Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Topics Covered: 3.830 Pekerja Kena PHK di Singapura, Angka Tertinggi dalam Hampir 3 Tahun

Barbara Rodriguez - lenterafakta.com 3 mins read

Topics Covered: PHK di Singapura Meningkat ke 3.830 Orang, Tertinggi dalam 3 Tahun Topics Covered: Dalam kuartal pertama tahun 2026, jumlah pemutusan hubungan

Topics Covered: 3.830 Pekerja Kena PHK di Singapura, Angka Tertinggi dalam Hampir 3 Tahun

Topics Covered: PHK di Singapura Meningkat ke 3.830 Orang, Tertinggi dalam 3 Tahun

Topics Covered: Dalam kuartal pertama tahun 2026, jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) di Singapura mencapai angka tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir, yaitu 3.830 orang. Angka ini melampaui 3.690 orang pada kuartal sebelumnya, menurut laporan Kementerian Ketenagakerjaan Singapura (MOM) yang dirilis Senin (15/6/2026) oleh Bloomberg.

Topics Covered: Kenaikan jumlah PHK terjadi di tengah upaya perusahaan untuk mereorganisasi bisnis dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. MOM menjelaskan bahwa alasan utama kenaikan ini adalah restrukturisasi organisasi serta perubahan fungsi kerja, bukan hanya upaya penghematan biaya. Proses ini mencerminkan adaptasi perusahaan dalam menghadapi perubahan dinamika pasar yang terus bergerak.

Perubahan Pola Pemutusan Pekerja

Topics Covered: Perubahan signifikan terjadi dalam pola PHK, terutama di sektor-sektor tertentu seperti manufaktur, jasa keuangan, asuransi, dan layanan profesional. Meski jumlah PHK naik, kementerian tersebut menilai stabilitas pasar tenaga kerja tetap terjaga. Tingkat PHK secara keseluruhan mencapai 1,6 per 1.000 pekerja, masih dalam kisaran normal di luar masa resesi.

Dilansir CNA, Senin, restrukturisasi di sektor profesional dan berbasis pengetahuan menciptakan pergeseran dalam pola pemutusan pekerjaan. MOM mencatat bahwa tingkat PHK pada kelompok pekerja berpendidikan tinggi meningkat drastis, dari 2,6 menjadi 3,1 per 1.000 pekerja, menjadi angka tertinggi dibandingkan kelompok pendidikan lainnya.

Di sisi lain, pekerja dengan latar belakang pendidikan sekolah menengah atau lebih rendah mengalami penurunan tingkat PHK menjadi 0,7 per 1.000 pekerja, sementara pekerja dengan diploma atau kualifikasi profesional melihat angka PHK turun ke 1,1 per 1.000 pekerja. Perbedaan ini menunjukkan pergeseran prioritas perusahaan dalam memutuskan pemutusan kerja.

Peran Kecerdasan Buatan dalam Perubahan Struktur

Topics Covered: Untuk pertama kalinya, laporan triwulanan MOM membahas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap tenaga kerja. “AI memang akan mengubah cara kerja, tetapi sejauh ini justru membantu merekonstruksi posisi pekerja,” kata Tan, dikutip CNA, Senin.

“Inilah mengapa pendidikan dan pelatihan keterampilan baru menjadi sangat penting bagi pekerja di tengah adopsi AI yang semakin luas,” ungkap Tan. Data dari April menunjukkan 6,2 persen perusahaan yang menerapkan AI melaporkan penurunan jumlah karyawan, sementara 8,5 persen perusahaan mengalami penurunan perekrutan.

Topics Covered: Mayoritas perusahaan melakukan penyesuaian fungsi pekerjaan, bukan pengurangan tenaga kerja. Dari 18,9 persen perusahaan yang mengadopsi AI, sebagian besar memperbarui peran karyawan mereka. Sektor digital dan berbasis pengetahuan, seperti informasi dan komunikasi serta layanan perbankan, menjadi pelaku utama adopsi teknologi ini.

Saat ini, sekitar 28,5 persen perusahaan di Singapura telah menggunakan AI. MOM mencatat bahwa adopsi teknologi ini tidak hanya berdampak pada sektor teknologi, tetapi juga memengaruhi sektor layanan tradisional. Perusahaan di bidang manufaktur dan logistik, misalnya, memanfaatkan AI untuk otomatisasi proses produksi dan manajemen rantai pasok.

Topics Covered: Di tengah kenaikan PHK, MOM mencatat tingkat pemulihan pekerjaan mencapai 60,7 persen dalam enam bulan terakhir, naik dari 57,4 persen sebelumnya. Fakta ini menunjukkan ketangguhan pasar tenaga kerja Singapura, meski terdapat tekanan dari perubahan struktur bisnis.

Pemerintah Singapura, melalui Tan, menyatakan akan terus memberikan dukungan untuk penyesuaian pekerjaan. Pada 2025, sekitar 400 orang mengikuti program konversi karier Workforce Singapore untuk dilatih mengisi posisi yang direkonstruksi, termasuk peran berbasis AI. Program ini diharapkan membantu pekerja menghadapi transformasi teknologi dan tetap relevan di pasar yang dinamis.

Join the discussion