Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

New Policy: Hindari Perang dan Tekanan Politik, Orang Kaya Dunia Ramai-ramai Pindah ke Spanyol

Susan Jones - lenterafakta.com 3 mins read

New Policy: ew Policy - Dalam beberapa bulan terakhir, kebijakan baru yang diterapkan di berbagai negara telah mendorong para orang kaya dari berbagai belahan

New Policy: Hindari Perang dan Tekanan Politik, Orang Kaya Dunia Ramai-ramai Pindah ke Spanyol

New Policy: Orang Kaya Pindah ke Spanyol

New Policy – Dalam beberapa bulan terakhir, kebijakan baru yang diterapkan di berbagai negara telah mendorong para orang kaya dari berbagai belahan dunia untuk memilih Spanyol sebagai lokasi berikutnya. Kebijakan ini, yang berfokus pada keamanan dan stabilitas, menjadi faktor utama dalam menarik minat investasi global. Pasar properti mewah Spanyol, khususnya di wilayah Costa del Sol, melihat peningkatan signifikan dalam pembelian hunian oleh pendatang asing. Negara-negara yang terlibat mencakup Amerika, Ukraina, Polandia, serta beberapa negara Teluk Arab seperti Kuwait dan Qatar.

Analisis Kebijakan Baru dan Pengaruhnya

Menurut Rebeca Caballero, kepala divisi internasional agen properti Gilmar, kebijakan baru tersebut berperan besar dalam mempercepat aliran investasi ke Spanyol. “Dengan kebijakan yang menekankan stabilitas geopolitik dan lingkungan yang aman, Spanyol menjadi destinasi utama bagi para orang kaya yang ingin menghindari risiko perang dan tekanan politik,” katanya, seperti dilansir Reuters pada Rabu (24/6/2026). Kebijakan ini juga memperkuat kepercayaan masyarakat internasional terhadap daya tarik Spanyol sebagai tempat berlindung.

“Selama 12 bulan terakhir, kebijakan baru telah mendorong kinerja pasar properti Spanyol menjadi pengecualian dibandingkan negara-negara Eropa lainnya,” tambah Jack Harris, mitra di tim properti residensial internasional Knight Frank. Menurutnya, faktor kebijakan ini mengubah persepsi investasi global terhadap Spanyol.

Data resmi pemerintah Spanyol menunjukkan tren peningkatan pembelian properti di tahun ini. Tahun lalu, sekitar 39 persen transaksi rumah di provinsi wisata utama seperti Malaga, Alicante, dan Kepulauan Balearic melibatkan pembeli asing. Selain perang, kebijakan baru juga memperkuat efek dari tekanan politik dan sosial yang terjadi di negara-negara lain. “Kebijakan baru ini menjawab kebutuhan orang kaya untuk mengurangi risiko ekonomi global,” ujarnya.

Penyebaran pengungsi kaya ke Spanyol terutama meningkat sejak kebijakan baru diterapkan. Salah satu contoh adalah gelombang pembelian hunian oleh warga Polandia, yang sebelumnya mulai terjadi sejak 2020. Porsi transaksi properti yang dilakukan oleh warga Polandia melonjak dari 1,6 persen pada 2019 menjadi 4 persen pada 2025. Tren ini juga diperkuat oleh transaksi jarak jauh, di mana pembeli tidak perlu datang langsung ke Spanyol.

Danau Santa Clara di Marbella menjadi contoh lain tentang dampak kebijakan baru. 70 persen unit properti di area tersebut terjual kepada penduduk asing dari Polandia. Di Benidorm, pembeli asal negara tersebut mendominasi pemesanan unit di gedung pencakar langit 64 lantai yang sedang dalam pembangunan. Selain itu, kehadiran warga Amerika juga semakin signifikan. Dalam data Perusahaan Properti Gilmar, pembelian oleh penduduk AS meningkat dari 0,5 persen pada 2024 menjadi 6,2 persen pada 2025. Mereka bahkan telah melampaui warga Inggris sebagai pembeli asing terbesar di Costa del Sol.

Masuknya investor global ke Spanyol didukung oleh kebijakan baru yang memberikan insentif ekonomi dan lingkungan. Faktor seperti stabilitas ekonomi, cuaca yang nyaman, serta kenaikan nilai aset menjadi alasan utama masyarakat lokal dan internasional memilih Spanyol. Namun, dampaknya cukup signifikan bagi masyarakat setempat. Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, Spanyol diperkirakan akan mengalami defisit 750.000 unit rumah dalam waktu dekat, menurut laporan Euro News pada Rabu (18/6/2026).

Bank Sentral Spanyol mengingatkan pemerintah tentang kondisi ini. Jika kebijakan baru terus berlanjut, warga lokal akan kesulitan mendapatkan hunian layak yang harga terjangkau. Meski Spanyol masih menjadi pilihan kedua setelah Dubai, kawasan Timur Tengah mulai kehilangan daya tariknya setelah konflik mengganggu citra sebagai tempat aman bagi keluarga kaya. Kebijakan baru menjadi faktor kunci dalam memperkuat posisi Spanyol sebagai destinasi utama.

Secara nasional, warga Amerika menyumbang sekitar 2 persen dari total pembelian properti asing di Spanyol. Mereka juga membayar harga rata-rata tertinggi ketiga, setelah pembeli dari Swedia dan Jerman. Angka ini menunjukkan dominasi pasar properti Spanyol dalam menarik investasi dari luar negeri. Kebijakan baru terus mendorong peningkatan ini, menegaskan peran Spanyol sebagai tempat berlindung yang menarik bagi para orang kaya.

Join the discussion