Perangi Online Scam, Singapura Terbitkan Aturan Baru
Lenterafakta.com – Perangi Online Scam Kepolisian Singapura kini memasuki fase yang lebih ketat. Pada 17 Agustus 2026, Singapore Police Force (SPF) resmi menerbitkan paket aturan baru berupa sejumlah Kode Praktik (Codes of Practice) yang menyasar layanan daring berisiko tinggi. Langkah ini menyusul penurunan laporan penipuan daring sekitar 37 persen sepanjang 2024–2025, hasil dari pedoman yang mulai berlaku sejak Juni 2024. Meski tren tersebut menggembirakan, otoritas setempat menilai ancaman belum sepenuhnya terkendali dan menuntut tindakan lanjutan.
Pelaku penipuan terus beradaptasi dengan fitur dan teknologi terkini untuk memperluas jangkauan aksi mereka. Survei resmi SPF mencatat bahwa 84 persen penduduk Singapura pernah berhadapan dengan konten berbahaya di internet, termasuk materi yang mendukung aktivitas ilegal seperti penipuan dan pemerasan.
“Penurunan laporan bukan berarti ancaman hilang; ia hanya menunjukkan bahwa pelaku berpindah ke kanal lain,” demikian semangat yang melatarbelakangi penerbitan aturan baru ini.
Proses Penyusunan dan Landasan Hukum
Kantor Undang-Undang Kerugian Kriminal Daring (OCHA) di bawah SPF menjadi pihak yang menyusun pedoman tersebut. Sebelum ditetapkan, OCHA menjalani proses konsultasi dengan sejumlah penyedia layanan daring guna menyempurnakan isi aturan. Hasil akhirnya mencakup tiga instrumen utama: Kode Praktik untuk Layanan Perpesanan dan Konferensi Daring (Messaging Code), Kode Praktik untuk Layanan Media Sosial (Social Media Code) yang menggantikan COP lama untuk Layanan Komunikasi Daring, serta revisi atas Kode Praktik untuk Layanan E-Commerce (E-Commerce Code).
Messaging Code: Tujuh Platform Pesan Jadi Sasaran Utama
Messaging Code ditujukan pada tujuh layanan pesan dan konferensi daring yang dinilai berisiko tertinggi bagi pengguna di Singapura. Masalah paling dominan di platform tersebut adalah penipuan investasi. Modus operandinya: penipu menghubungi korban melalui akun yang sama sekali asing, lalu menawarkan produk investasi dengan janji keuntungan besar yang tidak realistis.
Isu lain yang kerap muncul adalah penyamaran sebagai pejabat pemerintah, khususnya lewat WhatsApp. Google Meet pun tercatat dipakai untuk aksi phishing yang menyamar sebagai petugas kepolisian. Untuk menjawab ancaman itu, Messaging Code mewajibkan platform pesan daring menerapkan sejumlah langkah teknis dan prosedural. Tujuh layanan yang ditunjuk harus memenuhi seluruh ketentuan paling lambat 31 Januari 2027. Adapun persyaratan khusus terkait peniruan identitas pemerintah Singapura wajib dipenuhi lebih awal, yakni paling lambat 30 September 2026.
Social Media Code dan Revisi E-Commerce Code
Social Media Code menyasar platform media sosial dengan tingkat risiko penipuan tertinggi bagi warga Singapura. Salah satu persoalan utama di ruang tersebut adalah pemanfaatan iklan untuk menargetkan calon korban. Karena platform memperoleh pendapatan dari penayangan iklan, mereka diwajibkan memastikan bahwa konten iklan tidak menjadi sarana mendukung tindak kejahatan. Batas waktu penyesuaian dan kepatuhan ditetapkan paling lambat 31 Januari 2027.
Revisi atas E-Commerce Code dibangun di atas kerangka persyaratan yang sudah ada mengenai verifikasi penjual dan perlindungan pembayaran. Setidaknya tiga platform e-commerce diwajibkan menerapkan aturan ini. Di antara ketentuan baru, platform harus menerapkan langkah persetujuan yang lebih ketat sebelum mengizinkan proses masuk dari perangkat baru atau tidak dikenal. Selain itu, E-Commerce Code mengadopsi mekanisme perlindungan yang diperkenalkan dalam Social Media Code guna menjaga pengguna akhir dari eksploitasi iklan daring oleh pelaku penipuan. Batas waktu kepatuhan bagi platform e-commerce yang ditunjuk adalah 31 Januari 2027.
FAQ – Pertanyaan Umum tentang Aturan Baru SPF
Apa tujuan utama dari penerbitan aturan baru ini? Aturan baru dirancang untuk menutup celah yang dieksploitasi pelaku penipuan di platform pesan, media sosial, dan e-commerce. Dengan mewajibkan langkah teknis dan prosedural tertentu pada penyedia layanan, SPF berharap jumlah korban penipuan daring terus menurun secara signifikan.
Kapan aturan baru ini mulai berlaku penuh? Sebagian besar ketentuan berlaku paling lambat 31 Januari 2027. Namun, persyaratan khusus terkait peniruan identitas pemerintah Singapura harus dipenuhi lebih awal, yaitu 30 September 2026, mengingat risiko penyamaran pejabat yang tinggi di platform pesan.
Apa yang bisa dilakukan warga Singapura untuk melindungi diri? Warga disarankan tidak mengklik tautan dari akun tidak dikenal, memverifikasi identitas pengirim sebelum mengirim dana, serta melaporkan setiap dugaan penipuan melalui kanal resmi SPF. Kewaspadaan pribadi tetap menjadi lapisan pertahanan pertama meskipun aturan platform sudah diterapkan secara penuh.
