LenteraFakta
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kalapas Cibinong Dituding Bohong soal Foto Koruptor Jimmy Masrin di Rumah Mewah

Published September 28, 2026 · Updated September 28, 2026 · By Robert Anderson - lenterafakta.com

Foto : Robert Anderson - lenterafakta.com

Pertanyaan soal Foto Jimmy Masrin Mengemuka dalam Rapat DPR

Lenterafakta.com – Keberadaan bingkai foto narapidana korupsi Jimmy Masrin di sebuah rumah mewah di lingkungan Lapas Kelas IIA Cibinong menjadi sorotan dalam rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026). Kepala Lapas Cibinong non-aktif, Wisnu Hani Putranto, diminta menjelaskan asal-usul serta lamanya foto tersebut berada di lokasi yang disebut sebagai rumah dinas Kasie Kamtib.

Anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi PKS, Yanuar Arif Wibowo, menilai penjelasan Wisnu belum menjawab inti persoalan. Ia mempertanyakan alasan foto Jimmy Masrin dapat dipajang di dalam bangunan tersebut apabila klaster mewah itu memang diperuntukkan sebagai tempat tinggal pejabat lapas.

“Jangan main-main dengan publik. Jangan main-main dengan pengawasan. Di sini ditulis ada yang mengaku punya sofa, punya ini, punya ini. Bagaimana cerita figuranya Jimmy Masrin itu bisa ada dalam ruang rumah dinas? Pertanyaan saya, Pak Kalapas, Anda 3 tahun di sana, sudah berapa lama Anda tahu Pak Jimmy Masrin ada di situ?”

Pertanyaan itu diarahkan kepada Wisnu yang telah bertugas di Lapas Cibinong selama tiga tahun. Yanuar menekankan bahwa isu tersebut tidak hanya menyangkut sebuah benda yang ditemukan, tetapi juga berkaitan dengan pengawasan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Penjelasan soal Razia Sehari Sebelum Sidak

Wisnu menyampaikan bahwa foto Jimmy Masrin diketahui setelah Kasie Kamtib melakukan penggeledahan di blok hunian narapidana. Kegiatan tersebut disebut berlangsung satu hari sebelum Ombudsman melakukan inspeksi mendadak ke Lapas Cibinong.

Saat pertama kali diminta menjawab, Wisnu sempat menyebut pihaknya memperoleh informasi mengenai nama tersebut. Namun, jawaban itu langsung dipotong oleh Yanuar karena dinilai tidak menjelaskan kapan bingkai foto yang dimaksud berada di rumah dinas.

“Jangan bohong ya, Pak.”

Wisnu kemudian menyatakan siap memberikan penjelasan. Yanuar kembali mendesak dengan mempertanyakan mengapa informasi mengenai keberadaan foto itu baru muncul setelah waktu yang lama.

“Kenapa lama sekali?”

Dalam jawabannya, Wisnu sempat menerangkan bahwa Jimmy Masrin masuk ke Lapas Cibinong. Namun, anggota Komisi XIII DPR tersebut kembali meluruskan pertanyaan. Fokus yang dipersoalkan bukan waktu masuknya Jimmy Masrin ke lapas, melainkan umur keberadaan figura fotonya di rumah dinas yang dikaitkan dengan Kasie Kamtib.

“Bukan. Figura tadi itu (foto Jimmy Masrin) loh yang ada di (rumah dinas) Kasi Kamtib tadi sudah berapa lama?”

Jawaban Dinilai Belum Menyentuh Pokok Persoalan

Wisnu lantas menjelaskan bahwa Kasie Kamtib menyebut tim Kamtib melakukan razia pada Selasa, 22 September. Dalam operasi di blok hunian itu, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di area narapidana.

“Mohon izin menjelaskan, Bapak, bahwa pigura tersebut setelah kami tanya ke Kasi Kamtib, Bapak, bahwa pada hari Selasa tanggal 22 (September), tim Kamtib melakukan razia ke blok hunian, Bapak. Lalu menemukan beberapa barang terlarang, Bapak.”

Penjelasan tersebut belum meredakan keberatan Yanuar. Ia menilai keterangan mengenai razia dan temuan barang terlarang tidak secara langsung menjawab pertanyaan tentang sejak kapan foto Jimmy Masrin ditempatkan di rumah dinas tersebut.

“Pak, saya ingatkan ya. Jangan tutupi kebohongan dengan kebohongan.”

Yanuar kembali meminta kepastian mengenai durasi bingkai foto itu berada di rumah yang disebut milik Kasie Kamtib Lapas Cibinong. Dalam bagian pemeriksaan tersebut, Wisnu hanya menjawab, “siap”.

Sorotan terhadap Pengawasan Lingkungan Lapas

Perdebatan dalam rapat itu memperlihatkan pentingnya kejelasan pengelolaan fasilitas dan pengawasan di area lembaga pemasyarakatan. Bangunan yang dikategorikan sebagai rumah dinas semestinya memiliki status penggunaan yang jelas, termasuk pihak yang dapat menempati serta barang-barang yang berada di dalamnya.

Foto seorang narapidana korupsi yang ditemukan di lingkungan demikian memunculkan pertanyaan mengenai akses, penguasaan ruang, dan efektivitas kontrol internal. Persoalan itu menjadi lebih sensitif karena temuan tersebut berkaitan dengan Jimmy Masrin, yang namanya disebut dalam pemeriksaan di DPR.

Razia yang dilakukan pada 22 September juga menjadi bagian penting dari rangkaian penjelasan. Penggeledahan blok hunian pada dasarnya ditujukan untuk menemukan barang yang tidak semestinya berada di tangan warga binaan. Namun, pembahasan di DPR menunjukkan bahwa temuan di luar blok hunian tetap memerlukan penjelasan tersendiri, terutama bila berada di fasilitas yang dikaitkan dengan pejabat lapas.

Dalam konteks pengawasan publik, jawaban yang rinci diperlukan untuk membedakan antara informasi mengenai temuan saat razia, kepemilikan barang, dan alasan barang itu berada di lokasi tertentu. Ketiga hal tersebut memiliki arti berbeda dalam menilai tata kelola di dalam lapas.

Wisnu Hani Putranto kini berstatus non-aktif sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong. Rapat Komisi XIII DPR menjadi forum yang menyoroti penjelasannya mengenai foto Jimmy Masrin, khususnya setelah pertanyaan tentang lamanya figura itu berada di rumah dinas belum memperoleh jawaban tegas.

Kasus ini menempatkan transparansi sebagai unsur penting dalam pengelolaan lembaga pemasyarakatan. Penjelasan yang konsisten mengenai asal barang, lokasi penemuan, dan pihak yang bertanggung jawab diperlukan agar pengawasan tidak berhenti pada temuan awal, melainkan dapat menelusuri persoalan sampai ke akar.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kalapas Cibinong Dituding Bohong soal Foto?

Kalapas Cibinong Dituding Bohong soal Foto is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kalapas Cibinong Dituding Bohong soal Foto matter?

Kalapas Cibinong Dituding Bohong soal Foto matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.