BNPB Ingatkan Risiko Polusi Asap Karhutla di Sejumlah Wilayah
Lenterafakta.com – Masyarakat di berbagai daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara yang memburuk akibat polutan dan asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan. Sebaran kondisi tersebut pada Selasa, 15 September 2026, tampak di sejumlah wilayah Kalimantan, Sumatera, hingga Papua.
Perhatian utama tertuju pada Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Di tiga provinsi ini, konsentrasi polutan tercatat menjadi yang paling pekat pada hari itu. Kondisi udara seperti ini penting diperhatikan warga, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan atau saat asap mulai mengurangi jarak pandang.
“Per hari ini kita lihat sebaran polutan ada paling pekat itu ada di Kalimantan Barat maupun Kalimantan Tengah dan Selatan,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers virtual.
Sebaran Polutan Juga Terpantau di Sumatera dan Papua
Selain wilayah Kalimantan, titik polutan tinggi juga muncul di beberapa bagian Sumatera. Area yang mendapat perhatian mencakup Sumatera Selatan serta sejumlah wilayah di bagian utara pulau tersebut. Di kawasan timur Indonesia, kondisi serupa terpantau di Merauke, Papua Selatan, serta Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Berton menyampaikan bahwa sebaran polusi udara tidak hanya terkonsentrasi pada satu pulau. Kawasan Kepala Burung di Papua turut masuk dalam wilayah yang perlu mewaspadai dampak asap. Situasi ini menunjukkan bahwa gangguan kualitas udara dapat dirasakan secara luas ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah titik.
“Dan beberapa titik sebenarnya ada di Sumatera Selatan maupun Sumatera bagian Utara, Papua, bagian Kepala Burung maupun di bagian Merauke,” ucap Berton.
Asap kebakaran hutan dan lahan dapat membawa partikel polutan yang mengganggu kenyamanan serta aktivitas harian. Saat udara terlihat berkabut atau tercium bau asap, warga perlu lebih cermat memperhatikan kondisi sekitar. Kelompok yang banyak beraktivitas di luar ruangan juga perlu menyesuaikan kegiatan dengan keadaan udara di wilayahnya.
Potensi Asap Lebih Pekat pada 16 September
Situasi pada Rabu, 16 September 2026, juga perlu diantisipasi. Data prakiraan BMKG yang dipaparkan BNPB memperlihatkan kemungkinan polutan lebih terkonsentrasi di beberapa lokasi, terutama Kalimantan Timur dan Merauke.
“Untuk besok hari juga terlihat sebenarnya lebih pekat di beberapa titik baik itu di Kalimantan Timur dan di bagian Merauke,” ucap dia.
Perubahan arah angin, kondisi cuaca, dan perkembangan titik kebakaran dapat memengaruhi persebaran asap dari waktu ke waktu. Karena itu, kondisi udara di satu wilayah dapat berubah meski sebelumnya belum terlihat terdampak berat. Warga di daerah yang berdekatan dengan lokasi kebakaran maupun jalur sebaran asap perlu mengikuti informasi resmi setempat.
BNPB mengajak masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda penurunan kualitas udara. Sikap waspada diperlukan untuk mengurangi paparan polutan, khususnya ketika asap tampak semakin tebal. Penyesuaian aktivitas harian dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi udara yang sedang berlangsung.
“Kami imbau untuk menjadi waspada ataupun bijaksana dalam mengantisipasi adanya polutan yang tersebar di udara,” tutur Berton.
Upaya Pemadaman Terus Dijalankan
Kebakaran hutan dan lahan masih menjadi persoalan di sejumlah provinsi, termasuk di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada upaya membatasi dampak asap yang menyebar ke kawasan permukiman dan wilayah lain.
Pemerintah terus mengerahkan personel melalui jalur darat dan udara untuk menangani karhutla. Operasi di lapangan dijalankan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi area terdampak, agar pemadaman dapat dilakukan secara efektif dan terukur.
“Situasi umum penanganan Karhutla dapat kami sampaikan bahwa strategi operasional adalah pemadaman dilakukan secara massal dan terukur di lapangan,” tutur Berton.
Bagi warga, kewaspadaan terhadap asap menjadi bagian penting dari perlindungan diri selama karhutla berlangsung. Memantau informasi cuaca dan kualitas udara, mengurangi aktivitas luar ruang saat asap menguat, serta memperhatikan kondisi anggota keluarga merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan. Anak-anak, lansia, dan orang dengan keluhan pernapasan patut memperoleh perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.
Karhutla tidak hanya berkaitan dengan api di lokasi kejadian. Dampaknya dapat menjangkau daerah yang lebih jauh melalui sebaran polutan di udara. Karena itu, kerja pemadaman di lapangan dan kehati-hatian masyarakat berjalan beriringan untuk menghadapi risiko asap di Kalimantan, Sumatera, dan Papua.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Asap Karhutla Cemari Kalimantan hingga Papua?
Asap Karhutla Cemari Kalimantan hingga Papua is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Asap Karhutla Cemari Kalimantan hingga Papua matter?
Asap Karhutla Cemari Kalimantan hingga Papua matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

