Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Solving Problems: Kisah Arifin, 20 Tahun Jualan Es Krim Keliling Borobudur, Kini Bisa Menabung berkat QRIS

Nancy Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

Kisah Arifin 20 Tahun Jualan Es Krim Borobudur, Kini Bisa Menabung Berkat QRIS Solving Problems — Di tengah hawa panas Borobudur, Arifin tetap tersenyum lebar

Solving Problems: Kisah Arifin, 20 Tahun Jualan Es Krim Keliling Borobudur, Kini Bisa Menabung berkat QRIS

Kisah Arifin 20 Tahun Jualan Es Krim Borobudur, Kini Bisa Menabung Berkat QRIS

Solving Problems — Di tengah hawa panas Borobudur, Arifin tetap tersenyum lebar saat melayani pengunjung. Sebuah motor hitam di depannya menjadi pangkalan usaha yang dihiasi kotak pendingin bertuliskan “Ice Cream Diamond”. Cone es krim berwarna biru muda dan hijau mint disusun rapi, sementara pipa paralon putih berfungsi sebagai tempat sampah. Kalimat lucu “is adem (dingin)” di badannya sering mengundang tawa dari pembeli. Arifin, yang sudah mengelola bisnis es krim selama 20 tahun, kini merasakan perubahan signifikan berkat adopsi QRIS.

Bisnis es krim yang dimulai Arifin di Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, sejak awal menghadapi tantangan. Perjalanan 20 kilometer dari rumah ke lokasi Borobudur setiap pagi sekitar pukul 07.00 WIB menjadi rutinitasnya. Tapi, sejak lima tahun terakhir, ia memilih berdagang di lahan parkir pusat oleh-oleh Rengginang Bu Yatin, Dusun Tingal Wetan, Desa Wanurejo. “Solving Problems dengan QRIS membuat saya bisa mengatur keuangan lebih baik,” ungkapnya. Sebelumnya, ia sering menghabiskan uang tunai untuk kebutuhan tak terduga, tetapi kini hasil penjualan bisa masuk ke rekening, yang menjadi langkah penting untuk menabung.

Transisi ke Pembayaran Digital

Perpindahan ke sistem pembayaran digital membutuhkan adaptasi. Arifin, yang awalnya ragu, akhirnya mengadopsi QRIS setelah beberapa pembeli menanyakan kemudahan pembayaran. “Saat itu, saya bingung karena merasa tidak bisa mengikuti trend,” katanya. Namun, setelah mempelajari cara mengaktifkan QRIS, bisnisnya mengalami perubahan. “Solving Problems dalam bisnis kecil sering kali dimulai dari kecil, seperti mengelola uang tunai yang sering mengalir cepat,” tambahnya. Kini, ia bisa mengatur pengeluaran, memantau keuntungan, dan menabung secara teratur.

Adopsi QRIS tidak hanya memberi manfaat finansial, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelanggan. Arifin menceritakan bahwa beberapa wisatawan mulai merasa lebih nyaman membayar dengan cara digital, terutama ketika mereka menghargai transparansi dan keamanannya. “QRIS membuat saya lebih mudah berinteraksi dengan pelanggan, bahkan di tengah kerumunan,” jelasnya. Dengan sistem ini, transaksi lebih cepat, pengeluaran lebih terkontrol, dan bisnis pun mulai berkembang secara bertahap.

Manfaat Teknologi dalam Bisnis Kecil

Kepala Unit BRI Borobudur, Jatun Sigit P., menjelaskan bahwa pendaftaran merchant QRIS cukup sederhana. Pelaku usaha hanya perlu menyiapkan KTP, foto tempat usaha, dan surat keterangan. “Prosesnya bisa dilakukan langsung di kantor BRI terdekat, cukup lima dokumen,” katanya kepada Kompas.com, Rabu (24/6/2026). Pendaftaran ini dianggap sebagai solving problems dalam mengakses teknologi pembayaran modern, terutama bagi usaha kecil yang terbatas akses ke layanan finansial.

Menurut Arifin, penggunaan QRIS juga memudahkan bisnisnya. “Dulu, saya sering terlambat pulang karena harus mengumpulkan uang tunai, sekarang bisa langsung masuk ke rekening,” katanya. Ia menambahkan bahwa teknologi ini tidak hanya membantu mengelola keuangan, tetapi juga memperluas jangkauan pelanggan. “Solving Problems melalui QRIS membuat bisnis saya lebih stabil, bahkan di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu,” ujarnya. Selain itu, ia bisa memanfaatkan keuntungan untuk investasi kecil, seperti membeli peralatan tambahan atau menambah stok rasa es krim yang diminati wisatawan.

Arifin juga menyebutkan bahwa QRIS memberi dampak positif terhadap lingkungan sekitar. Dengan mengurangi penggunaan uang fisik, ia merasa lebih berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. “Dulu, uang kertas dan koin sering tercecer, sekarang lebih rapi karena semua masuk ke rekening,” katanya. Hal ini menjadi contoh bagaimana solving problems dalam usaha kecil bisa membawa perubahan yang lebih luas, termasuk dalam pengelolaan sumber daya dan keberlanjutan bisnis.

Dalam perjalanan 20 tahunnya, Arifin terus beradaptasi dengan perubahan. Dari metode tradisional ke pembayaran digital, ia menemukan solving problems yang relevan dengan tuntutan pasar. “Saya tidak pernah berhenti belajar, karena bisnis harus terus berkembang,” katanya. Pemakaian QRIS, menurutnya, adalah langkah kecil yang memberi dampak besar. “Ini bukan hanya tentang uang, tapi juga tentang kepercayaan dan efisiensi,” tambahnya. Dengan konsistensi dan inovasi, Arifin berharap bisa terus berkembang, bahkan menambah karyawan untuk membantu mengelola bisnisnya.

Join the discussion