LenteraFakta
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gunung Buthak Terbakar, 185 Pendaki di 3 Gunung Diminta Segera Turun

Published September 1, 2026 · Updated September 1, 2026 · By Nancy Anderson - lenterafakta.com

Foto : Nancy Anderson - lenterafakta.com

Evakuasi Massal 185 Pendaki di Tiga Puncak Kota Batu Akibat Kebakaran Gunung Buthak

Lenterafakta.com – Kebakaran yang melanda kawasan Gunung Buthak di Kota Batu, Jawa Timur, pada Selasa (1/9/2026) memicu perintah evakuasi besar-besaran terhadap ratusan pendaki yang tengah berada di tiga puncak sekaligus. Total 185 orang yang tercatat dalam daftar pendakian resmi diminta segera meninggalkan kawasan tanpa menunggu konfirmasi tambahan. Keputusan ini diambil sebagai langkah mitigasi darurat guna mencegah risiko lebih besar apabila api meluas ke area yang belum terjangkau.

Cakupan Evakuasi Melampaui Titik Kebakaran

Suwoko, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, menjelaskan bahwa angka 185 bukan merujuk pada jumlah pendaki yang berada tepat di sekitar titik api. Angka tersebut merupakan akumulasi seluruh pendaki yang telah mendaftarkan diri untuk mendaki di tiga objek wisata alam sekaligus, yakni Gunung Panderman, Gunung Buthak, dan Gunung Bokong, yang semuanya berada dalam satu kawasan pengelolaan.

"Ada 185 itu total keseluruhan dari pendaftaran yang masuk ke Gunung Panderman. Di situ kan ada tiga objek, Gunung Panderman, Buthak dan Bokong. Sedangkan titik TKP kebakarannya sementara ini ada di Buthak saja."

Artinya, sebagian besar dari ratusan pendaki tersebut kemungkinan berada di puncak Panderman atau Bokong, jauh dari lokasi kebakaran. Namun, demi menjamin keselamatan secara menyeluruh, BPBD memutuskan untuk menarik seluruh pendaki keluar dari ketiga kawasan tersebut. Tidak ada pengecualian berdasarkan jarak dari titik api.

"Untuk mitigasi penyelamatan, keseluruhan pendaki baik di Buthak, Bokong, dan Panderman, diminta segera meninggalkan lokasi."

Tantangan Medan dan Keterbatasan Verifikasi Individu

Kawasan tiga puncak tersebut memiliki luas yang signifikan dengan medan yang bervariasi, mulai dari jalur setapak sempit hingga area terbuka tanpa penanda jelas. Kondisi ini membuat upaya verifikasi keberadaan setiap pendaki secara satu per satu menjadi tidak realistis dalam waktu singkat. Suwoko mengakui bahwa tim di lapangan belum mampu merinci distribusi pendaki per gunung pada saat konfirmasi pertama dilakukan.

"Untuk rincian pendakian di tiga gunung itu kami belum bisa memastikan. Detailnya menunggu perkembangan teman-teman di lapangan."

Ia menambahkan bahwa jika petugas memaksakan pengecekan individu di seluruh area, waktu yang dibutuhkan akan sangat panjang dan justru berisiko memperpanjang paparan pendaki terhadap kondisi cuaca serta potensi penyebaran api.

"Sebab, jika memastikan satu per satu pendaki nanti waktunya habis karena lokasinya yang luas."

Prioritas Penanganan: Padamkan Api, Amankan Area

Sementara proses evakuasi berlangsung, tim gabungan yang terdiri dari petugas BPBD, TNI, Polri, relawan, dan petugas hutan memprioritaskan dua hal sekaligus: pemadaman titik api dan memastikan tidak ada pendaki yang tertinggal di sekitar lokasi kebakaran. Kedua tugas ini berjalan paralel agar tidak ada jeda yang bisa dimanfaatkan api untuk menyebar ke vegetasi di sekitarnya.

"Teman-teman petugas gabungan target utamanya adalah penanganan titik api, dan memastikan di titik tersebut tidak ada pendaki."

Lokasi Awal dan Respons Pertama

Titik api pertama kali teridentifikasi berada di Petak 100, wilayah administratif Kabupaten Malang, yang berbatasan langsung dengan kawasan Gunung Buthak di sisi Kota Batu. Begitu informasi diterima, petugas gabungan segera melakukan asesmen awal dan memulai pemadaman menggunakan gebyok, yaitu alat tradisional berupa kain basah yang diayunkan untuk memutus pasokan oksigen ke bara api. Metode ini umum digunakan pada tahap awal ketika api masih terbatas dan belum membutuhkan peralatan berat.

Konteks Musim dan Implikasi bagi Komunitas Pendakian

Awal September di kawasan pegunungan Jawa Timur umumnya masih berada dalam transisi menuju musim kemarau. Vegetasi yang mulai mengering meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran, baik yang dipicu oleh aktivitas manusia seperti pembakaran sampah maupun percikan dari korek api. Gunung Buthak, Panderman, dan Bokong merupakan destinasi pendakian populer bagi warga Kota Batu, Malang, dan Surabaya karena jaraknya yang relatif dekat dari pusat kota dan jalur pendakian yang tidak terlalu ekstrem. Popularitas ini berarti volume pendaki harian bisa mencapai ratusan orang, sehingga satu insiden kebakaran berpotensi mengganggu ratusan nyawa sekaligus.

Peristiwa ini juga mengingatkan kembali pentingnya sistem pendaftaran pendakian yang terintegrasi. Tanpa data registrasi yang akurat dan real-time, otoritas akan kesulitan menentukan skala evakuasi dan mengalokasikan sumber daya secara proporsional. BPBD Kota Batu dalam kasus ini mengandalkan daftar pendaftaran sebagai basis keputusan, meskipun rincian per gunung belum tersedia secara instan. Ke depan, penguatan sistem pelaporan posisi pendaki secara berkala selama pendakian dapat mempercepat respons darurat dan mengurangi waktu yang pendaki habiskan di medan terbuka saat kondisi tidak aman.

Bagi para pendaki yang berencana mengunjungi kawasan tersebut dalam waktu dekat, disarankan untuk memantau pengumuman resmi dari BPBD Kota Batu dan pengelola kawasan sebelum berangkat, serta memastikan membawa perlengkapan dasar seperti air minum yang cukup, peluit, dan penerangan cadangan. Evakuasi mendadak di medan pegunungan pada sore atau malam hari jauh lebih berisiko dibandingkan penarikan yang dilakukan saat kondisi cahaya masih memadai.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Gunung Buthak Terbakar 185 Pendaki di 3?

Gunung Buthak Terbakar 185 Pendaki di 3 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Gunung Buthak Terbakar 185 Pendaki di 3 matter?

Gunung Buthak Terbakar 185 Pendaki di 3 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.