LenteraFakta
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ratusan Polisi dan BNN Gerebek Kelab Malam di PIK, 9 Orang Positif Narkoba

Published Oktober 19, 2026 · Updated Oktober 19, 2026 · By Susan Jones - lenterafakta.com

Foto : Susan Jones - lenterafakta.com

Operasi Gabungan Sasar Kelab Malam di Jakarta Timur hingga PIK

Lenterafakta.com – Ratusan personel gabungan dari Bareskrim Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar penertiban narkotika di sejumlah tempat hiburan malam pada Sabtu, 17 Oktober 2026, hingga dini hari Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan ini menjangkau lokasi di Jakarta Timur, Pantai Indah Kapuk (PIK) 1 di Penjaringan, Jakarta Utara, serta PIK 2 di Kosambi, Tangerang.

Operasi tersebut melibatkan total 462 personel dan dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian Parluhutan Siagian bersama Pelaksana Tugas Deputi Pemberantasan BNN, Adri Irniadi. Dari pemeriksaan yang dilakukan, sembilan orang diketahui menunjukkan hasil positif narkotika melalui tes urine.

Kesembilan orang itu kini menjalani asesmen di BNN RI. Tahap ini diperlukan untuk menentukan penanganan lanjutan, termasuk memastikan apakah mereka hanya menggunakan narkotika atau memiliki hubungan dengan jaringan peredaran barang terlarang.

Sembilan Orang Positif Tes Urine

Kanit Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri AKBP Ivan Adhitira menyampaikan bahwa orang yang terjaring berasal dari dua wilayah operasi. Tiga orang ditemukan di Jakarta Timur, sementara enam lainnya diamankan dari kawasan PIK.

“Sembilan orang terdiri dari tiga di Jakarta Timur dan enam di PIK. Mereka selanjutnya menjalani asesmen oleh BNN RI untuk menentukan apakah yang bersangkutan hanya pengguna atau terafiliasi jaringan narkoba,” ujar Kanit Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri AKBP Ivan Adhitira.

Hasil pemeriksaan urine pada sembilan orang tersebut memperlihatkan indikasi penggunaan etomidate serta amfetamin atau sabu. Pemeriksaan tidak hanya diarahkan pada pengunjung, tetapi juga dilakukan terhadap titik-titik yang dinilai berpotensi dipakai untuk menyimpan narkotika.

Petugas memeriksa orang, barang bawaan, serta sejumlah area di dalam lokasi hiburan. Langkah itu mencakup pemeriksaan meja, kursi, ruangan, dan area karaoke. Pengunjung yang ditemukan membawa barang bukti narkotika kemudian menjalani tes urine.

Personel Dibagi dalam Dua Kelompok

Kekuatan operasi dibagi ke dalam dua tim utama agar pengawasan dapat dilakukan di beberapa kawasan dalam waktu berdekatan. Tim pertama bergerak di wilayah Jakarta Timur, sedangkan tim kedua berfokus pada PIK 1 dan PIK 2.

Dari total 462 anggota yang bertugas, 146 personel berasal dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Selain itu, operasi didukung 95 personel Sabhara, 32 personel Provos, 29 personel Paminal, dan 160 personel BNN.

Pembagian personel tersebut mencerminkan luasnya cakupan kegiatan penertiban. Kehadiran unsur kepolisian dan BNN dalam satu operasi juga memungkinkan pemeriksaan di lapangan berjalan bersamaan dengan proses awal penanganan bagi orang yang hasil tesnya menunjukkan indikasi penggunaan narkotika.

Pemeriksaan di PIK 1 dan PIK 2

Tim gabungan tiba di salah satu lokasi di PIK 1 sekitar pukul 00.35 WIB. Sebelum pemeriksaan dimulai, petugas menyampaikan maksud kedatangan mereka kepada para pengunjung. Setelah itu, pemeriksaan dilakukan terhadap individu maupun berbagai bagian di dalam tempat hiburan tersebut.

Operasi kemudian berlanjut di PIK 2 sekitar pukul 02.40 WIB. Di lokasi ini, aparat menemukan sejumlah pengunjung yang membawa cartridge pods. Barang tersebut ditemukan pada tiga warga negara asing asal Tiongkok serta dua perempuan warga negara Indonesia.

Cartridge pods merupakan bagian yang dapat digunakan pada perangkat rokok elektronik. Dalam penanganan perkara narkotika, pemeriksaan terhadap barang semacam ini penting dilakukan untuk mengetahui kandungan dan kaitannya dengan dugaan penggunaan zat terlarang. Namun, penentuan status hukum setiap orang yang diperiksa tetap bergantung pada hasil pemeriksaan dan asesmen lanjutan.

Asesmen Menentukan Penanganan Selanjutnya

Setelah hasil urine menunjukkan positif, sembilan orang tersebut tidak langsung ditempatkan dalam satu kategori yang sama. BNN RI akan melakukan asesmen untuk mendalami kondisi masing-masing individu, termasuk kemungkinan keterlibatan mereka dalam peredaran narkotika.

Proses itu menjadi pembeda antara penanganan terhadap pengguna dan pihak yang diduga terhubung dengan jaringan. Jika asesmen menyimpulkan seseorang merupakan pengguna, penanganannya akan mengarah pada rehabilitasi.

“Apabila hasil asesmen dari BNN RI yang bersangkutan adalah pengguna, maka kita wajib untuk melakukan rehabilitasi untuk mengobati mereka yang positif tersebut,” jelas Ivan.

Rehabilitasi diposisikan sebagai bagian dari upaya penanganan pengguna narkotika, sementara pemeriksaan lebih jauh dibutuhkan bila ditemukan unsur keterlibatan dalam peredaran. Karena itu, hasil tes urine menjadi tahap awal, bukan satu-satunya dasar untuk menetapkan langkah hukum atau pemulihan bagi orang yang terjaring.

Operasi di sejumlah kawasan hiburan malam ini memperlihatkan fokus aparat pada pengawasan ruang publik yang memiliki aktivitas hingga dini hari. Pemeriksaan terhadap pengunjung, barang bawaan, dan lokasi yang dicurigai menjadi bagian dari upaya menemukan dugaan penyalahgunaan narkotika sekaligus menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang beroperasi di baliknya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Ratusan Polisi dan BNN Gerebek Kelab?

Ratusan Polisi dan BNN Gerebek Kelab is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ratusan Polisi dan BNN Gerebek Kelab matter?

Ratusan Polisi dan BNN Gerebek Kelab matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.