Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Visit Agenda: Tak Hanya Gula, Aren di Borobudur Juga Diolah Jadi Dawet Kenyal Mirip Jelly

Joseph Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

Visit Agenda: Borobudur Hadirkan Dawet Kenyal Mirip Jelly dari Aren Visit Agenda – Di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Visit Agenda: Tak Hanya Gula, Aren di Borobudur Juga Diolah Jadi Dawet Kenyal Mirip Jelly

Visit Agenda: Borobudur Hadirkan Dawet Kenyal Mirip Jelly dari Aren

Visit Agenda – Di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pengunjung tidak hanya bisa menikmati gula aren tradisional, tetapi juga menemukan inovasi kuliner yang unik. Salah satu usaha yang menarik perhatian adalah warung dawet pati aren yang menawarkan tekstur kenyal, mirip jelly. Produk ini semakin populer karena cara penyajiannya yang menarik dan penggunaan bahan alami yang sehat.

Berbeda dengan dawet biasa yang terbuat dari tepung beras, dawet aren ini menggunakan bahan baku lokal yang diproses secara tradisional. Proses pengolahan membutuhkan waktu yang lebih lama, sehingga hasil akhirnya memiliki rasa dan tekstur yang lebih lembut. “Pati aren memberi aroma alami dan tekstur yang unik, membuat dawet ini lebih enak dan sehat,” ujar Heni, pemilik usaha ini.

“Dengan menggabungkan bahan tradisional, kami mencoba menawarkan sesuatu yang baru tetapi tetap terasa autentik,” tambah Heni sambil menunjukkan dawet yang tersaji di mangkuk gerabah.

Warung ini menjadi destinasi yang menarik untuk pengunjung yang ingin mengeksplorasi keunikan kuliner lokal. Lokasinya yang strategis di depan lapangan Tuksongo, yang menjadi salah satu atraksi wisata VW, memudahkan pengunjung untuk mengaksesnya saat berwisata di area tersebut.

Pembuatan dawet pati aren memerlukan keahlian khusus dan pengalaman. Heni menjelaskan bahwa bahan utamanya adalah pati aren yang diproses secara manual untuk mempertahankan kualitasnya. Teknik tradisional ini menjadikan dawet memiliki daya tahan lebih baik dan rasa yang khas. “Tekstur dawet ini mirip jelly, tapi lebih alami karena tidak menggunakan bahan kimia,” katanya.

Peran Visit Agenda dalam Meningkatkan Pengunjung

Visit Agenda memberikan peluang bagi pengusaha lokal untuk menjangkau pasar lebih luas. Di Borobudur, dawet aren yang dijual di warung ini telah menarik minat wisatawan dari berbagai daerah. Banyak pengunjung menyebutkan bahwa produk ini menjadi oleh-oleh yang berbeda dari yang biasa mereka temui. “Saya suka ide ini, karena menggabungkan budaya lokal dengan inovasi,” kata wisatawan asal Surabaya, Budi.

Karena semakin banyak pengunjung yang tertarik, usaha ini terus berkembang. Heni mengatakan bahwa penggunaan pembayaran digital, seperti QRIS BRI, mempermudah transaksi dan meningkatkan daya jual. “Dengan sistem digital, kami bisa melayani lebih banyak tamu tanpa mengurangi kualitas layanan,” tambahnya. Visit Agenda juga membantu mengangkat popularitas dawet aren ini melalui promosi dan pemasaran yang tepat.

Dawet aren di Borobudur tidak hanya menjadi makanan penutup, tetapi juga bisa dipadukan dengan menu lain. Misalnya, beberapa pengunjung memilih dawet sebagai pendamping makanan berat, seperti nasi uduk atau tempe tahu. “Saya selalu membawa dawet ini sebagai oleh-oleh kecil,” kata Ibu Rina, seorang pengunjung dari Yogyakarta.

Warung Ternama di Klaten Juga Menggunakan Pati Aren

Di sisi lain, kota Klaten juga memiliki produk makanan yang memanfaatkan pati aren. Mie Soun Sinar Pagi, usaha yang berdiri sejak 2014, mengandalkan bahan ini untuk menciptakan tekstur mi yang lebih lembut. Pemilik usaha, Rachmat Andianto, awalnya bekerja sebagai sopir sebelum beralih ke bisnis makanan.

Pembuatan mi soun di pabrik ini dilakukan secara tradisional dengan ketelitian tinggi. Pati aren asli dari Daleman, Tulung, digunakan sebagai bahan utama karena memberi rasa dan tekstur yang berbeda dari sagu. “Mie soun dengan pati aren lebih segar dan tidak cepat basi,” jelas Rachmat. Visit Agenda pun turut berperan dalam menyebarluaskan keistimewaan produk ini, baik melalui media sosial maupun kerja sama dengan destinasi wisata lokal.

Seiring berkembangnya minat terhadap makanan alami, usaha seperti ini semakin dikenal masyarakat. Heni dan Rachmat menyatakan bahwa mereka terus berusaha memperluas produk, seperti membuat makanan lain dari pati aren. “Kami ingin membuktikan bahwa bahan lokal bisa menjadi andalan,” kata Heni. Visit Agenda bisa menjadi wadah untuk mempromosikan produk-produk seperti ini ke masyarakat luas.

Join the discussion