Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

WMO Peringatkan El Nino Kuat Mengintai hingga Oktober, Ini Wilayah Terancam

Jennifer Thomas - lenterafakta.com 4 mins read

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyampaikan peringatan bahwa fenomena iklim El Niño diperkirakan akan terus memperkuat diri hingga memasuki fase kuat pada

El Niño Kuat Diprediksi Menguat Hingga Oktober 2026, WMO Serukan Kesiapsiagaan Global

Lenterafakta.com – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyampaikan peringatan bahwa fenomena iklim El Niño diperkirakan akan terus memperkuat diri hingga memasuki fase kuat pada rentang waktu Agustus sampai Oktober 2026. Situasi ini semakin diperburuk oleh kehadiran fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) dalam kondisi positif, bersamaan dengan suhu permukaan laut di wilayah Atlantik Tropis yang tercatat lebih hangat dibandingkan rata-rata historis. Kombinasi berbagai fenomena iklim global tersebut memiliki potensi besar untuk memicu bencana ekstrem, mulai dari kekeringan panjang, banjir bandang, hingga peningkatan signifikan risiko kebakaran hutan dan lahan di berbagai kawasan dunia, terutama di sekitar Samudra Hindia.

Berdasarkan data yang dilansir dari situs resmi WMO pada tanggal 31 Juli 2026, hasil prakiraan menggunakan metode ensemble dari berbagai pusat prediksi terkemuka di dunia menunjukkan bahwa anomali suhu permukaan laut rata-rata musiman di kawasan pemantauan utama Samudra Pasifik ekuatorial diproyeksikan melonjak melewati angka 2,9 derajat Celsius.

Peringatan Ketat dari Sekjen PBB

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, menyampaikan peringatan keras mengenai eskalasi El Niño kuat yang terjadi di tengah krisis pemanasan global yang dipicu oleh konsumsi bahan bakar fosil secara masif. Ia menegaskan:

“El Nino tidak lagi sekadar di depan pintu, ia sudah berada di dalam rumah dan menaikkan suhunya. Dan ini baru sekadar pemanasan. El Nino kian menguat, menambah bahan bakar pada planet yang sudah membara dengan kubah panas menyengat, kebakaran hutan dahsyat, dan rekor suhu laut yang panas,” ujar António Guterres.

Guterres menekankan urgensi penghentian ekspansi penggunaan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas guna mencegah dampak iklim yang lebih fatal di masa depan. Ia menambahkan bahwa bahan bakar fosil menjadi pendorong utama krisis ini, dan penambahan kapasitas baru akan mengarah pada masa depan yang lebih rentan terhadap bencana.

Kesiapsiagaan Manusia Kunci Mitigasi Bencana

Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, menegaskan bahwa meskipun prediksi iklim El Niño telah mencapai tingkat akurasi tinggi, peran manusia tetap menjadi faktor penentu dalam meminimalkan risiko bencana alam. Ia menjelaskan bahwa El Niño merupakan salah satu fenomena iklim yang paling intensif dipantau di seluruh dunia, namun prakiraan saja tidak cukup untuk mencegah bahaya.

“El Nino adalah salah satu fenomena iklim yang paling ketat dipantau di dunia. Namun prakiraan itu sendiri tidak mencegah bahaya, manusialah yang melakukannya. El Nino yang berkembang di tengah rekor panas lautan dan kenaikan suhu yang belum pernah terjadi sebelumnya ini memberikan jendela kesempatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengantisipasi risiko dan bertindak sebelum dampaknya terjadi,” kata Celeste Saulo.

Saulo juga menambahkan bahwa keputusan yang diambil hari ini akan menentukan tingkat dampak yang akan dirasakan di masa depan. WMO bersama seluruh anggotanya berkomitmen memastikan informasi iklim yang kredibel dan relevan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Proyeksi Iklim Global Agustus-Oktober 2026

WMO mengklasifikasikan fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) ke dalam kategori lemah, sedang, kuat, hingga sangat kuat. Perlu dicatat bahwa istilah “Super El Niño” tidak termasuk dalam sistem klasifikasi operasional resmi WMO. Fenomena El Niño umumnya muncul setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan berlangsung selama 9 hingga 12 bulan, dengan puncak aktivitas biasanya terjadi pada periode November hingga Februari.

Peta Global Seasonal Climate Update dari WMO menyajikan proyeksi perubahan iklim global untuk periode Agustus-Oktober 2026 dengan beberapa poin penting:

Ada kemungkinan sangat tinggi terjadinya suhu di atas rata-rata atau kondisi lebih panas di sebagian besar wilayah daratan dunia. Sinyal gelombang panas dan kenaikan suhu paling kuat terdeteksi di berbagai kawasan strategis. Sementara itu, pola curah hujan global menunjukkan ciri khas yang khas dari fenomena El Niño kuat, dengan distribusi hujan yang tidak merata di berbagai belahan bumi.

Koordinasi Layanan Informasi Iklim

Dalam menghadapi ancaman bencana iklim tahun 2026, WMO meningkatkan koordinasi layanan informasi iklim dan sistem peringatan dini. Langkah strategis ini bertujuan membantu pemerintah, lembaga kemanusiaan, serta sektor-sektor rentan seperti pertanian dan kesehatan dalam merespons dampak El Niño.

WMO secara rutin memberikan pengarahan di seluruh sistem PBB dan mitra kemanusiaan. Pada tanggal 24 Juni 2026, WMO telah menyelenggarakan pengarahan Seasonal Climate Outlook untuk berbagai badan PBB, termasuk menyampaikan prakiraan musim hujan wilayah Afrika Barat dan Sahel dari AGRHYMET Regional Climate Centre. Selain itu, WMO terus mengembangkan rangkaian webinar dan pertukaran teknis guna memperkuat koordinasi regional dan kesiapsiagaan bencana dalam merespons dinamika krisis iklim El Niño yang sedang berkembang.

Frequently Asked Questions

What is WMO Peringatkan El Nino Kuat Mengintai?

WMO Peringatkan El Nino Kuat Mengintai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does WMO Peringatkan El Nino Kuat Mengintai matter?

WMO Peringatkan El Nino Kuat Mengintai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion