Selain PSSI, Negara Mana Lagi yang Tetap Dukung Gianni Infantino Pimpin FIFA?
Selain PSSI Negara Mana Lagi - Gianni Infantino menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan posisinya sebagai Presiden FIFA. Keputusan kontroversial untuk
Selain PSSI Negara Mana Lagi yang Dukung Infantino? Ini Daftarnya
Lenterafakta.com – Selain PSSI Negara Mana Lagi – Gianni Infantino menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan posisinya sebagai Presiden FIFA. Keputusan kontroversial untuk menjual hak komersial Piala Dunia telah memicu perpecahan di antara para pendukungnya. Meskipun gelombang kritik semakin deras, beberapa asosiasi sepak bola nasional masih memilih untuk tetap mendukung sang presiden asal Swiss-Italia tersebut melanjutkan mandatnya.
Menurut laporan Reuters, Indonesia tercatat sebagai salah satu dari sedikit negara yang secara terbuka menegaskan posisinya di belakang Infantino. Dukungan ini muncul di tengah ketidakpastian mengenai peluang sang presiden untuk terpilih kembali pada Kongres FIFA yang akan diselenggarakan di Maroko pada Maret 2027 mendatang.
Daftar Negara Pendukung Infantino
Selain Indonesia, dukungan terbuka juga datang dari Qatar, Kuwait, Lebanon, Sri Lanka, dan Filipina. Maroko, yang akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030, melalui federasi sepak bolanya juga telah menyampaikan dukungan kepada Infantino.
Di benua Afrika, sejumlah petinggi sepak bola turut memberikan dukungan kepada pria yang memiliki latar belakang Swiss-Italia tersebut. Namun, hingga saat ini, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai sikap mereka.
Penarikan Proposal dan Dampaknya
Infantino telah menggelar pertemuan darurat dengan para pejabat senior FIFA di kantor FIFA Afrika di Sale, Maroko, pada Rabu (5/8/2026) waktu setempat. Pertemuan tersebut dilakukan setelah FIFA memutuskan untuk menarik proposal pembentukan badan baru yang bertujuan mengelola hak-hak komersial turnamen, termasuk Piala Dunia.
Dalam proposal yang sempat diajukan, FIFA berencana menjual 20 persen saham badan baru tersebut kepada investor swasta. Skema ini diperkirakan mampu menghasilkan dana sebesar 4,2 miliar dollar AS yang diklaim akan dialokasikan untuk pengembangan sepak bola global.
Namun, rencana tersebut mendapat sorotan keras, terutama dari UEFA. Badan sepak bola Eropa tersebut menilai bahwa FIFA tidak melakukan konsultasi yang memadai dengan para pemangku kepentingan sebelum mengajukan rencana tersebut.
“Menjual jiwa sepak bola,” demikian penilaian UEFA terhadap langkah FIFA dalam proposal tersebut.
Kritik dari Dalam Organisasi
Kontroversi semakin membesar setelah muncul sorotan terhadap keterlibatan sebuah perusahaan yang memiliki hubungan keluarga dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Di tengah tekanan yang terus meningkat, FIFA akhirnya menarik proposal tersebut pada pekan lalu.
Meski proposal telah dibatalkan, kritik terhadap Infantino belum mereda. UEFA bahkan menyatakan tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap kepemimpinannya dan menilai langkah tersebut sebagai upaya “menjual jiwa sepak bola”. Sejumlah federasi sepak bola di Eropa juga mulai menarik dukungan terhadap Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.
Kritik tidak hanya datang dari luar organisasi. Sejumlah petinggi FIFA juga secara terbuka mempertanyakan proses pengambilan keputusan dalam proposal tersebut.
Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom, menurut sumber Reuters, mengirim memo internal kepada para pegawai yang menyebut proyek itu akhirnya “ditinggalkan secara permanen” setelah rangkaian peristiwa yang disesalkannya.
Sementara itu, Chief Operating Officer FIFA Kevin Lamour sebelumnya mengatakan para staf “dikelabui” oleh rencana tersebut dan menyebut proyek itu sebagai gagasan satu orang. Penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, memilih mengundurkan diri sebagai bentuk protes.
Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA Arsene Wenger juga mengaku tidak dilibatkan dalam penyusunan proposal dan menilai keputusan membatalkannya sebagai langkah yang “mutlak diperlukan”. Legenda Portugal Luis Figo bahkan mendesak agar Infantino mundur dari jabatannya.
Peluang Infantino Masih Terbuka
Meski diterpa kritik, peluang Infantino untuk mempertahankan kursi Presiden FIFA masih terbuka. Salah satu faktornya adalah belum muncul kandidat kuat yang siap menantangnya dalam pemilihan tahun depan.
Selain itu, sistem pemungutan suara di FIFA memberikan hak suara yang sama kepada seluruh 211 asosiasi anggota, tanpa memandang besar kecilnya negara atau prestasi sepak bolanya. Artinya, suara negara-negara kecil memiliki bobot yang sama dengan negara-negara juara dunia seperti Brasil, Jerman, Argentina, maupun Spanyol.
Selama ini, Infantino juga dikenal memiliki basis dukungan kuat dari banyak negara berkembang yang menerima bantuan program pengembangan sepak bola dari FIFA. Tapi, apabila sedikitnya 43 asosiasi anggota FIFA mengajukan permintaan tertulis, organisasi tersebut dapat menggelar Kongres Luar Biasa yang berpotensi mengubah dinamika politik menjelang pemilihan Presiden.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Dukungan Infantino
1. Negara mana saja yang mendukung Infantino selain PSSI? Selain Indonesia, negara-negara yang mendukung Infantino antara lain Qatar, Kuwait, Lebanon, Sri Lanka, Filipina, dan Maroko.
2. Kapan Kongres FIFA akan diselenggarakan? Kongres FIFA dijadwalkan akan berlangsung di Maroko pada Maret 2027 mendatang.
3. Berapa banyak asosiasi anggota FIFA? FIFA memiliki 211 asosiasi anggota yang masing-masing memiliki hak suara yang sama dalam pemilihan.
4. Berapa jumlah asosiasi yang diperlukan untuk Kongres Luar Biasa? Sedikitnya 43 asosiasi anggota FIFA harus mengajukan permintaan tertulis untuk menggelar Kongres Luar Biasa.
5. Mengapa proposal hak komersial FIFA ditarik? Proposal ditarik setelah mendapat kritik keras dari UEFA dan sejumlah petinggi FIFA yang merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
