Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

7 Barang Elektronik Mudah Rusak saat Mati Listik – Mulai Kulkas sampai Air Fryer

Mary Taylor - lenterafakta.com 4 mins read

usak Saat Listrik Padam: Ini Daftar Perangkat yang Rentan Kegagalan 7 Barang Elektronik Mudah Rusak saat - Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua perangkat

7 Barang Elektronik Mudah Rusak saat Mati Listik – Mulai Kulkas sampai Air Fryer

7 Barang Elektronik Mudah Rusak Saat Listrik Padam: Ini Daftar Perangkat yang Rentan Kegagalan

7 Barang Elektronik Mudah Rusak saat – Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua perangkat elektronik tahan terhadap gangguan listrik. Faktanya, beberapa alat elektronik modern justru lebih rentan rusak saat aliran listrik tiba-tiba mati. Menurut Prof. Machmud Effendy, pakar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), perangkat seperti kulkas, air fryer, dan AC inverter bisa mengalami kerusakan akibat fluktuasi tegangan. “7 Barang Elektronik Mudah Rusak saat listrik padam bukan hanya karena faktor fisik, tetapi juga karena sensitivitas komponen elektroniknya,” terang Machmud saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (20/6/2026). Dengan memahami risiko ini, pengguna dapat mengambil langkah pencegahan lebih efektif.

1. Kulkas: Titik Tumpuh Kerusakan

Kulkas merupakan perangkat elektronik yang paling rentan saat listrik terputus. “Ketika listrik mati tiba-tiba, motor dan kompresor di dalamnya tidak memiliki waktu untuk mengalihkan daya secara perlahan. Ini bisa menyebabkan overheating atau kerusakan mekanis,” jelas Machmud. Meski kulkas memiliki desain tahan lama, komponen digitalnya seperti kontrol suhu dan sensor memperbesar risiko. Untuk meminimalkan kerusakan, tambahan genset atau stabilizer voltage bisa menjadi solusi yang efisien. Selain itu, penggunaan baterai cadangan untuk kulkas yang membutuhkan daya lanjut bisa mengurangi dampak fluktuasi tegangan.

2. Televisi Digital LED: Kekuatan dan Kelemahan

TV digital LED berada di urutan kedua sebagai perangkat elektronik yang rentan saat listrik tidak stabil. “Teknologi ini lebih presisi, tetapi juga lebih rentan terhadap perubahan tegangan mendadak dibanding model lama,” tambah Machmud. Perbedaan utama terletak pada sistem kompensasi tegangan yang kurang memadai pada perangkat modern. “TV tabung justru bisa bertahan hingga tegangan 0 karena komponen dalamnya lebih sederhana,” katanya. Namun, TV LED membutuhkan proses kompensasi yang lebih cepat untuk menghindari risiko kerusakan permanen, terutama pada layar dan sistem elektronik internal.

“Penggunaan stabilizer atau genset untuk TV digital LED sangat penting, terutama di daerah yang sering mengalami gangguan listrik. Ini bisa mencegah kerusakan pada komponen elektronik yang sensitif,” kata Machmud.

3. Microwave: Komponen Digital yang Rentan Hantaman

Microwave, meski tidak digunakan sebanyak perangkat lainnya, tetap berpotensi rusak saat listrik padam. “Kadang orang mengabaikan risiko ini karena microwave tidak selalu aktif. Namun, komponen seperti inverter dan transformator bisa terkena hantaman arus saat aliran kembali menyala,” jelas Machmud. Jadi, perangkat ini membutuhkan perlindungan tambahan agar tidak terkena dampak fluktuasi tegangan. “Microwave modern juga memiliki komponen elektronik yang lebih kecil, sehingga mudah rusak jika tidak dilindungi,” tambahnya.

4. Perangkat Audio Tanpa Baterai: Ketergantungan pada Tegangan AC

Perangkat audio seperti speaker atau amplifier yang tidak menggunakan baterai sangat rentan saat listrik terganggu. “Ketika listrik tiba-tiba mati, komponen elektroniknya bisa rusak karena tidak ada sumber daya cadangan,” kata Machmud. Perbedaan utama terletak pada sistem kompensasi tegangan yang kurang lengkap pada perangkat ini. “Penggunaan stabilizer voltage bisa menjadi langkah yang tepat untuk menjaga kinerja perangkat audio sehari-hari,” tambahnya. Selain itu, perlindungan dari kondensator yang memicu kerusakan akibat arus listrik tiba-tiba juga penting.

5. Komputer dan Laptop: Risiko Overheating dan Kerusakan Sistem

Komputer dan laptop, terutama yang menggunakan sistem operasi modern, memiliki risiko kerusakan saat listrik padam. “Jika listrik kembali menyala dengan voltase tinggi, PSU (Power Supply Unit) dan motherboard bisa terbakar,” jelas Machmud. Untuk menghindari hal ini, shutdown yang benar dan perlindungan tambahan sangat diperlukan. “Laptop dengan baterai rusak lebih rentan, karena tergantung sepenuhnya pada kabel dan stabilizer untuk menjaga aliran listrik,” tambahnya. Dengan memahami mekanisme kerja komponen ini, pengguna bisa meminimalkan kerugian akibat kegagalan listrik.

6. Air Conditioner Inverter: Kelemahan Teknologi Digital

AC inverter, yang semakin populer karena efisiensi energinya, ternyata lebih rentan terhadap gangguan listrik berulang. “Teknologi inverter memerlukan kompensasi tegangan yang tepat, tetapi jika tidak terpenuhi, risiko kerusakan meningkat,” kata Machmud. Dibanding AC non-inverter, perangkat ini memiliki komponen yang lebih kompleks dan rentan terhadap hantaman arus. “Stabilizer voltage atau genset bisa menjadi solusi untuk melindungi AC inverter,” jelasnya. Selain itu, penggunaan AC inverter juga memerlukan perawatan khusus agar tidak mengalami gangguan teknis.

7. Alat Masak Digital: Sensitivitas Komponen Kecil

Alat masak modern seperti air fryer, oven, dan bread maker termasuk dalam daftar 7 barang elektronik mudah rusak saat listrik padam. “Komponen digitalnya lebih kecil dan rentan terhadap fluktuasi tegangan,” terang Machmud. Meski teknologi ini efisien, kelemahannya terletak pada penggunaan daya yang lebih intensif. “Penggunaan stabilizer atau genset untuk alat masak digital bisa mengurangi risiko kerusakan akibat listrik yang tidak stabil,” tambahnya. Selain itu, penjagaan suhu dan kondisi kompresor dalam perangkat ini juga penting untuk menjaga kinerjanya.

Machmud menegaskan bahwa meski teknologi digital memberikan banyak keunggulan, pengguna perlu memahami potensi kerusakan yang bisa terjadi saat listrik terganggu. “7 Barang Elektronik Mudah Rusak saat listrik padam membutuhkan perawatan khusus, seperti penggunaan genset atau stabilizer, untuk menjaga daya tahan perangkat,” kata pakar tersebut. Dengan memperhatikan hal ini, pengguna dapat menghindari kerusakan besar dan memperpanjang masa pakai alat elektronik mereka.

Join the discussion