LenteraFakta
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Megawati Tabur Bunga di Pusara Guruh Soekarnoputra

Published September 26, 2026 · Updated September 26, 2026 · By Nancy Moore - lenterafakta.com

Foto : Nancy Moore - lenterafakta.com

Megawati Tabur Bunga di Pusara Guruh Soekarnoputra di TPU Karet Bivak

Lenterafakta.com – Megawati Tabur Bunga di Pusara Guruh Soekarnoputra sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada adiknya di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026). Momen itu berlangsung setelah proses penutupan liang lahat selesai dilakukan dalam suasana duka dan hening.

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mendekati makam Guruh untuk menaburkan bunga berwarna-warni. Tindakan sederhana tersebut menjadi penanda perpisahan keluarga kepada Guruh, yang meninggal dunia pada usia 73 tahun.

Setelah Megawati, dua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo, juga memberikan penghormatan dengan menaburkan bunga di atas pusara almarhum. Sejumlah pelayat yang hadir turut mengikuti prosesi itu sebagai ungkapan belasungkawa dan doa terakhir.

Suasana Haru dalam Prosesi Pemakaman

Pemakaman Guruh Soekarnoputra berlangsung khidmat dengan kehadiran keluarga, rekan politik, serta para pelayat. Saat makam telah tertutup tanah, bunga-bunga yang diletakkan di atas pusara memperlihatkan penghormatan dari orang-orang yang datang untuk mengantar Guruh ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Guruh meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga besar Soekarno dan kalangan yang mengenal perjalanan hidupnya di bidang politik maupun kesenian.

Momen Megawati tabur bunga di pusara Guruh Soekarnoputra juga memperlihatkan kedekatan keluarga dalam masa kehilangan. Bagi keluarga, prosesi tersebut menjadi kesempatan untuk melepas almarhum secara pribadi, sedangkan bagi pelayat, pemakaman menjadi ruang untuk menyampaikan simpati dan penghormatan.

Guruh Dikenang sebagai Politikus dan Seniman

Semasa hidup, Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai politikus PDI-Perjuangan, mantan anggota DPR, serta seniman yang memberi perhatian besar terhadap kebudayaan Indonesia. Kiprahnya mempertemukan dunia politik dan seni dalam perjalanan panjangnya sebagai figur publik.

Di dunia kebudayaan, Guruh dikenal memiliki kecintaan terhadap identitas Indonesia dan kekayaan tradisinya. Perhatiannya pada karya, panggung, musik, serta ekspresi budaya membuat namanya melekat dalam ingatan banyak orang sebagai seniman yang berupaya menghadirkan Indonesia melalui karya.

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, yang juga politikus PDI-Perjuangan, menyampaikan sambutan sebelum pemakaman berlangsung. Ia menilai wafatnya Guruh bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia.

“Mas Guruh mencintai Indonesia dengan cara yang sangat indah. Dia tidak hanya berbicara tentang Indonesia, ia menyanyikannya, ia menciptakan panggung untuknya, ia menggali kekayaan tradisinya, dan dia mempersembahkan hidupnya untuk kebudayaan Indonesia,” kata Rano.

Pernyataan Rano menegaskan jejak Guruh sebagai sosok yang memandang kebudayaan sebagai bagian penting dari kehidupan bangsa. Melalui perhatian terhadap tradisi dan karya seni, Guruh dikenang karena dedikasinya dalam merawat ekspresi Indonesia yang beragam.

Penghormatan Terakhir bagi Guruh Soekarnoputra

Peristiwa Megawati tabur bunga di pusara Guruh Soekarnoputra menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam rangkaian pemakaman. Kehadiran Megawati, Puan Maharani, Prananda Prabowo, dan para pelayat menunjukkan penghormatan kepada Guruh sebagai anggota keluarga sekaligus tokoh yang memiliki perjalanan di ruang publik.

Kepergian Guruh mengingatkan publik pada dua sisi penting dalam hidupnya. Ia pernah berkiprah di politik nasional sebagai mantan anggota DPR dan politikus PDI-Perjuangan. Pada saat yang sama, ia meninggalkan jejak sebagai seniman yang menaruh kecintaan besar pada kebudayaan Indonesia.

Taburan bunga di atas makam menjadi penutup prosesi yang sarat makna. Dalam suasana haru di TPU Karet Bivak, penghormatan tersebut menandai perpisahan terakhir keluarga dan pelayat kepada Guruh Soekarnoputra.

FAQ

Di mana Guruh Soekarnoputra dimakamkan?

Guruh Soekarnoputra dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Kapan Guruh Soekarnoputra meninggal dunia?

Guruh meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Siapa yang menaburkan bunga di pusara Guruh?

Megawati Soekarnoputri menaburkan bunga di pusara Guruh, kemudian diikuti Puan Maharani, Prananda Prabowo, serta sejumlah pelayat yang hadir.

Related Reading