Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

What Happened During: Malaysia Dilanda “Tsunami” Durian, Harga Musang King Anjlok Jadi Rp 39.000-an

Susan Jones - lenterafakta.com 2 mins read

Malaysia Durian Tsunami: Musang King Harga Anjlok ke Rp 39.000-an Fenomena Surplus Durian yang Membawa Perubahan What Happened During: Sejak awal bulan ini

What Happened During: Malaysia Dilanda “Tsunami” Durian, Harga Musang King Anjlok Jadi Rp 39.000-an

Malaysia Durian Tsunami: Musang King Harga Anjlok ke Rp 39.000-an

Fenomena Surplus Durian yang Membawa Perubahan

What Happened During: Sejak awal bulan ini hingga Agustus, Malaysia mengalami gejolak signifikan dalam pasar durian, terutama terkait penurunan harga yang drastis. Fenomena ini disebut sebagai “tsunami” karena volume produksi yang melonjak, menyebabkan pasokan berlebih. Khususnya, varietas Musang King yang biasanya mahal kini turun ke Rp 39.000-an per kilogram, memengaruhi keputusan beli konsumen dan dinamika industri.

Penyebab Penurunan Harga dan Pengaruhnya

Menurut Eric Chan, presiden Asosiasi Produsen Durian, surplus buah musim panen di Perak, Penang, dan Johor menjadi faktor utama penurunan harga. Cuaca yang optimal selama beberapa tahun terakhir, ditambah kebijakan tanam intensif, membuat produksi melonjak. Meski harga Musang King kelas premium tetap stabil, buah kualitas rendah dan berukuran kecil mengalami penurunan tajam, menciptakan ketidakseimbangan pasar.

“What Happened During perubahan harga durian ini sangat mencolok. Banyak petani dan pelaku industri merasa terkejut, tetapi konsumen justru bersyukur,” kata Lim Mei Ling, seorang eksekutif administrasi, seperti dilaporkan South China Morning Post, Rabu (24/6/2026).

Melvin Long, sekretaris jenderal Asosiasi Petani Buah Johor, menambahkan bahwa lahan perkebunan durian berkembang pesat antara 2015 hingga 2020. “Penanaman massal dan waktu panen serentak membuat pasokan naik secara signifikan,” jelasnya. Dengan volume buah yang meningkat, para petani berupaya memperluas pasar dengan strategi pemasaran inovatif, seperti siaran langsung di TikTok atau paket prasmanan, untuk menarik perhatian konsumen.

What Happened During fenomena ini juga berdampak pada daya beli masyarakat. Banyak penggemar durian yang biasa menghabiskan ratusan ribu rupiah per kg untuk Musang King kini bisa menikmati buah premium dengan lebih murah. “Saya bisa membeli beberapa buah tanpa merasa terbebani,” ujar Kelvin Tan, insinyur yang rela bepergian dari Kuala Lumpur ke Raub untuk memanfaatkan kesempatan ini.

Melalui inisiatif seperti tur kebun dan jual langsung, petani mencoba membangun loyalitas konsumen. Selain itu, munculnya promosi online mempercepat distribusi, memperluas jangkauan pasar, dan mengurangi risiko kerusakan buah selama transportasi. Stephen Chow, pemilik kebun durian, menekankan bahwa strategi ini membantu menstabilkan harga, meski tidak sepenuhnya mengubah situasi surplus.

What Happened During musim panen ini menjadi pembicaraan hangat di media sosial dan industri pertanian. Penurunan harga bukan hanya memengaruhi pendapatan petani, tetapi juga menarik perhatian pengusaha makanan dan pelaku retail. Namun, para ahli berharap harga akan pulih secara bertahap setelah mencapai puncak panen, dengan proyeksi kenaikan harga di bulan-bulan berikutnya.

Di sisi lain, kelompok konsumen yang menyukai rasa durian premium masih tetap memilih Musang King kelas A dan AB, yang dijual mulai dari 30 hingga 40 ringgit per kg. “Meski harga menurun, kualitas tetap menjadi faktor utama,” tegas Stephen Chow. Pemerintah dan asosiasi industri kini mengevaluasi langkah-langkah untuk menjaga keseimbangan pasokan dan memastikan keberlanjutan sektor durian Malaysia.

Join the discussion