LenteraFakta
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

“Di Laut Enggak Ada Bengkel”, Cerita Suripto Merawat Nyawa Lewat Kapal-Kapal Rusak

Published Oktober 29, 2026 · Updated Oktober 29, 2026 · By Mary Taylor - lenterafakta.com

Foto : Mary Taylor - lenterafakta.com

Di Laut Enggak Ada Bengkel, Ketelitian Suripto Perbaiki Kapal

Lenterafakta.com – Di Laut Enggak Ada Bengkel menjadi prinsip yang dipegang Suripto (46) saat memperbaiki kapal di kawasan pengedokan Muara Baru, Jakarta Utara. Bagi pria yang telah lima tahun bekerja di bidang reparasi kapal itu, setiap pekerjaan pada lambung maupun kemudi berkaitan dengan keselamatan kru ketika kapal kembali berlayar.

Di area pengedokan, kapal-kapal diangkat dan ditempatkan di atas penyangga. Kondisi tersebut memungkinkan pekerja memeriksa bagian bawah kapal yang biasanya berada di dalam air, mulai dari lambung, rantai, hingga komponen lain yang membutuhkan penanganan.

Suripto menangani perbaikan pada lambung bawah kapal, termasuk ketika ditemukan kebocoran. Ia juga memperbaiki bagian kemudi yang mengalami gangguan sebelum kapal diizinkan kembali menjalankan aktivitas di laut.

Dari ABK ke Pekerja Galangan Kapal

Sebelum bekerja di pengedokan kapal, Suripto pernah menjadi anak buah kapal (ABK) selama sekitar dua tahun. Pengalaman tersebut membuatnya memahami langsung kehidupan pelaut yang harus berada jauh dari rumah dalam waktu lama.

Keinginannya untuk lebih sering bertemu keluarga kemudian mendorong Suripto memilih pekerjaan di darat. Meski tidak lagi berlayar sebagai ABK, ia tetap bekerja di dunia perkapalan dengan tanggung jawab yang tidak kalah penting.

"Nih jadi ABK tahu sendiri sih, kalau enggak ketemu keluarga, ya kan? Nah itu. Sedikit, tapi bisa ketemu keluarga setiap hari, gitu. Gitu doang," kata Suripto pada Kamis (29/10/2026).

Perpindahan pekerjaan itu membuat Suripto tetap dekat dengan kapal, tetapi dengan ritme kehidupan yang berbeda. Dari galangan, ia membantu memastikan kapal berada dalam kondisi layak sebelum kembali menghadapi perjalanan laut.

Memeriksa Lambung dan Kemudi Kapal

Bagian lambung bawah menjadi fokus utama pekerjaan Suripto. Area tersebut harus diperiksa secara saksama karena akan terus bersentuhan dengan air saat kapal beroperasi. Kebocoran yang terlihat kecil pun perlu segera ditangani.

"Ya ngerjain bagian lambung bawah aja. Ya lambung bawah kan pasti ada repair nih, ya kan. Dibilang ada kebocoran, kita yang benerin, ya kan. Ada istilahnya bagi bagian kemudi rusak, paling kita yang benerin, begitu," ujarnya.

Selain lambung, kemudi kapal juga membutuhkan perhatian khusus. Komponen ini berperan dalam mengarahkan kapal, sehingga kerusakannya harus diperbaiki sebelum kapal kembali digunakan.

Proses pengedokan memberi akses bagi pekerja untuk melihat langsung titik-titik yang sulit dijangkau ketika kapal masih terapung. Dari pemeriksaan itu, mereka dapat menentukan bagian yang perlu diperbaiki dan memastikan hasil pekerjaan dapat berfungsi saat kapal kembali ke laut.

Keselamatan Kru Menjadi Pertaruhan

Bagi Suripto, ungkapan Di Laut Enggak Ada Bengkel bukan sekadar gambaran tentang sulitnya mencari fasilitas perbaikan. Kalimat itu menjadi alasan mengapa setiap pengerjaan harus dilakukan dengan teliti.

"Iya detail, soalnya kan istilahnya ini adanya di laut, ya kan. Di laut kalau ada apa-apa di sana kan enggak ada bengkel. Nah, keselamatan istilahnya kru-kru di sini. Sekarang kalau bocor sedikit kan, ada kru ya kan begitu," tutur dia.

Menurut Suripto, kondisi kapal berhubungan langsung dengan keselamatan orang-orang di atasnya. Lambung yang rapat dan kemudi yang berfungsi baik menjadi hal mendasar agar kapal dapat beroperasi dengan lebih aman.

Karena itu, pekerjaan reparasi kapal tidak hanya soal memperbaiki logam atau komponen yang rusak. Ketelitian di galangan menjadi bagian dari upaya menjaga kapal dan kru yang akan menghadapi risiko perjalanan di laut.

FAQ: Perbaikan Kapal di Galangan

Mengapa kapal harus masuk pengedokan untuk diperbaiki?

Pengedokan memungkinkan bagian bawah kapal diperiksa secara langsung. Lambung dan komponen yang berada di bawah garis air lebih mudah dilihat serta diperbaiki ketika kapal sudah diangkat dari laut.

Bagian apa saja yang ditangani Suripto?

Suripto memperbaiki lambung bawah kapal yang mengalami kebocoran dan menangani kerusakan pada bagian kemudi.

Mengapa perbaikan kapal perlu dilakukan secara detail?

Karena Di Laut Enggak Ada Bengkel, gangguan pada lambung atau kemudi dapat menjadi persoalan serius ketika kapal sudah jauh dari daratan. Pemeriksaan dan perbaikan sebelum kapal berlayar membantu menjaga keselamatan kru.

Related Reading