112 Jenazah Ditemukan dari Reruntuhan Gaza, Keluarga Menanti Hampir 3 Tahun, Kini Bisa Dimakamkan
Keluarga Abu Shreia dan al-Hassaina akhirnya bisa memakamkan 112 anggota mereka yang tertimbun reruntuhan di Sabra, Kota Gaza. Pemakaman massal ini
112 Jenazah Ditemukan dari Reruntuhan Gaza
Lenterafakta.com – Keluarga Abu Shreia dan al-Hassaina akhirnya bisa memakamkan 112 anggota mereka yang tertimbun reruntuhan di Sabra, Kota Gaza. Pemakaman massal ini berlangsung pada hari Selasa setelah hampir tiga tahun penantian. Ribuan warga hadir mengiringi jenazah-jenazah yang ditemukan dari balik puing-puing bangunan hancur akibat serangan udara Israel pada November 2023. Lara Abu Shreia, perempuan berusia 39 tahun, tidak bisa tidur malam Senin (3/8/2026). Ia mengingat perpisahan terakhir dengan orang-orang tercinta yang telah meninggal hampir tiga tahun silam.
Perpisahan yang Tertunda
Setiap kali mencoba memejamkan mata, Lara kembali melihat wajah-wajah orang-orang yang ia cintai. Ia kemudian membuka ponselnya dan menelusuri foto-foto lama sebagai persiapan menghadapi momen perpisahan terakhir. Ketika kantong-kantong putih berisi jenazah tiba di lokasi pemakaman, Lara berdiri sambil menangis. “Hari ini rasanya seperti hari pertama saya kehilangan mereka,” kata Lara, dikutip dari Al Jazeera pada Selasa (4/8/2026).
Prosesi pemakaman memaksanya kembali menghadapi kenyataan pahit bahwa hampir seluruh anggota keluarganya telah meninggal dunia. Serangan pada 22 November 2023 menghantam kompleks tempat tinggal keluarganya di Sabra dan menewaskan 14 kerabat terdekat Lara. Korban tewas mencakup ibunya, Nawal, delapan saudara kandung, serta sejumlah keponakan. “Keluarga saya lenyap hampir dalam sekejap,” ujarnya.
Ketika Serangan Menerjang
Lara, suami, dan lima anaknya sedang mengungsi ke Gaza selatan ketika serangan terjadi, sedangkan anggota keluarga lainnya memilih tetap tinggal di rumah. Kecemasan terus menghantuinya selama berada di pengungsian karena ia merasa keluarganya dapat mengalami sesuatu yang buruk. Komunikasi hanya dapat dilakukan melalui panggilan singkat dengan salah satu saudara perempuannya di tengah buruknya jaringan telekomunikasi.
Lara kemudian melihat laporan berita mengenai serangan di Sabra, tetapi seluruh panggilan dan pesannya tidak mendapat jawaban. Suaminya akhirnya menerima kabar bahwa bangunan tempat tinggal keluarga mereka telah dihantam bom dan semua penghuninya tertimbun reruntuhan. Lara terus mencari orang yang dapat mendatangi lokasi, menolong korban, atau memastikan kemungkinan adanya anggota keluarga yang masih hidup. Pikiran mengenai keluarganya yang terluka atau kehabisan napas di bawah reruntuhan membuatnya hampir kehilangan kendali.
Pencarian yang Berlangsung Lama
Lara baru dapat kembali ke Sabra pada Januari 2025 dan langsung mendatangi lokasi serangan dengan harapan masih menemukan seseorang. Harapan tersebut pupus ketika ia hanya melihat puing dan kehancuran akibat perang di Gaza. Beberapa pekan sebelum pemakaman, tim Pertahanan Sipil Palestina mulai mengevakuasi jenazah dari rumah-rumah yang hancur di Sabra melalui operasi panjang dan rumit.
Sebanyak 112 jenazah ditemukan dari total 153 orang yang dilaporkan hilang. Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, memperkirakan lebih dari 8.000 jenazah masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan di berbagai wilayah Gaza. Proses pencarian menghadapi kendala besar akibat luasnya kehancuran dan keterbatasan alat berat. Sebagian korban juga diperkirakan sulit ditemukan atau diidentifikasi karena tubuh mereka hancur dan tercerai-berai.
“Saya ingin melihat, meskipun hanya sepotong tulang,” kata Lara.
Lara tetap mendatangi lokasi evakuasi meskipun kerabatnya khawatir ia tidak sanggup melihat proses tersebut. Kerabat Lara, Ali Abu Shreia, juga kehilangan dua saudara laki-laki beserta istri dan anak-anak mereka dalam serangan yang sama. Ali menggambarkan para korban sebagai warga biasa yang bekerja sebagai pedagang, pemilik usaha, dan anggota aktif masyarakat. Menurut Ali, tujuh keluarga telah terhapus dari catatan sipil akibat serangan tersebut.
Penantian yang Berakhir
Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana duka ketika para pria, warga lanjut usia, dan anak-anak mengiringi jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir. Perempuan-perempuan di balkon rumah sekitar menaburkan bunga sambil menangis dan mengucapkan selamat tinggal. Pemakaman itu mengakhiri penantian panjang Lara, tetapi tidak memberikan kelegaan sepenuhnya.
“Saya ingin memeluk kantong jenazah itu. Saya ingin memeluk apa pun yang tersisa dari mereka,” ujar Lara.
FAQ: Informasi Penting
Berapa jumlah jenazah yang ditemukan? Sebanyak 112 jenazah ditemukan dari total 153 orang yang dilaporkan hilang dalam serangan November 2023.
Kapan serangan terjadi? Serangan menghantam kompleks tempat tinggal keluarga di Sabra pada 22 November 2023.
Berapa lama keluarga menunggu? Keluarga telah menunggu hampir tiga tahun sebelum jenazah-jenazah tersebut ditemukan dan dimakamkan.
Di mana pemakaman berlangsung? Pemakaman massal berlangsung di kawasan Sabra, Kota Gaza, pada hari Selasa.
Berapa estimasi jenazah yang masih tertimbun? Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, memperkirakan lebih dari 8.000 jenazah masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan di berbagai wilayah Gaza.
