Gerindra: Swasembada Pangan Prabowo Bukan Omon-omon, Mari Cek Gudang Bulog
Gerindra Tegaskan Swasembada Pangan Prabowo Berbasis Fakta
Lenterafakta.com – Gerindra menegaskan bahwa capaian swasembada pangan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar narasi. Anggota Fraksi Gerindra DPR RI Andre Rosiade menyatakan, pihak yang masih meragukan kondisi pangan nasional dapat melihat langsung ketersediaan beras di gudang Perum Bulog di berbagai daerah.
Pernyataan itu disampaikan Andre dalam diskusi mengenai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Menurut dia, pembuktian mengenai swasembada pangan seharusnya mengacu pada kondisi stok dan data nyata, bukan hanya perdebatan di ruang publik.
“Swasembada tuh tidak pakai narasi, tapi pakai fakta. Saya mau mengundang yang mengkritik bahwa kita swasembada itu data palsu, mari datang ke gudang Bulog masing-masing yang ada di berbagai kota/kabupaten maupun provinsi,” kata Andre.
Andre mengatakan masyarakat dapat melihat gudang Bulog yang terisi penuh sebagai salah satu indikator ketersediaan pangan. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan hasil dari kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Stok Beras Sumatera Barat Disebut Cukup hingga Maret 2027
Politikus Gerindra itu mengaku telah meninjau gudang Bulog di Sumatera Barat. Dari pengecekan yang dilakukannya beberapa waktu lalu, Andre menyebut stok beras di provinsi tersebut mencukupi hingga Maret 2027.
Menurut Andre, persediaan beras dan data pemasukan ke gudang Bulog di Sumatera Barat menjadi dasar penilaiannya bahwa stok pangan di daerah itu berada dalam kondisi aman. Ia memandang fakta di lapangan tersebut relevan untuk menjawab kritik terhadap klaim swasembada pangan.
Gerindra juga menyoroti kebijakan pemerintah yang, menurut Andre, memberikan keberpihakan kepada petani. Ia menyebut Indonesia tidak lagi melakukan impor beras dan mengaitkan kondisi itu dengan kebijakan yang dijalankan pemerintah.
“Sekarang kita enggak impor lagi beras, Pak, Bu. Itu karena apa? Kebijakan pemerintah yang jelas berpihak kepada petani, ya, dan itu bukan hanya narasi omon-omon pidato, tapi direalisasikan dengan kebijakan,” tutur Andre.
Peluang Ekspor Beras dan Kebijakan untuk Petani
Selain membahas cadangan beras, Andre menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas dan mulai melakukan ekspor. Ia juga menyampaikan adanya kemungkinan ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi.
Andre bercerita bahwa beberapa hari sebelum diskusi berlangsung, seorang rekannya meminta informasi mengenai peluang pengiriman 500 ton beras Indonesia ke Arab Saudi dengan kualitas tertentu. Ia kemudian menirukan jawaban Menteri Pertanian yang menyebut ekspor dapat dilakukan karena Indonesia memiliki surplus, dengan syarat ada surat resmi kepada pemerintah Indonesia dan Bulog.
Bagi Gerindra, peluang ekspor tersebut dipandang sebagai salah satu sinyal bahwa kebijakan penguatan pangan mulai membuahkan hasil. Namun, Andre menekankan bahwa pembuktian utama tetap dapat dilihat dari ketersediaan stok dan kondisi gudang Bulog di berbagai wilayah.
Ia juga menyebut pemerintah membeli gabah petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram. Selain itu, Andre menyatakan harga pupuk telah turun 20 persen pada pemerintahan Prabowo. Kebijakan tersebut, menurut dia, merupakan bentuk dukungan konkret kepada petani.
FAQ: Apa yang Disampaikan Gerindra soal Swasembada Pangan?
Apa bukti yang disampaikan Gerindra? Andre Rosiade mengajak pihak yang meragukan swasembada pangan untuk memeriksa langsung stok beras di gudang Bulog di berbagai daerah.
Bagaimana kondisi stok beras di Sumatera Barat? Berdasarkan pengecekan Andre, stok beras di Sumatera Barat disebut mencukupi hingga Maret 2027.
Apa kebijakan yang disoroti Andre? Ia menyebut pembelian gabah petani seharga Rp 6.500 per kilogram serta penurunan harga pupuk 20 persen sebagai kebijakan yang berpihak kepada petani.
Apakah ada peluang ekspor beras? Andre menyebut terdapat kemungkinan ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi, termasuk permintaan informasi mengenai pengiriman 500 ton beras dengan kualitas tertentu.