi ini, menjadi sejarah baru. Dalam era Apollo, NASA sengaja menjatuhkan bagian-bagian roket dan modul bulan ke permukaan Bulan.
Perlu dicatat bahwa banyak wahana antariksa hancur saat mendekati permukaan bulan. Blue Ghost milik Firefly Aerospace menjadi wahana antariksa swasta pertama yang berhasil melakukan pendaratan di Bulan dengan sukses sepenuhnya. Sementara itu, pendarat milik perusahaan Jepang ispace mengalami kecelakaan dan hancur.
