Ekbis

BEI Perluas Komite HSC Jadi 9 Orang, Libatkan Investor Asing dan Akademisi

codex-38882275df7048438d214a7912674c4f

BEI Perkuat Komite HSC dengan Keterlibatan Pihak Independen

Lenterafakta.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menata ulang susunan Komite High Shareholding Concentration (HSC) dengan memperbesar jumlah anggotanya menjadi sembilan orang. Perubahan ini menghadirkan unsur independen dari industri pasar modal, akademisi, perusahaan efek, hingga investor asing untuk memperkuat transparansi dan tata kelola dalam pengawasan saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi.

Komite HSC memiliki peran penting dalam pembahasan saham yang masuk maupun keluar dari daftar High Shareholding Concentration. Daftar tersebut berkaitan dengan emiten yang kepemilikan sahamnya terkonsentrasi pada pihak tertentu, sehingga proses penetapannya membutuhkan metodologi yang jelas, pengawasan memadai, serta pandangan dari beragam pemangku kepentingan.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa susunan sebelumnya hanya diisi oleh unsur Self Regulatory Organization (SRO). Kini, BEI membuka ruang lebih luas bagi tokoh eksternal yang dinilai independen agar pembahasan dan pengambilan keputusan komite memiliki perspektif yang lebih beragam.

“Dalam upaya kita bersama untuk terus meningkatkan tata kelola yang baik, termasuk di dalam metodologi penentuan masuk dan keluarnya saham di dalam HSC, kami akan memperluas keanggotaan komite HSC,” ujar Jeffrey saat konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Empat Wakil SRO dan Lima Anggota Eksternal

Dari total sembilan anggota, empat orang berasal dari jajaran direksi SRO. Komposisi ini meliputi dua direksi BEI, satu direksi PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta satu direksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Keikutsertaan ketiga institusi tersebut mencerminkan keterhubungan fungsi perdagangan, kliring dan penjaminan, serta penyimpanan dan penyelesaian transaksi dalam ekosistem pasar modal Indonesia. BEI menjalankan penyelenggaraan perdagangan efek, KPEI berkaitan dengan proses kliring dan penjaminan transaksi, sedangkan KSEI memiliki peran dalam layanan kustodian sentral.

Lima kursi lainnya ditempati oleh pihak eksternal independen. Mereka berasal dari pelaku industri pasar modal, perusahaan sekuritas, kalangan tata kelola, akademisi, dan investor asing. Struktur ini dirancang agar evaluasi terkait HSC tidak hanya dibahas dari sudut pandang lembaga penyelenggara pasar, melainkan juga mempertimbangkan pengalaman investor serta keahlian akademik dan tata kelola.

Dari unsur industri pasar modal, BEI melibatkan Direktur Utama Mandiri Sekuritas dan Direktur Utama UBS Sekuritas. Kehadiran pelaku perusahaan efek memberikan masukan yang dekat dengan dinamika transaksi dan kebutuhan pasar. Sementara itu, aspek tata kelola diwakili oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG).

Akademisi dan Investor Global Masuk dalam Komite

Kalangan akademisi dalam komite diwakili Prof. Mardiasmo serta Prof. Eduardus Tandelilin dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM). Pelibatan akademisi dapat membantu memperkaya diskusi melalui pendekatan analitis dan pemahaman terhadap prinsip tata kelola maupun perilaku pasar.

BEI juga memasukkan perspektif investor internasional melalui Chapman Taylor dari Capital Group. Taylor memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam pengelolaan dana portofolio. Kehadirannya menjadi bagian dari langkah BEI untuk menghadirkan pandangan investor asing dalam pembahasan saham dengan kepemilikan terkonsentrasi.

Dalam pasar saham, struktur kepemilikan merupakan salah satu informasi yang diperhatikan investor ketika menilai suatu emiten. Konsentrasi kepemilikan yang tinggi tidak serta-merta menjadi penilaian atas kualitas sebuah perusahaan. Namun, informasi tersebut relevan karena dapat membantu pelaku pasar memahami komposisi pemegang saham dan karakteristik saham yang diperdagangkan.

Karena itu, pengaturan mengenai daftar HSC membutuhkan proses yang dapat dipahami pasar. Perluasan keanggotaan komite diharapkan mendukung kredibilitas metodologi penentuan saham, baik ketika sebuah saham dimasukkan ke daftar maupun saat status tersebut dicabut.

Ruang untuk Tambahan Anggota dan Narasumber

BEI tidak menutup kemungkinan memperluas lagi keterlibatan pihak independen apabila diperlukan. Selain penambahan anggota, komite juga dapat menghadirkan narasumber independen dalam rapat untuk membahas isu tertentu yang membutuhkan pandangan khusus.

“Dengan komposisi baru ini, kami dapat saja menambah anggota atau dalam diskusinya nanti bisa mengundang narasumber independen dalam rapat-rapat komite,” paparnya.

Fleksibilitas tersebut memberi ruang bagi komite untuk mendalami persoalan yang muncul pada saham tertentu tanpa terbatas pada latar belakang sembilan anggota tetap. Dalam praktiknya, pembahasan yang melibatkan keahlian tambahan dapat mendukung kualitas evaluasi, terutama apabila terdapat perkembangan pasar yang memerlukan telaah lebih mendalam.

Bagi investor, langkah ini menegaskan perhatian BEI terhadap penguatan tata kelola pasar modal. Kejelasan proses dan keberagaman perspektif dalam komite dapat membantu membangun kepercayaan bahwa penetapan status HSC dilakukan melalui pertimbangan yang lebih terbuka dan terstruktur.

Perubahan susunan komite juga menunjukkan bahwa pengawasan pasar tidak hanya bergantung pada institusi penyelenggara. Kolaborasi antara SRO, praktisi industri, ahli tata kelola, akademisi, dan investor global menjadi bagian dari upaya membangun pasar modal yang kredibel serta dapat dipercaya oleh peserta pasar.

Frequently Asked Questions

What is BEI Perluas Komite HSC Jadi 9 Orang?

BEI Perluas Komite HSC Jadi 9 Orang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BEI Perluas Komite HSC Jadi 9 Orang matter?

BEI Perluas Komite HSC Jadi 9 Orang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *