Tren

Berawal dari Tersedak Teh hingga Pingsan, Pria Ini Didiagnosis Kanker Tenggorokan

Segelas Teh yang Menyelamatkan Nyawa: Kisah Colin Hodgkinson dan Diagnosis Kanker Tenggorokan

Lenterafakta.com – Sebuah insiden tersedak yang tampak sepele justru menjadi titik balik yang mengubah segalanya bagi Colin Hodgkinson, pria berusia 66 tahun dari Blacon, Inggris. Kejadian itu membuka jalan bagi tim medis untuk mengidentifikasi oropharyngeal carcinoma — kanker tenggorokan yang selama berbulan-bulan luput dari deteksi.

Gejala yang Terabaikan Selama Lebih dari Setahun

Sejak tahun 2025, Colin sudah mengeluhkan nyeri tenggorokan dan hambatan saat menelan. Putri kandungnya, Connie Hodgkinson, menjelaskan bahwa ayahnya berulang kali mendatangi dokter, namun tidak satu pun pemeriksaan sebelumnya berhasil mengungkap akar masalah.

“Dia mengalami masalah pada tenggorokan dan kesulitan menelan selama lebih dari satu tahun, dan dia telah mendatangi dokter.”

Di samping itu, Colin juga menderita sariawan di lidah yang mengganggu artikulasi bicaranya. Respons medis kala itu sebatas pemberian krim topikal dan antibiotik, tanpa upaya diagnostik lanjutan.

“Mereka hanya memberinya antibiotik dan krim karena ada sariawan di lidahnya yang memengaruhi bicaranya, dan mereka terus memberinya antibiotik.”

“Mereka ragu-ragu tentang penyebabnya.”

Dampaknya nyata: berat badan Colin merosot tajam. Connie menuturkan bahwa selama setahun terakhir ia terus mendesak agar ayahnya dirujuk ke tim Speech and Language Therapy (SALT) di rumah sakit guna menyelidiki penyebab kesulitan menelan.

“Rasanya seperti (makanan dan minuman) tersangkut ketika dia makan dan minum.”

Momen yang Mengubah Segalanya

Pada 5 Juli 2026, Colin berkunjung ke kediaman Connie. Kondisi kesehatannya tiba-tiba memburuk dalam hitungan menit.

“Saya buatkan dia segelas teh, dan teh itu tidak pernah masuk ke saluran makanannya, melainkan masuk ke saluran pernapasan.”

“Dia mulai batuk-batuk dan menahannya agar tidak tumpah ke lantai.”

Saat Colin melangkah menuju dapur, ia mendadak kehilangan kesadaran, terjatuh, dan kepalanya membentur radiator. Luka di kepala membuatnya segera dilarikan ke rumah sakit.

“Ayah saya tidak ingat saat jatuh. Yang dia ingat hanyalah terbangun saat mendengar saya berteriak memanggil ‘Ayah’.”

“Momen itu sangat mengerikan.”

“Saya tidak pernah menyaksikan hal seperti itu seumur hidup saya. Sangat mengerikan. Saya bahkan tidak bisa menjelaskannya.”

“Saat dia terjatuh, saya berpikir telah kehilangan ayah saya.”

Diagnosis yang Tiba-tiba Jelas

Selama perawatan luka kepala, petugas medis menyadari bahwa Colin mengalami gangguan menelan yang sangat berat. Tim SALT pun langsung melakukan pemeriksaan mendalam. Pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) kemudian memperlihatkan adanya massa di area leher dan tenggorokan. Biopsi yang menyusul mengonfirmasi diagnosis: oropharyngeal carcinoma.

Menurut data American Cancer Society, usia rata-rata pasien saat didiagnosis kanker orofaring adalah 64 tahun, meskipun sekitar 20 persen kasus juga ditemukan pada individu di bawah usia 55 tahun. Hingga kini, keluarga masih menunggu kepastian stadium penyakit Colin. Ia dijadwalkan menjalani kemoterapi dan kemungkinan operasi.

Berkah Terselubung dan Pesan untuk Masyarakat

Menyikapi insiden tersebut, Connie menyebutnya sebagai berkah terselubung.

“Ini adalah berkah terselubung. Kejadian itu mungkin telah menyelamatkan nyawanya.”

Ia juga menyerukan agar setiap orang yang merasakan sesuatu tidak beres pada tubuhnya tidak berhenti memperjuangkan pemeriksaan medis.

“Saran saya, jika ada sesuatu yang terasa tidak benar, teruslah mendesak untuk mendapatkan jawaban.”

Penggalangan Dana untuk Kenangan Terakhir Sebelum Pengobatan

Sebelum Colin memulai perjalanan panjang pengobatan kanker, Connie membuka penggalangan dana melalui GoFundMe. Tujuannya: membawa Colin beserta anak-anaknya — termasuk si bungsu yang baru berusia 8 tahun — berlibur ke Cornwall.

“Sebelum kami memulai perjalanan panjang dan sulit ini, saya ingin mengumpulkan cukup uang untuk memberi ayah saya kesempatan mengukir kenangan berharga dengan berlibur bersama anak-anaknya.”

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka akibat gempa berkekuatan M 7,7. Mari mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Frequently Asked Questions

What is Berawal dari Tersedak Teh hingga Pingsan?

Berawal dari Tersedak Teh hingga Pingsan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Berawal dari Tersedak Teh hingga Pingsan matter?

Berawal dari Tersedak Teh hingga Pingsan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *