LenteraFakta
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Harga Minyak Dunia Flat Sepekan, Masih di Atas 100 Dollar AS

Published September 20, 2026 · Updated September 20, 2026 · By Robert Anderson - lenterafakta.com

Foto : Robert Anderson - lenterafakta.com

Minyak Dunia Bertahan di Atas 100 Dollar AS Meski Melemah di Akhir Pekan

Lenterafakta.com – Pergerakan harga minyak global cenderung tidak banyak berubah sepanjang pekan, walaupun perdagangan pada Jumat, 18 September 2026, ditutup lebih rendah. Pasar menilai penutupan jalur pipa East-West milik Arab Saudi belum menimbulkan gangguan pasokan sebesar kekhawatiran awal, sehingga tekanan pada harga mulai mereda.

Minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI turun 1,6 persen pada Jumat dan berakhir di level 100,30 dollar AS per barrel. Di saat yang sama, minyak Brent melemah 0,9 persen menjadi 103,87 dollar AS per barrel.

Dalam hitungan sepekan, WTI praktis bergerak datar. Brent mencatat penurunan hampir 1 persen. Kendati demikian, kedua patokan harga minyak tersebut masih berada di atas 100 dollar AS per barrel, sebuah level yang mencerminkan pasar tetap memperhitungkan risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Gangguan Pipa Belum Menghentikan Arus Minyak Kawasan

Harga minyak masih lebih tinggi lebih dari 5 persen dibandingkan posisi sebelum serangan drone dari Irak pada Kamis pekan lalu. Serangan tersebut merusak jaringan pipa Arab Saudi dan menyebabkan jalur East-West ditutup.

Namun, aliran minyak dari Timur Tengah dinilai tetap berlangsung cukup kuat meskipun infrastruktur tersebut mengalami gangguan. Kondisi ini membantu meredakan kekhawatiran bahwa penutupan pipa akan segera mengurangi pasokan minyak dunia secara tajam.

“Aliran minyak Timur Tengah tetap mengejutkan kuat meskipun terjadi gangguan pada jaringan pipa East-West Arab Saudi,” ujar Kepala Strategi Komoditas Global JPMorgan, Natasha Kaneva.

JPMorgan memperkirakan rata-rata total arus minyak dari Timur Tengah mencapai sekitar 17 juta barrel per hari dalam 10 hari terakhir. Volume itu memang sekitar 6 juta barrel per hari lebih rendah daripada rata-rata sepanjang 2025, tetapi tetap menunjukkan adanya kemampuan kawasan untuk menjaga distribusi minyak di tengah gangguan.

Perubahan jalur pengiriman menjadi salah satu faktor penting. Citra satelit memperlihatkan Arab Saudi mengalirkan 2,8 juta barrel per hari melalui Selat Hormuz selama enam hari terakhir. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan sekitar 700.000 barrel per hari pada Agustus.

Ekspor minyak Arab Saudi secara keseluruhan juga mencapai 5 juta barrel per hari pada Selasa, dihitung dari rata-rata pergerakan 10 hari. Peningkatan pengiriman melalui Selat Hormuz memberi ruang bagi Arab Saudi untuk mengalihkan sebagian arus minyak ketika jaringan East-West tidak dapat beroperasi normal.

Ketahanan Rute Alternatif Masih Menjadi Pertanyaan

Pasar belum dapat menganggap pengaturan tersebut sebagai solusi permanen. Kaneva menilai volume pengiriman yang terjadi sekarang mungkin sulit dipertahankan dalam waktu lama, terutama karena keberlanjutan rute itu dipengaruhi situasi keamanan regional.

“Untuk saat ini, solusi tersebut tampaknya berhasil, selama Iran mengizinkannya,” kata dia.

Selat Hormuz memiliki arti penting bagi perdagangan energi karena menjadi salah satu jalur utama pengangkutan minyak dari negara-negara Timur Tengah. Ketika ekspor dialihkan ke rute tersebut, pasar bukan hanya melihat jumlah minyak yang berhasil dikirim, tetapi juga mencermati keamanan pelayaran dan potensi gangguan lanjutan.

Itulah sebabnya penurunan harga pada Jumat belum serta-merta menghapus premi risiko yang telah muncul setelah serangan terhadap pipa. Harga tetap bertahan di atas 100 dollar AS karena pelaku pasar masih menimbang kemungkinan pasokan kembali terganggu apabila situasi keamanan memburuk.

Ancaman Serangan Lanjutan Tetap Membayangi

Kepala Strategi Komoditas Global RBC Capital Markets Helima Croft menilai risiko terhadap pasokan minyak mentah maupun produk olahan masih besar. Perhatian juga tertuju pada kelompok Houthi, sekutu Iran di Yaman, yang dinilai berpotensi kembali melancarkan serangan.

“Kelompok Houthi kemungkinan masih memiliki pasokan drone dan senjata yang diperlukan untuk melakukan serangan lebih lanjut terhadap jaringan pipa East-West dan infrastruktur energi di sepanjang Laut Merah,” kata Croft.

Ancaman terhadap infrastruktur energi memiliki dampak yang lebih luas daripada kerusakan fisik di satu titik. Pasar minyak sangat sensitif terhadap kemungkinan hambatan pada produksi, pengiriman, pelabuhan, kilang, maupun jalur laut utama. Ketidakpastian pada salah satu bagian rantai tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasokan dan menggerakkan harga dengan cepat.

Rapidan Energy memperkirakan gangguan jaringan pipa akan membatasi produksi serta ekspor minyak mentah Arab Saudi setidaknya hingga akhir September. Perkiraan tersebut menandakan pemulihan penuh belum tentu berlangsung segera, meski pengalihan arus minyak saat ini membantu menahan dampak awal.

“Risiko tetap mengarah pada gangguan yang lebih besar jika gangguan jaringan pipa berlanjut melewati September atau Iran, Houthi, maupun kelompok proksi lainnya meningkatkan serangan,” kata Rapidan dalam catatannya.

Bagi konsumen dan pelaku usaha, harga minyak dunia perlu diperhatikan karena komoditas ini menjadi salah satu penentu biaya energi dan transportasi. Namun, pergerakan harga minyak mentah global tidak otomatis berarti perubahan yang sama besar atau seketika pada harga energi di tingkat lokal. Dampaknya bergantung pada banyak unsur, termasuk rantai distribusi, kebijakan, kurs, serta waktu penyesuaian harga.

Dalam waktu dekat, perhatian pasar akan tertuju pada kelancaran ekspor Arab Saudi, kondisi jaringan East-West, serta perkembangan keamanan di Selat Hormuz dan Laut Merah. Selama pengiriman alternatif dapat berjalan, tekanan pasokan mungkin lebih terkendali. Sebaliknya, gangguan yang lebih lama atau serangan tambahan berpotensi kembali mendorong volatilitas minyak dunia.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Harga Minyak Dunia Flat Sepekan Masih?

Harga Minyak Dunia Flat Sepekan Masih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Harga Minyak Dunia Flat Sepekan Masih matter?

Harga Minyak Dunia Flat Sepekan Masih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.