Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Nyeri Dada Bisa Jadi Tanda GERD pada Anak – Ini Gejala dan Faktor Risikonya

Mary Smith - lenterafakta.com 3 mins read

Nyeri Dada Bisa Jadi Tanda GERD pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Nyeri Dada Bisa Jadi Tanda GERD - Nyeri dada bisa menjadi tanda awal dari

Nyeri Dada Bisa Jadi Tanda GERD pada Anak – Ini Gejala dan Faktor Risikonya

Nyeri Dada Bisa Jadi Tanda GERD pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Nyeri Dada Bisa Jadi Tanda GERD – Nyeri dada bisa menjadi tanda awal dari Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada anak-anak, meskipun sering dianggap sebagai gejala jantung atau masalah lain. Dr. Sri Kesuma Astuti, Sp.A, Subsp. G.H (K), dari Unit Kerja Koordinasi Gastroenterohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan bahwa nyeri dada akibat GERD sering kali terlewat karena tidak langsung dikaitkan dengan gangguan pencernaan. Kondisi ini terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan rasa tidak nyaman atau rasa terbakar di area dada, yang bisa menyebar ke tenggorokan atau ulu hati. Nyeri dada bisa jadi tanda GERD yang menonjol pada anak, terutama saat mereka makan atau berbaring.

“Anak-anak yang mengalami nyeri dada bisa jadi tanda GERD seringkali mengeluhkan rasa panas atau kembung di ulu hati, serta keinginan untuk mencret setelah makan. Nyeri dada bisa jadi tanda yang khas, meski tidak semua orang langsung menyadarinya,”

tutur dr. Sri, seperti dilansir dari Antara, Selasa (23/6/2026).

Mengenal GERD dan Dampak pada Anak-anak

GERD adalah kondisi di mana asam lambung terus-menerus naik ke esofagus, menyebabkan iritasi atau peradangan pada dinding kerongkongan. Nyeri dada bisa jadi tanda GERD pada anak terutama jika gejala seperti mual, mencret, atau batuk terjadi setelah konsumsi makanan. Selain itu, nyeri dada bisa jadi tanda GERD yang memburuk saat anak makan terlalu cepat, makan terlalu banyak, atau konsumsi makanan pedas dan berlemak. Perbedaan utama antara nyeri dada pada anak dan orang dewasa adalah frekuensi dan intensitas gejala, yang bisa lebih sering atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyebab nyeri dada bisa jadi tanda GERD pada anak terkait dengan faktor-faktor seperti struktur saluran pencernaan yang belum sempurna, kebiasaan makan yang tidak sehat, serta kelelahan yang menyebabkan anak berbaring dengan perut terbuka. Nyeri dada bisa jadi tanda GERD yang lebih dominan pada usia 1-5 tahun, meski kasusnya juga bisa terjadi di usia lebih besar. Jika tidak diatasi, nyeri dada bisa jadi tanda GERD yang berlanjut menjadi masalah pencernaan kronis.

Faktor Risiko dan Penyebab GERD pada Anak

Beberapa faktor risiko utama yang meningkatkan kemungkinan anak mengalami nyeri dada bisa jadi tanda GERD meliputi kebiasaan makan berlebihan, konsumsi makanan tinggi lemak atau pedas, serta tidur dengan posisi berbaring secara langsung setelah makan. Selain itu, anak yang sering makan terlalu cepat, menggigit benda-benda keras, atau memiliki kenaikan berat badan cepat juga berisiko lebih tinggi. Nyeri dada bisa jadi tanda GERD yang sering diabaikan karena gejalanya mirip dengan masalah jantung atau gangguan lain, sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis.

Penyebab nyeri dada bisa jadi tanda GERD pada anak juga melibatkan sistem saraf yang belum matang, sehingga memberi respons yang berbeda terhadap asam lambung. Selain itu, gangguan pada saluran cerna seperti kejang otot atau ketidakseimbangan hormon dapat memperparah gejala. Nyeri dada bisa jadi tanda GERD yang terjadi secara berulang, terutama di malam hari, karena gravitasi yang memicu asam lambung naik. Faktor lingkungan seperti stres atau perubahan iklim juga bisa memengaruhi frekuensi nyeri dada yang terkait dengan GERD.

Penanganan dan Pemeriksaan untuk Nyeri Dada Bisa Jadi Tanda GERD

Dokter umumnya melakukan pemeriksaan awal dengan mengecek riwayat keluhan, pola makan, dan kebiasaan tidur anak. Nyeri dada bisa jadi tanda GERD yang diidentifikasi melalui gejala seperti regurgitasi, mencret, atau rasa tidak nyaman saat makan. Jika gejala persisten, pemeriksaan lanjutan seperti endoskopi atau pH monitoring esofagus bisa dilakukan untuk memastikan kondisi internal saluran pencernaan. Nyeri dada bisa jadi tanda GERD yang sering diabaikan, tetapi jika tidak diatasi, bisa menyebabkan komplikasi seperti peradangan esofagus atau penuaan dini pada kerongkongan.

Pada tahap awal, penanganan nyeri dada bisa jadi tanda GERD biasanya melibatkan modifikasi pola

Join the discussion