Robert Budi Hartono Resmi Jadi Pengendali Tunggal BCA, Ini Profil Singkatnya
Setelah wafatnya sang kakak, Robert Budi Hartono Resmi Jadi Pengendali Tunggal PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Perubahan ini menandai era baru bagi bank
Robert Budi Hartono Resmi Jadi Pengendali Tunggal BCA
Lenterafakta.com – Setelah wafatnya sang kakak, Robert Budi Hartono Resmi Jadi Pengendali Tunggal PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Perubahan ini menandai era baru bagi bank swasta terbesar di Indonesia yang telah berdiri sejak 1967. Sebelumnya, posisi sebagai salah satu pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) dipegang oleh Bambang Hartono. Perusahaan induk inilah yang mengendalikan BCA selama beberapa dekade.
Perubahan status pengendalian telah resmi dicatat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Surat dengan Nomor SR 21/PB.333/2026 yang diterbitkan pada 29 Juli 2026 menjadi dasar legal perubahan tersebut. BCA sendiri menerima dokumen resmi ini sehari kemudian, tepatnya pada 30 Juli 2026. Proses ini menunjukkan transparansi penuh dalam tata kelola perusahaan.
“Dengan perubahan di tingkat perusahaan induk tersebut, Robert resmi menjadi Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) BCA secara tunggal,” jelas Rudy Budiardjo, Corporate Secretary BCA. Penjelasan ini disampaikan melalui Kompas.com pada Senin, 3 Agustus 2026.
Rudy Budiardjo juga menegaskan bahwa porsi kepemilikan saham Robert di PT DIA tidak berubah. Ia masih memegang 51 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh di perusahaan tersebut. Hal ini memastikan stabilitas dalam kepemimpinan bank selama transisi.
Profil Kekayaan dan Portofolio Bisnis
Robert tercatat sebagai salah satu individu terkaya di Indonesia. Asetnya tersebar di berbagai sektor bisnis, termasuk perbankan, tembakau, teknologi, dan properti. Berdasarkan data Real Time Net Worth Forbes yang dirilis pada 2 Agustus 2026, kekayaan bersih Robert mencapai 15,7 miliar dollar AS. Dengan asumsi kurs Rp 17.992 per dollar AS, nilai tersebut setara dengan Rp 282,4 triliun.
Peringkat Robert di kancah global menurut Forbes berada di posisi ke-184. Sebagian besar akumulasi kekayaannya berasal dari investasi jangka panjang di BCA. Namun, sumber pendapatan keluarga Hartono tidak hanya terbatas pada perbankan. Keluarga Hartono juga dikenal sebagai pemilik Djarum, produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.
Selain itu, mereka memiliki perusahaan elektronik Polytron, sejumlah aset properti di Jakarta, serta saham di perusahaan gim Razer. Pada tahun 2022, Robert bersama kakaknya Michael membawa Global Digital Niaga, perusahaan yang menaungi platform e-commerce Blibli, untuk melantai di Bursa Efek Indonesia. Penawaran umum perdana saham atau IPO tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar 510 juta dollar AS atau sekitar Rp 9,17 triliun.
Kalkulasi Kekayaan dan Kepemilikan Saham
Angka kekayaan Robert yang dilansir Forbes merupakan estimasi yang dapat berfluktuasi mengikuti pergerakan nilai aset dan harga saham. Sebagai pembanding, Bloomberg mencatat kekayaan Robert sebesar 19,9 miliar dollar AS atau Rp 358 triliun. Dengan kalkulasi tersebut, Robert menempati peringkat keempat orang terkaya di Indonesia menurut Bloomberg.
Bloomberg juga menyoroti bahwa salah satu sumber kekayaan terbesar Robert berasal dari kepemilikannya di BCA melalui PT Dwimuria Investama Andalan. Secara langsung atas namanya, Robert tercatat memiliki 28,13 juta saham BBCA atau sekitar 0,02 persen. Sementara itu, bersama mendiang kakaknya Michael Bambang Hartono, Robert menjadi pemegang saham BCA melalui PT Dwimuria Investama Andalan. Perusahaan tersebut menguasai 67,72 miliar saham BBCA atau sekitar 54,94 persen saham BCA.
Bloomberg juga mencatat kepemilikan Robert pada sejumlah emiten lain. Di PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli, kepemilikan dilakukan melalui PT Global Investama Andalan dengan jumlah 104 miliar saham atau sekitar 77,7 persen. Robert juga memiliki kepemilikan di PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui PT Sapta Adhikari Investama sebesar 26,76 miliar saham atau 45,29 persen. Selain itu, PT Dwimuria Investama Andalan tercatat memiliki 11,79 miliar saham atau 19,95 persen di Sarana Menara Nusantara.
Bloomberg juga mencatat bahwa sepanjang 2025, saham BBCA mengalami penurunan 13,44 persen secara year-to-date. Penurunan ini mencerminkan dinamika pasar yang mempengaruhi nilai investasi keluarga Hartono.
Frequently Asked Questions
Kapan Robert Budi Hartono resmi menjadi pengendali tunggal BCA? Robert Budi Hartono Resmi Jadi Pengendali Tunggal BCA setelah OJK menerbitkan surat dengan Nomor SR 21/PB.333/2026 pada 29 Juli 2026. BCA menerima dokumen resmi ini sehari kemudian.
Berapa persen kepemilikan saham Robert di PT DIA? Robert masih memegang 51 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh di PT Dwimuria Investama Andalan, perusahaan induk yang mengendalikan BCA.
Berapa kekayaan bersih Robert menurut Forbes? Berdasarkan data Real Time Net Worth Forbes pada 2 Agustus 2026, kekayaan bersih Robert mencapai 15,7 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 282,4 triliun.
Apa saja bisnis utama keluarga Hartono? Keluarga Hartono memiliki Djarum (rokok), Polytron (elektronik), Blibli (e-commerce), serta saham di Razer dan berbagai aset properti di Jakarta.
