Kemendikdasmen Nyatakan Pendidikan Menengah Gibran Setara dengan SMK
Kemendikdasmen: Pendidikan Menengah Gibran Dinilai Setara Program SMK Akuntansi dan Keuangan
Lenterafakta.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan bahwa riwayat pendidikan menengah Gibran Rakabuming Raka telah disetarakan dengan jenjang sekolah menengah kejuruan, khususnya pada peminatan atau program keahlian Akuntansi dan Keuangan. Keterangan tersebut disampaikan dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum presiden di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Penjelasan itu diberikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, serta Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, dalam perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Sidang membahas proses penerbitan surat keterangan penyetaraan pendidikan Gibran yang diajukan pada 2019.
Gogot menerangkan bahwa kesimpulan penyetaraan dibuat melalui penilaian atas capaian pembelajaran dan standar kompetensi kelulusan dari riwayat pendidikan yang ditempuh Gibran di Singapura dan Australia. Hasilnya menunjukkan kesesuaian dengan kompetensi yang diajarkan dalam bidang Akuntansi dan Keuangan di tingkat SMK.
“Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan penyandingan learning outcome atau standar kompetensi kelulusan, riwayat pendidikan tersebut dinilai mempunyai kesesuaian dengan peminatan atau program keahlian Akuntansi dan Keuangan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan,” ujar Gogot dalam sidang, Jumat.
Permohonan diajukan secara daring pada 2019
Proses penyetaraan diawali dengan pengajuan permohonan surat keterangan oleh Gibran pada 6 Agustus 2019. Permohonan itu disampaikan melalui layanan daring Kemendikdasmen. Dalam berkas pengajuan, Gibran melampirkan dokumen hasil belajar dari beberapa lembaga pendidikan yang menjadi bagian dari perjalanan sekolahnya.
Dokumen tersebut mencakup riwayat belajar dari SLTP Negeri 1 Surakarta, Orchid Park Secondary School di Singapura, serta UTS Insearch di Australia. Gibran diketahui melanjutkan pendidikan menengah sampai jenjang O Level di Orchid Park Secondary School.
Setelah permohonan diterima, tim layanan penyetaraan di Sekretariat Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan pemeriksaan administratif. Pemeriksaan itu diarahkan untuk memastikan dokumen yang disampaikan lengkap serta sesuai dengan syarat layanan.
“Setelah permohonan masuk, tim layanan penyetaraan pada Sekretariat Direktorat Jenderal Kementerian Dasar dan Menengah melakukan verifikasi terhadap kelengkapan dan kesesuaian dokumen yang dipersyaratkan,” ujar Gogot.
Dalam permohonan tersebut terdapat delapan dokumen lampiran. Setelah tahap kelengkapan dokumen dilakukan, berkas kemudian diteruskan untuk ditelaah oleh tim penilai. Tahap ini tidak hanya memeriksa keberadaan dokumen, tetapi juga menilai substansi hasil belajar yang tercantum dalam riwayat pendidikan pemohon.
Penilaian melihat keseluruhan riwayat belajar
Gogot menjelaskan bahwa mekanisme pelayanan penyetaraan mengharuskan adanya verifikasi oleh tim penilai sebelum surat diterbitkan. Penilaian dilakukan dengan melihat keseluruhan perjalanan pendidikan Gibran, terutama pendidikan di Orchid Park Secondary School dan UTS Insearch.
Tim penilai kemudian membandingkan mata pelajaran yang ditempuh dengan standar kompetensi lulusan di Indonesia. Proses penyandingan ini menjadi dasar untuk menentukan kesetaraan, termasuk bidang peminatan yang paling sesuai pada tingkat pendidikan menengah kejuruan.
Dalam perkara ini, bidang yang dinilai sepadan adalah Akuntansi dan Keuangan. Penyetaraan tersebut tidak sekadar menyebut jenjang sekolah secara umum, melainkan juga mengaitkannya dengan program keahlian yang dianggap selaras dengan hasil belajar dan kompetensi dalam dokumen pendidikan Gibran.
“Selanjutnya berkas permohonan yang disampaikan, didiskusikan kepada tim penilai untuk dilakukan verifikasi dan penilaian substansi hasil belajar,” jelas Gogot.
Ia menambahkan, penilaian yang selesai dilakukan dikembalikan kepada tim layanan penyetaraan melalui sistem layanan yang tersedia. Dari tahap itu, tim layanan menyiapkan rancangan surat keterangan penyetaraan untuk diterbitkan.
“Setelah penilaian dilakukan, hasil penilaian dikembalikan kepada tim layanan penyetaraan pada Sekretariat Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui sistem layanan yang tersedia,” ujar Gogot.
Surat keterangan diterbitkan pada tanggal pengajuan
Surat keterangan penyetaraan bagi Gibran diterbitkan pada 6 Agustus 2019, atau pada tanggal yang sama dengan pengajuan permohonannya. Surat itu tercatat dengan nomor 9149/D/D1/KS/2019 dan ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kementerian Dasar dan Menengah.
Pokok substansi surat tersebut adalah penyetaraan pendidikan Gibran dengan peminatan Akuntansi dan Keuangan pada jenjang SMK. Penjelasan di persidangan menempatkan surat itu sebagai hasil dari rangkaian verifikasi dokumen dan penilaian akademik terhadap riwayat pendidikannya.
“Tim layanan kemudian menyiapkan konsep surat keterangan penyetaraan. Surat keterangan penyetaraan kemudian diterbitkan pada 6 Agustus 2019 dengan Nomor Surat 9149/D/D1/KS/2019, yang ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kementerian Dasar dan Menengah,” sambungnya.
Penyetaraan pendidikan pada dasarnya digunakan untuk menilai kesesuaian hasil belajar dari sistem pendidikan yang berbeda dengan jenjang pendidikan di Indonesia. Dalam keterangan Kemendikdasmen di persidangan, proses tersebut diterangkan melalui urutan pengajuan, verifikasi berkas, telaah substansi, hingga penerbitan surat resmi.
Dengan demikian, keterangan Kemendikdasmen menegaskan bahwa riwayat pendidikan menengah Gibran dinilai memiliki kesesuaian dengan kompetensi pada program Akuntansi dan Keuangan di SMK. Penetapan itu merujuk pada perbandingan capaian pembelajaran serta standar kompetensi kelulusan dari pendidikan yang ditempuhnya di luar negeri.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kemendikdasmen Nyatakan Pendidikan Menengah Gibran Setara?Kemendikdasmen Nyatakan Pendidikan Menengah Gibran Setara is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kemendikdasmen Nyatakan Pendidikan Menengah Gibran Setara matter?Kemendikdasmen Nyatakan Pendidikan Menengah Gibran Setara matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.