Ledakan Maut di Tangsel: 2 Orang Tewas, 6 Bangunan Rusak Parah
Ledakan Maut di Tangsel Tewaskan Dua Orang, Enam Bangunan Rusak Berat
Lenterafakta.com – Ledakan Maut di Tangsel terjadi di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu malam, 14 Oktober 2026. Peristiwa tersebut menewaskan dua orang, melukai 10 orang lainnya, serta menyebabkan sedikitnya enam bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan parah.
Setelah ledakan terjadi, petugas gabungan langsung melakukan penanganan dan evakuasi di area pasar. Polisi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, petugas SAR, serta relawan membantu mengevakuasi korban dan warga yang terdampak reruntuhan material bangunan.
Lokasi kejadian menjadi perhatian karena kerusakan bangunan dan puing-puing tersebar di sekitar titik ledakan. Petugas juga mengamankan area agar proses penyelamatan, pemeriksaan tempat kejadian perkara, dan pembersihan dapat berlangsung dengan aman.
Dua Orang Meninggal, Sepuluh Korban Mengalami Luka
Data pada papan informasi posko komunikasi SAR menunjukkan jumlah korban dalam peristiwa tersebut mencapai 12 orang. Dua korban dinyatakan meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan delapan korban lainnya menderita luka ringan.
Salah satu korban meninggal dievakuasi ke RSUD Tangerang Selatan, sedangkan korban meninggal lainnya dibawa ke RS Fatmawati. Selain itu, tujuh korban juga dibawa ke dua rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Besarnya jumlah korban menunjukkan dampak serius dari kejadian di kawasan yang menjadi pusat aktivitas warga tersebut. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena beberapa bagian bangunan telah runtuh dan masih terdapat material berserakan di sekitar pasar.
Petugas terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di area terdampak. Pemeriksaan terhadap struktur bangunan juga diperlukan sebelum lokasi dapat dinyatakan aman untuk aktivitas lanjutan.
Enam Bangunan di Sekitar Pasar Cimanggis Rusak Parah
Ledakan di Pasar Cimanggis mengakibatkan sedikitnya enam bangunan mengalami kerusakan berat. Sejumlah bagian bangunan runtuh, sementara serpihan konstruksi dan material lain menutupi sebagian area di sekitar titik kejadian.
Rekaman yang beredar memperlihatkan warga dan orang-orang di sekitar lokasi bergegas menuju area yang diduga menjadi pusat ledakan. Dalam rekaman lain, puing bangunan terlihat memenuhi lokasi, sementara seorang warga tampak mengalami luka dan mengeluarkan darah.
Kondisi tersebut membuat petugas harus membatasi akses ke area terdampak. Pengamanan diperlukan untuk mencegah risiko tambahan, terutama bagi warga yang ingin melihat lokasi maupun personel yang tengah melakukan evakuasi dan penyelidikan.
Dalam penanganan Ledakan Maut di Tangsel, tim gabungan tidak hanya berfokus pada korban, tetapi juga pada keamanan bangunan yang berada di sekitarnya. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada bagian konstruksi yang berpotensi roboh kembali.
Polisi Tegaskan Ledakan Bukan Bom
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Susatyo Purnomo Condro menyampaikan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh bom. Namun, penyebab utama ledakan masih dalam pendalaman aparat kepolisian.
“Ini bukan bom, ini adalah ledakan yang saat ini masih didalami,” kata Susatyo saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Rabu malam.
Untuk mengungkap penyebab kejadian, tim gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara awal. Pemeriksaan melibatkan personel penjinak bom, Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan Polres Tangerang Selatan.
Sejumlah unsur tersebut akan menelusuri kondisi lokasi, memeriksa material yang ditemukan, dan mengumpulkan keterangan dari saksi. Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai asal maupun rangkaian penyebab ledakan karena investigasi masih berjalan.
Tabung Etilen Ditemukan di Lokasi Kejadian
Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan tabung gas etilen berkapasitas 52 kilogram di tempat kejadian perkara. Temuan itu menjadi salah satu bagian yang diperiksa dalam penyelidikan penyebab ledakan di Pasar Cimanggis.
“Di TKP ditemukan sebuah tabung etilen 52 kilogram yang panjang,” ujar Susatyo.
Gas etilen lazim digunakan untuk membantu mempercepat pematangan buah. Di bagian bangunan yang mengalami kerusakan paling berat, petugas juga menemukan tumpukan pisang mentah.
Meski demikian, keberadaan tabung etilen dan tumpukan pisang belum dapat dijadikan kesimpulan tentang penyebab peristiwa. Aparat masih perlu memeriksa seluruh bukti serta keterangan saksi untuk mengetahui rangkaian kejadian secara utuh.
FAQ Ledakan Maut di Tangsel
Berapa jumlah korban dalam ledakan di Pasar Cimanggis?
Total terdapat 12 korban. Dua orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan delapan orang mengalami luka ringan.
Apakah ledakan tersebut berasal dari bom?
Polisi menegaskan ledakan tersebut bukan berasal dari bom. Penyebab pastinya masih didalami melalui pemeriksaan lokasi dan barang bukti oleh tim gabungan.
Apa yang sebaiknya dilakukan warga di sekitar lokasi?
Warga diminta menghindari area yang telah diamankan dan tidak mendekati puing atau benda yang belum diperiksa petugas. Ruang bagi tim evakuasi dan penyidik diperlukan agar penanganan dapat berjalan aman.
Hingga Rabu malam, penyebab pasti Ledakan Maut di Tangsel belum diumumkan. Aparat masih berfokus pada penanganan korban, pengamanan lokasi, pencatatan kerusakan, serta pengumpulan bukti untuk mengungkap peristiwa tersebut.