Megapolitan

5 Aktivis Greenpeace yang Ditangkap Usai Bentangkan Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan

codex-a3424bd829ed4b63badc5f37fd10a21d

Lima Aktivis Greenpeace Diizinkan Pulang Setelah Aksi di Bundaran HI

Lenterafakta.com – Lima orang dari total 11 aktivis Greenpeace yang diamankan usai aksi pembentangan spanduk di Monumen Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026), telah diperbolehkan meninggalkan Polda Metro Jaya. Kelimanya terdiri atas anggota tim penyelamat atau rescue serta awak media yang berada dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Pendamping hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Alif Fauzi, menyampaikan bahwa lima orang itu tidak lagi menjalani penanganan di Mapolda Metro Jaya.

“Ada lima orang yang merupakan tim rescue dan pers sudah diperbolehkan pulang,” ujar Alif saat dikonfirmasi, Selasa.

Enam aktivis lainnya masih berada di Mapolda Metro Jaya. Mereka menunggu kelanjutan proses yang melibatkan pengawas penyidik Reserse Kriminal Khusus dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil atau PPNS.

“Enam (orang) masih menunggu tindak lanjut dari Korwas Penyidik Reskrimsus dengan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil),” lanjut Alif.

Aksi Berlangsung Sekitar 10 Menit

Peristiwa ini bermula ketika enam aktivis Greenpeace naik ke Monumen Patung Selamat Datang di kawasan Bundaran HI. Dua perempuan dan empat laki-laki tersebut membentangkan dua spanduk yang memuat kritik terkait penanganan krisis iklim serta dampaknya bagi kehidupan masyarakat.

Aksi berlangsung pada rentang pukul 06.05 WIB sampai 06.15 WIB, ketika kawasan Bundaran HI mulai ramai oleh aktivitas warga dan lalu lintas pagi hari. Lokasi itu merupakan salah satu titik paling dikenal di Jakarta Pusat, sehingga setiap kegiatan di sekitarnya membutuhkan perhatian terhadap keselamatan peserta, pengguna jalan, dan petugas di lapangan.

Setelah pembentangan spanduk selesai, petugas mengevakuasi para aktivis dari bagian atas monumen. Seluruh orang yang berada di atas Patung Selamat Datang kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan di Biddokkes Polda Metro Jaya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menyatakan pihak kepolisian akan menelusuri bagaimana para aktivis dapat mencapai bagian atas monumen. Pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar Bundaran HI dan keterangan petugas yang bertugas menjadi bagian dari penelusuran itu.

“Kita akan cek CCTV dan anggota yang jaga,” kata Reynold di Jakarta, Selasa.

Air Mancur Menjadi Perhatian dalam Penelusuran

Reynold menjelaskan, keberadaan air mancur di area Bundaran HI dapat memengaruhi pandangan petugas menuju monumen. Kondisi tersebut menjadi salah satu unsur yang diperhatikan dalam evaluasi kejadian, terutama untuk memahami situasi di lokasi saat enam aktivis melakukan aksi.

Monumen Patung Selamat Datang berada di tengah bundaran yang dikelilingi jalur lalu lintas padat. Karena posisinya terbuka dan berada di pusat kota, proses evakuasi dari bangunan tersebut memerlukan kehati-hatian. Petugas memastikan semua aktivis telah turun dari monumen dan tidak ada seorang pun yang tertinggal di atasnya.

Salah satu aktivis perempuan mengalami kondisi lemas setelah dievakuasi. Petugas medis dari Polda Metro Jaya memberikan oksigen di ambulans sebelum perempuan itu dibawa menuju klinik Biddokkes untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Yang pertama tadi turun adalah seorang wanita dengan keadaan yang cukup memprihatinkan, sehingga kami sediakan dari Unit Dokkes Polda Metro Jaya. Secara kasat mata dan tadi penyampaian dari Dokkes memang lemas, sehingga tadi langsung dimasukkan ke ambulans dan dibawa ke klinik Biddokkes,” kata Reynold.

Pesan Aksi dan Proses yang Masih Berjalan

Dua spanduk yang dibawa para aktivis berisi pesan protes mengenai krisis iklim dan konsekuensinya bagi masyarakat. Aksi visual di ruang publik seperti ini ditujukan untuk menarik perhatian terhadap isu yang diangkat, tetapi tindakan memanjat monumen juga memunculkan aspek keselamatan serta penanganan hukum yang kini masih berjalan bagi enam orang.

Pembebasan lima orang tidak menghentikan proses pemeriksaan terhadap pihak yang masih berada di Mapolda Metro Jaya. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada tindak lanjut penyidik dan koordinasi dengan PPNS sebagaimana disampaikan tim pendamping.

Bagi warga yang melintas di kawasan Bundaran HI pada Selasa pagi, kejadian ini memperlihatkan bagaimana aksi di ruang publik dapat segera memicu respons evakuasi dan pemeriksaan. Di sisi lain, pesan tentang krisis iklim tetap menjadi pokok yang dibawa para aktivis melalui aksi singkat tersebut.

Hingga Selasa malam, kepolisian telah menyatakan seluruh aktivis berhasil dievakuasi dari monumen. Lima anggota tim penyelamat dan awak pers telah pulang, sementara enam aktivis Greenpeace masih menanti proses lanjutan di Polda Metro Jaya.

Frequently Asked Questions

What is 5 Aktivis Greenpeace yang Ditangkap Usai?

5 Aktivis Greenpeace yang Ditangkap Usai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 5 Aktivis Greenpeace yang Ditangkap Usai matter?

5 Aktivis Greenpeace yang Ditangkap Usai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *