LenteraFakta
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pembukaan Rekening Massal, Warga “Unbanked” Dinilai Harus Jadi Prioritas

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By Nancy Moore - lenterafakta.com

Rekening Massal Harus Utamakan Warga yang Belum Terlayani Bank

Lenterafakta.com – Rencana pembukaan 200 juta rekening bank secara massal perlu diarahkan terutama kepada warga Indonesia yang hingga kini belum mempunyai akses rekening perbankan. Fokus tersebut dinilai penting agar program perluasan layanan keuangan benar-benar menjangkau kelompok unbanked, bukan sekadar menambah jumlah rekening atas nama warga yang telah menjadi nasabah bank lain.

Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Jafar, menekankan perlunya ketepatan sasaran dalam pelaksanaan program yang disiapkan pemerintah sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini ditujukan bagi WNI berusia 17 tahun ke atas agar setiap warga memiliki rekening bank.

“Amanah Presiden Prabowo untuk membuka rekening secara massal harus dipastikan tepat sasaran. Masyarakat yang sama sekali belum memiliki rekening perbankan harus menjadi prioritas. Jangan sampai seseorang yang sudah memiliki rekening di bank lain kemudian dibukakan lagi di BRI atau BSI,” ujar Marwan dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Verifikasi Data Jadi Kunci

Pembukaan rekening dalam skala besar membawa tantangan pada pengelolaan data calon penerima. Tanpa pemeriksaan yang memadai, program berisiko menghasilkan rekening ganda atau data penerima yang saling tumpang tindih. Kondisi itu dapat mengurangi manfaat utama program, yaitu memperluas akses masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan.

Marwan meminta pemerintah memperkuat tahapan verifikasi dan validasi sebelum rekening diterbitkan. Pemeriksaan identitas dan pencocokan data diperlukan agar pembukaan rekening tidak hanya mengejar target angka, melainkan memberikan manfaat bagi orang yang memang belum memiliki rekening.

“Jangan sampai karena mengejar target pembukaan rekening, kemudian terjadi tumpang tindih penerima. Data harus diverifikasi dengan baik agar satu orang tidak menerima rekening atau dana pembukaan secara ganda,” tegas Marwan.

Ketelitian pada tahap awal juga penting bagi keberlanjutan program. Rekening yang dibuka untuk warga yang tepat dapat menjadi pintu masuk ke layanan keuangan formal. Sebaliknya, rekening tambahan bagi nasabah yang sudah memiliki akses perbankan tidak selalu mencerminkan bertambahnya inklusi keuangan di masyarakat.

Akses Daerah Terpencil Perlu Diperhatikan

Perhatian khusus juga diminta diberikan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil. Jarak dari kantor layanan, keterbatasan informasi, serta tantangan akses layanan perbankan dapat membuat sebagian warga belum memiliki rekening. Karena itu, cakupan program perlu mempertimbangkan kelompok yang selama ini belum memperoleh kesempatan yang sama untuk menggunakan layanan keuangan formal.

Namun, jumlah rekening yang berhasil dibuat tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Warga yang baru pertama kali mempunyai rekening memerlukan pemahaman dasar agar mampu menggunakan fasilitas tersebut secara aman dan sesuai kebutuhan.

Literasi keuangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembukaan rekening. Pemegang rekening perlu memahami cara memakai layanan perbankan, melindungi data pribadi, serta menghindari penggunaan yang tidak bijak. Pemahaman ini relevan terutama bagi warga yang belum akrab dengan transaksi melalui bank.

“Literasi keuangan ini penting agar amanah Presiden Prabowo dapat terealisasikan. Jangan sampai masyarakat hanya memiliki rekening, tetapi tidak memahami cara menggunakannya, menjaga keamanan data, maupun memanfaatkan layanan secara bijak,” kata Marwan.

Dalam praktiknya, rekening baru akan lebih bermanfaat apabila pemiliknya mengetahui fungsi dasar rekening tersebut. Kemampuan menyimpan dana, melakukan transaksi, serta menjaga kerahasiaan informasi pribadi dapat membantu warga memakai layanan perbankan secara lebih percaya diri. Edukasi juga dapat mengurangi risiko warga menyerahkan data atau akses rekening kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Evaluasi Setelah Rekening Dibuka

Pengawasan tidak berhenti ketika rekening telah diterbitkan. Pemerintah dan perbankan diminta melakukan pemantauan berkala untuk melihat apakah program berjalan sesuai tujuan. Evaluasi perlu menelusuri profil penerima, ketepatan sasaran, kemungkinan adanya rekening ganda, dan tingkat penggunaan rekening setelah pembukaan dilakukan.

“Evaluasi tidak hanya mengukur jumlah rekening yang berhasil dibuka, tetapi juga memeriksa ketepatan penerima, potensi rekening ganda, serta tingkat pemanfaatan rekening setelah dibuka,” kata Marwan.

Penilaian seperti ini akan membantu memastikan pembukaan rekening massal memberikan dampak nyata, khususnya bagi warga yang sebelumnya belum mempunyai hubungan dengan lembaga perbankan. Program juga dapat diperbaiki apabila ditemukan kendala dalam pendataan, akses layanan, maupun pemanfaatan rekening oleh penerima.

Pemerintah sedang menyiapkan program pembukaan rekening bank bagi seluruh WNI yang telah berusia minimal 17 tahun. Arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap warga negara memiliki rekening menjadi dasar penyusunan program tersebut. Dengan sasaran yang akurat, literasi yang memadai, dan evaluasi berkelanjutan, pembukaan rekening massal diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian administratif, tetapi menjadi langkah perluasan akses keuangan bagi warga yang selama ini belum memiliki rekening.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pembukaan Rekening Massal Warga Unbanked Dinilai?

Pembukaan Rekening Massal Warga Unbanked Dinilai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pembukaan Rekening Massal Warga Unbanked Dinilai matter?

Pembukaan Rekening Massal Warga Unbanked Dinilai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.