LenteraFakta
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KKB Diduga Tembak ASN di Jayawijaya Pakai Senjata Laras Panjang

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By Jennifer Thomas - lenterafakta.com

Penembakan ASN di Jayawijaya Diduga Melibatkan Senjata Laras Panjang

Lenterafakta.com – Penyelidikan atas penembakan yang menimpa rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mengarah pada dugaan penggunaan senjata api laras panjang. Insiden di Distrik Muliama itu menewaskan tiga aparatur sipil negara (ASN) yang baru selesai menjalankan kegiatan peninjauan cetak sawah.

Tim Operasi Damai Cartenz 2026 menemukan sejumlah bukti saat memeriksa lokasi kejadian. Temuan tersebut mencakup selongsong peluru dengan dua jenis ukuran, serta jejak darah di area penembakan. Barang bukti itu menjadi bagian penting dalam upaya mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

Selongsong 5,56 Milimeter Ditemukan di Lokasi

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan bahwa petugas menemukan tiga selongsong peluru. Dua di antaranya berukuran 5,56 milimeter, yang berkaitan dengan amunisi senjata api laras panjang. Satu selongsong lain berkaliber 9 milimeter, yang digunakan untuk senjata laras pendek.

"Kita temukan tiga selongsong, di antaranya dua berukuran 5,56 milimeter, ini amunisi dari senjata api laras panjang. Lalu satu selongsong kaliber 9 milimeter, ini adalah amunisi dari senjata api laras pendek,” kata Yusuf, melalui keterangan, Jumat (11/9/2026).

Keberadaan dua tipe selongsong tersebut menunjukkan bahwa penyidik perlu menelusuri lebih jauh rangkaian peristiwa di lapangan, termasuk kemungkinan penggunaan lebih dari satu jenis senjata. Selain itu, jejak darah yang diamankan dari lokasi juga sedang menjadi bagian dari proses pendalaman perkara.

Pemeriksaan tempat kejadian perkara dilakukan untuk menyusun gambaran yang lebih lengkap tentang arah serangan, posisi korban, serta jejak pelaku setelah aksi penembakan terjadi. Langkah ini diperlukan agar penyelidikan tidak hanya bertumpu pada satu keterangan, melainkan juga pada bukti fisik yang ditemukan petugas.

Tiga ASN Dinas Pertanian Menjadi Korban

Korban dalam peristiwa tersebut adalah WB (24), AR (49), dan AAM (35). Ketiganya merupakan ASN pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. AR diketahui menjalankan tugas sebagai Kepala Bidang Peternakan di instansi tersebut, sementara WB dan AAM juga bekerja sebagai ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Faizal Ramadhani menyampaikan bahwa mereka berada dalam rombongan Dinas Pertanian yang telah menyelesaikan peninjauan kegiatan cetak sawah. Kegiatan lapangan seperti itu berkaitan dengan pelaksanaan tugas pelayanan pemerintah di wilayah kabupaten.

AR dan AAM meninggal di tempat setelah penembakan berlangsung. WB kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk memperoleh penanganan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan setelah menjalani perawatan.

Peristiwa ini meninggalkan duka bagi lingkungan pemerintahan daerah dan keluarga para korban. Ketiganya berada dalam perjalanan setelah kegiatan kedinasan, sehingga penanganan kasus juga menjadi perhatian dalam konteks perlindungan terhadap aparatur yang menjalankan tugas publik di wilayah tersebut.

Petugas Mengejar Terduga Pelaku

Operasi Damai Cartenz menyatakan pengejaran terhadap terduga pelaku telah dilakukan. Aparat juga telah mengumpulkan ciri-ciri orang yang diduga terlibat melalui pemeriksaan saksi korban yang selamat di Polres Jayawijaya.

"Tim sudah melakukan pengejaran terduga pelaku," kata dia.

Dari keterangan saksi, jumlah pelaku diperkirakan sekitar delapan orang. Informasi itu masih terus dipadukan dengan bukti yang diperoleh dari lokasi penembakan dan hasil pemeriksaan lanjutan.

“Dari hasil pendalaman kita, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi korban yang selamat dan diambil keterangan di Polres Jayawijaya. Kita sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku dan kita sudah kantongi ciri-cirinya," ungkap dia.

Keterangan dari korban selamat memiliki peran penting dalam penyelidikan, terutama untuk membantu aparat mengenali ciri fisik, jumlah orang, serta kemungkinan jalur yang digunakan pelaku. Meski demikian, identifikasi akhir tetap memerlukan pengujian terhadap seluruh informasi dan barang bukti yang tersedia.

Dugaan Keterlibatan Kelompok dari Wilayah Nduga

Hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan bahwa aksi penembakan dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berasal dari wilayah Nduga. Namun, aparat keamanan belum menghentikan proses pendalaman dan masih mengumpulkan bahan keterangan untuk memastikan identitas serta keterlibatan setiap pihak.

Proses tersebut penting karena dugaan awal perlu dibuktikan melalui rangkaian pemeriksaan yang menyeluruh. Aparat masih menelusuri temuan di tempat kejadian, mengembangkan kesaksian, dan melanjutkan pencarian terhadap para terduga pelaku.

Penanganan perkara ini mencakup dua kebutuhan utama: pengungkapan tindak penembakan dan pengamanan situasi bagi masyarakat serta petugas yang menjalankan aktivitas di wilayah Jayawijaya. Informasi mengenai perkembangan identitas pelaku masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan dari aparat.

Di tengah proses tersebut, fokus utama tetap tertuju pada penegakan hukum atas kematian tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Bukti selongsong amunisi, jejak di lokasi, serta kesaksian korban yang selamat akan menjadi unsur penting dalam mengungkap peristiwa penembakan di Distrik Muliama pada 11 September 2026.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is KKB Diduga Tembak ASN di Jayawijaya?

KKB Diduga Tembak ASN di Jayawijaya is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KKB Diduga Tembak ASN di Jayawijaya matter?

KKB Diduga Tembak ASN di Jayawijaya matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.