Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 2 Hari ke Depan, Ini Wilayahnya

Susan Jones - lenterafakta.com 3 mins read

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Potensi hujan dengan intensitas

BMKG Mengingatkan Masyarakat: Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam Dua Hari ke Depan

Lenterafakta.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang, diprediksi akan melanda beberapa wilayah di Indonesia pada Kamis dan Jumat (6-7/8/2026).

Peringatan ini dirilis di tengah kondisi sebagian besar wilayah Indonesia yang masih mengalami musim kemarau. Berdasarkan data resmi BMKG yang diumumkan pada Selasa (4/8/2026), kekeringan yang dimulai sejak awal Agustus 2026 diperkirakan akan terus berlanjut dan bahkan meluas ke wilayah lain.

Data Hari Tanpa Hujan (HTH)

Hasil pemantauan pada Dasarian III Juli 2026 mencatat adanya 1.657 titik pengamatan yang mengalami HTH Sangat Panjang dengan durasi antara 31 hingga 60 hari. Tidak hanya itu, sebanyak 306 titik lainnya tercatat mengalami HTH Ekstrem Panjang yang berlangsung lebih dari 60 hari.

Kondisi HTH sangat panjang hingga ekstrem ini terutama terpusat di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, bagian selatan Sumatera, bagian selatan Kalimantan, Maluku Utara, serta sebagian wilayah Sulawesi.

Potensi Hujan Lokal di Tengah Kemarau

Meskipun musim kemarau masih mendominasi, BMKG menegaskan bahwa hujan lebat secara lokal masih memiliki peluang terjadi di berbagai tempat. Sebagai contoh, pada rentang waktu 30 Juli hingga 2 Agustus 2026, Aceh mencatat hujan lebat hingga sangat lebat dengan curah hujan mencapai 164,3 milimeter per hari.

Wilayah lain yang juga mencatat curah hujan tinggi meliputi Sumatera Utara sebesar 144 mm per hari, Sumatera Barat 102,5 mm per hari, Kepulauan Riau 97 mm per hari, serta Kalimantan Utara 59 mm per hari.

Faktor pemicu hujan ini antara lain aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial, ditambah anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif yang menandakan peningkatan tutupan awan di wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah. Selain itu, aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial yang melewati sebagian Sumatera dan perairannya juga mendukung pertumbuhan awan hujan.

Sirkulasi siklonik yang berada di Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu juga berpotensi menciptakan daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera Barat hingga Bengkulu, serta di sekitar pusat sirkulasi tersebut.

Peringatan Angin Kencang dan Gelombang Laut

Kecepatan angin permukaan yang melebihi 25 knot diprediksi masih akan terjadi di sejumlah wilayah perairan dalam beberapa hari mendatang. Situasi ini berpotensi menaikkan tinggi gelombang laut, sehingga perlu menjadi perhatian bagi pelaku pelayaran maupun masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

Wilayah yang Perlu Diwaspadai

Berdasarkan peringatan dini BMKG, berikut adalah wilayah-wilayah yang masuk kategori waspada:

1. Wilayah berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat:

2. Wilayah berpotensi angin kencang:

Imbauan untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak musim kemarau yang kini semakin meluas di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut dapat memicu cuaca panas dan udara yang lebih kering.

Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan pelindung seperti tabir surya guna mengurangi paparan sinar matahari secara langsung. Kecukupan cairan tubuh juga perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan.

Di tengah kondisi kering yang semakin menguat, masyarakat bersama pemerintah daerah diimbau menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BMKG juga meminta masyarakat tidak membakar sampah maupun membuka lahan secara sembarangan, khususnya di wilayah yang rentan terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan kawasan hutan.

Apabila menemukan indikasi titik api (hotspot), masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait. Kewaspadaan terhadap karhutla perlu ditingkatkan karena periode tanpa hujan yang berlangsung panjang dapat mengurangi ketersediaan air sekaligus membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu mengantisipasi potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang, terutama di wilayah yang masih dipengaruhi fenomena atmosfer pemicu cuaca signifikan.

Frequently Asked Questions

What is BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin?

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin matter?

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion