Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

New Policy: Mulai Rp 26 Ribu Per Jam, Tren Sewa Anjing untuk Jalan-jalan di China Jadi Sorotan

Michael Miller - lenterafakta.com 3 mins read

k Tarik Perhatian Publik New Policy - Sebuah kebijakan baru yang memungkinkan warga Tiongkok menyewa anjing selama satu jam, dengan biaya mulai dari Rp 26.000

New Policy: Mulai Rp 26 Ribu Per Jam, Tren Sewa Anjing untuk Jalan-jalan di China Jadi Sorotan

Perusahaan Layanan Sewa Anjing Baru di Tiongkok Tarik Perhatian Publik

New Policy – Sebuah kebijakan baru yang memungkinkan warga Tiongkok menyewa anjing selama satu jam, dengan biaya mulai dari Rp 26.000 per jam, kini menjadi perbincangan hangat. Kebijakan ini dianggap sebagai inovasi dalam pengelolaan hewan peliharaan, menggabungkan kebutuhan sosial dengan teknologi digital. Platform bernama Wangbu, yang bermaksud “jalan-jalan bersama anjing”, telah meluncurkan layanan ini sejak Maret lalu, mengarahkan perhatian ke kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, dan Shenzhen.

Peluncuran kebijakan ini mengikuti tren global di mana penyewaan hewan peliharaan menjadi solusi untuk menyeimbangkan kehidupan sosial dan perawatan hewan. Pengguna dapat membuat profil untuk anjing mereka, lalu berkoordinasi dengan pemilik untuk jadwal pengambilan dan pengembalian. Harga sewa bervariasi antara 10 hingga 60 yuan per jam (sekitar Rp 26.000 hingga Rp 158.000), bergantung pada ras dan durasi. South China Morning Post melaporkan bahwa kebijakan ini memberikan peluang bagi orang yang ingin merasakan pengalaman memiliki hewan peliharaan tanpa komitmen permanen.

Contoh Anjing yang Disewakan

Dalam platform Wangbu, pengguna dapat memilih dari berbagai anjing ras populer. Contohnya adalah White West Highland Terrier bernama Even, yang berbasis di Shenzhen dan dijual dengan tarif 45 yuan per jam. Profilnya menyebutkan bahwa Even dikenal aktif dan ramah, namun ada aturan bahwa penyewa harus selalu didampingi pemilik untuk menjaga keselamatan. Sementara itu, Corgi bernama Baiwan ditawarkan dengan harga 60 yuan per jam, dengan deskripsi bahwa hewan ini menyukai bermain dan pujian. Baiwan bisa dibawa jalan-jalan tanpa pengawasan langsung, bahkan boleh menggunakan mobil.

Mamak Shiba bernama Jinjin menjadi salah satu anjing populer di platform tersebut. Seorang penyewa asal Shanghai, Salmon, mengatakan bahwa ia menyewa Jinjin untuk menemani belanja selama satu jam. “Saya ingin merasakan kehadiran anjing tanpa mengambil risiko finansial besar,” ujarnya. Keberadaan layanan ini juga memungkinkan pemilik hewan yang sedang sibuk atau ingin menikmati waktu bersama anjing tanpa harus menunggu sampai memiliki hewan peliharaan sendiri.

Keuntungan dan Keamanan Layanan Sewa Anjing

Wangbu menegaskan telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan pengguna, termasuk sistem asuransi, pelacakan lokasi real-time, dan verifikasi identitas asli penyewa. “Pemilik tidak akan membiarkan anjing mereka berada dalam risiko,” kata staf Wangbu kepada Vista Hydrogen Business. Layanan ini juga membatasi rute jalan-jalan hanya pada area yang dikenal anjing, serta meminta penyewa segera melaporkan kejadian apa pun yang mengancam kesehatan hewan.

Pelanggan mengapresiasi kebijakan ini sebagai alternatif baru untuk memenuhi kebutuhan interaksi sosial dengan hewan peliharaan. Anjing-anjing yang disewakan dipilih berdasarkan kepribadian dan kesehatan, sehingga penyewa bisa memastikan pengalaman yang baik. Tren ini juga dinilai sebagai langkah untuk mengurangi stres dan kecemasan, karena pengguna dapat bersantai sambil menikmati perawatan hewan tanpa tekanan sehari-hari.

Kritik dan Pertanyaan tentang Kebijakan Baru

Tren ini menimbulkan berbagai pertanyaan, terutama dari ahli kesejahteraan hewan dan pengamat hukum. Chen Shi, dokter hewan dari Wuhan, mengingatkan bahwa perubahan pengawasan dan lingkungan bisa memicu stres pada anjing. Selain itu, sistem hukum Tiongkok saat ini masih menganggap anjing sebagai properti, sehingga mempermudah kesenjangan hak hewan dalam situasi penyewaan. Ini menimbulkan kekhawatiran tentang perlindungan hewan selama masa sewa.

Kejadian serupa terjadi di Chengdu pada 2021, saat toko hewan meluncurkan layanan sewa kucing dengan tarif 9,9 yuan per jam. Kasus itu memicu diskusi tentang perlakuan manusia terhadap hewan peliharaan. Meski demikian, banyak pendukung kebijakan ini menilai bahwa pengaturan yang ketat mampu meminimalkan risiko. Mereka percaya ini bisa menjadi jalan untuk meningkatkan aksesibilitas pengalaman bersama hewan peliharaan, terutama bagi masyarakat perkotaan yang sibuk.

Tren dan Peluang di Masa Depan

Penyewaan anjing ini menunjukkan keinginan masyarakat Tiongkok untuk menggabungkan teknologi dan kehidupan sosial. Layanan seperti Wangbu diharapkan bisa berkembang menjadi model bisnis baru, mengingat kebutuhan akan interaksi manusia-hewan semakin meningkat. Dengan biaya yang terjangkau, kebijakan ini memberikan peluang bagi pengguna yang ingin merasakan kehadiran anjing tanpa tanggung jawab permanen.

Pengamat percaya tren ini akan terus berkembang, terutama jika kebijakan bisa diintegrasikan dengan sistem perlindungan hewan yang lebih baik. Selain itu, peningkatan kesadaran tentang pentingnya kesejahteraan hewan bisa mendorong pengembangan layanan yang lebih humanis. Dengan adanya aturan dan regulasi yang jelas, penyewaan anjing diharapkan menjadi solusi yang seimbang antara kebutuhan manusia dan kesejahteraan hewan.

Join the discussion