Keluarga Korban MH370 Kecewa dengan Putusan Pengadilan China: Kami Ingin Kebenaran, Bukan Kompensasi
Para Keluarga Korban MH370 Kecewa dengan putusan terbaru dari pengadilan Beijing yang dinilai belum menjawab pertanyaan mendasar tentang hilangnya pesawat
Keluarga Korban MH370 Kecewa dengan Putusan Pengadilan China
Lenterafakta.com – Para Keluarga Korban MH370 Kecewa dengan putusan terbaru dari pengadilan Beijing yang dinilai belum menjawab pertanyaan mendasar tentang hilangnya pesawat legendaris tersebut. Dalam sidang yang berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026, para kerabat penumpang Malaysia Airlines menegaskan bahwa tujuan mereka bukanlah sekadar mendapatkan uang kompensasi, melainkan kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada penerbangan yang membawa 227 penumpang dan 12 awak kabin itu.
Hingga saat ini, keluarga korban masih menunggu jawaban jelas mengenai penyebab hilangnya Boeing 777 yang terbang dari Bandara Internasional Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014. Meskipun pencarian terbesar dalam sejarah penerbangan telah dilakukan, bangkai pesawat beserta kotak hitamnya belum berhasil ditemukan, sebagaimana dilaporkan GB News pada 29 Juli 2026. Kekecewaan ini semakin mendalam setelah putusan pengadilan tingkat pertama dinilai hanya berfokus pada besaran kompensasi tanpa mengungkap fakta-fakta penting terkait hilangnya pesawat.
Sidang di Beijing: Fokus pada Kompensasi, Bukan Kebenaran
Para kerabat penumpang menghadiri sidang di Pengadilan Beijing untuk kembali menuntut kejelasan mengenai kasus yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. Sidang tersebut berlangsung setelah pengadilan pada Desember tahun lalu memutuskan Malaysia Airlines harus membayar kompensasi sebesar 2,9 juta yuan atau sekitar Rp 7,75 miliar kepada delapan keluarga penumpang asal China. Namun, bagi para keluarga korban, angka tersebut terasa sangat kecil mengingat durasi pencarian yang telah berlangsung lama.
Li Eryou, seorang ayah berusia 69 tahun yang kehilangan putranya dalam penerbangan MH370, mengungkapkan kekecewaannya terhadap putusan pengadilan. Menurutnya, para hakim hanya berfokus pada besaran kompensasi tanpa mengungkap fakta-fakta penting terkait hilangnya pesawat. Li juga menyoroti belum adanya permintaan maaf kepada keluarga korban selama hampir 12 tahun sejak tragedi itu terjadi.
“Ketika saya menerima putusan dan membaca keputusan pengadilan tingkat pertama, pikiran pertama saya adalah bahwa pengadilan telah menghina keluarga para penumpang, bahwa pengadilan telah mengejek kami,” kata Li, sebagaimana dilansir dari CNA.
“Dalam 12 tahun, tidak seorang pun pernah meminta maaf kepada kami. Saya merasa sangat marah,” ujarnya.
Li menambahkan bahwa meskipun ini adalah kasus internasional, hakim tingkat pertama memperlakukannya seolah-olah itu hanyalah kecelakaan lalu lintas lokal biasa. Itulah sebabnya menurutnya jumlah kompensasinya sangat kecil. Kekecewaan yang sama juga disampaikan oleh Jiang Hui, yang ibunya berada di dalam pesawat nahas tersebut.
Jiang Hui: Yang Kami Inginkan Adalah Fakta
Kekecewaan serupa disampaikan oleh Jiang Hui, yang ibunya berada di dalam pesawat nahas tersebut. Menurutnya, pengadilan belum menetapkan fakta-fakta penting dalam perkara tersebut. Jiang mengatakan putusan pengadilan hanya membahas besaran kompensasi, padahal hal itu bukanlah yang paling diinginkan keluarga korban. Bagi mereka, yang terpenting adalah terungkapnya fakta tentang apa yang sebenarnya terjadi pada penerbangan MH370.
“Yang terpenting bagi kami adalah terungkapnya fakta. Itulah tuntutan terbesar kami,” ujarnya.
Pemerintah Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Malaysia bulan lalu mengumumkan akan melanjutkan pencarian MH370 selama satu tahun lagi. Jiang Hui menyambut baik keputusan tersebut dan berharap pencarian dapat memberikan jawaban yang selama ini dinantikan keluarga korban. Pemerintah Malaysia kembali menunjuk perusahaan eksplorasi laut dalam Ocean Infinity untuk melanjutkan pencarian di area seluas sekitar 15.000 kilometer persegi hingga 2027. Perusahaan tersebut akan menerima pembayaran sebesar 70 juta dollar AS apabila berhasil menemukan bangkai pesawat.
Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengatakan keputusan melanjutkan pencarian merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban. Keputusan ini merupakan manifestasi dari komitmen Pemerintah yang berkelanjutan dan teguh untuk memberikan kepastian bagi keluarga terdekat para penumpang penerbangan MH370.
Sebelumnya, operasi pencarian gabungan yang melibatkan Malaysia, Australia, dan China dihentikan pada 2017 dengan ketentuan akan dilanjutkan jika ditemukan bukti baru yang kredibel mengenai lokasi pesawat. Hingga kini, penyebab hilangnya MH370 masih menjadi misteri. Berbagai teori bermunculan, mulai dari hipoksia akibat dekompresi kabin hingga dugaan pembajakan. Namun, belum ada bukti yang cukup untuk memastikan penyebab pasti hilangnya pesawat tersebut.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Putusan Pengadilan MH370
Apa yang menjadi alasan utama kekecewaan keluarga korban MH370? Keluarga korban kecewa karena putusan pengadilan Beijing dinilai hanya berfokus pada besaran kompensasi tanpa mengungkap fakta-fakta penting terkait hilangnya pesawat. Mereka menginginkan kebenaran, bukan sekadar uang.
Berapa jumlah kompensasi yang diberikan oleh pengadilan? Pengadilan memutuskan Malaysia Airlines harus membayar kompensasi sebesar 2,9 juta yuan atau sekitar Rp 7,75 miliar kepada delapan keluarga penumpang asal China.
Kapan pencarian MH370 akan berakhir? Pemerintah Malaysia telah mengumumkan akan melanjutkan pencarian MH370 selama satu tahun lagi hingga 2027 melalui perusahaan Ocean Infinity.
Apakah ada permintaan maaf dari pihak terkait? Menurut Li Eryou, selama hampir 12 tahun sejak tragedi itu terjadi, tidak seorang pun pernah meminta maaf kepada keluarga korban.
