LenteraFakta
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Karhutla Menyala di Gunung Ringgit Pasuruan, Api Terlihat Menyala hingga Terlihat dari Sidoarjo

Published Oktober 17, 2026 · Updated Oktober 17, 2026 · By Joseph Anderson - lenterafakta.com

Foto : Joseph Anderson - lenterafakta.com

Api Kembali Membesar di Lereng Gunung Ringgit

Lenterafakta.com – Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo, di sekitar lereng Gunung Ringgit, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Nyala api terlihat menyebar di area lereng dan pada malam hari dapat diamati dari lokasi yang cukup jauh, termasuk dari wilayah Sidoarjo.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena api berada di kawasan pegunungan yang berbatasan dengan sejumlah desa. Selain kawasan Tahura Raden Soerjo, kebakaran tersebut juga berpotensi mendekati hutan rakyat di Desa Jatiarjo. Upaya pengendalian dilakukan agar api tidak terus menjalar ke area lain.

Titik api awal diketahui sudah muncul sejak Kamis sore, 15 Oktober 2026, di lereng Arjuno. Api sempat melemah, tetapi kembali terlihat pada Jumat siang di sisi Gunung Ringgit. Menjelang malam, kobaran justru tampak lebih jelas dari kejauhan.

“Jumat (16/10/2026) malam justru terlihat jelas dari jarak jauh. Api menyala jelas,”

Wiwin, warga Porong, Kabupaten Sidoarjo, menyampaikan bahwa cahaya api dapat terlihat dari wilayah tempat tinggalnya. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa kobaran di lereng gunung cukup mencolok pada malam hari, ketika jarak pandang terhadap cahaya api menjadi lebih mudah.

Ada Empat Titik Kobaran

Kepala Desa Jatiarjo, Hudan Dardiri, menjelaskan bahwa api tidak hanya muncul di satu lokasi. Ada empat titik yang terpantau, dengan dua titik berada di bagian atas lereng dan dua lainnya di area bawah.

“Karena pengaruh cuaca, akhirnya dari titik api yang semula terlihat kecil terus menjalar dan meluas hingga Jumat malam ini,”

Perkembangan kebakaran dipengaruhi kondisi cuaca sehingga api yang sebelumnya tampak kecil dapat merambat ke area lebih luas. Api berada di lereng Gunung Ringgit yang mencakup wilayah Desa Dayurejo serta Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen.

Letak titik kebakaran di kawasan lereng membuat pengawasan dan pemadaman memerlukan perhatian khusus. Area berbukit dapat menyulitkan pergerakan personel, sementara penyebaran api perlu terus dipantau agar tidak mendekati wilayah hutan rakyat dan kawasan di sekitar permukiman.

Dardiri menyatakan api juga menjadi ancaman bagi hutan rakyat di Desa Jatiarjo. Untuk mencegah perluasan, puluhan relawan disiapkan untuk bergerak ke lokasi bersama unsur kepolisian dan TNI.

“Malam ini kami juga ada 60 relawan yang akan naik dengan dibantu juga dari pihak kepolisian maupun TNI untuk pemadaman agar tidak meluas,”

Pemantauan Dilakukan dari Kaliandra

Petugas Tahura Raden Soerjo melakukan pemantauan dari titik pantau di kawasan Kaliandra, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Pemantauan penting dilakukan untuk melihat arah perkembangan api serta menentukan langkah penanganan di area yang terdampak.

Hingga Jumat malam, belum ada penjelasan resmi dari UPT Tahura Raden Soerjo terkait penyebab kebakaran di Gunung Ringgit. Karena itu, penyebab munculnya api belum dapat dipastikan. Fokus penanganan masih diarahkan pada pengawasan titik api dan pencegahan agar kebakaran tidak meluas.

Kawasan Tahura Raden Soerjo merupakan area hutan yang berada di lingkungan pegunungan Jawa Timur. Kebakaran di kawasan seperti ini dapat menimbulkan dampak terhadap vegetasi serta meningkatkan risiko api merambat apabila kondisi lapangan mendukung penyebarannya. Situasi di Gunung Ringgit juga menunjukkan pentingnya pemantauan sejak munculnya titik api kecil.

Bagi warga di sekitar Prigen, Dayurejo, Pecalukan, dan Jatiarjo, perkembangan kebakaran perlu terus diperhatikan melalui informasi resmi dari petugas setempat. Aktivitas di sekitar area kebakaran sebaiknya tidak menambah risiko, terutama di lokasi yang berdekatan dengan jalur penanganan dan pemantauan.

Api yang kembali menyala setelah sebelumnya mengecil memperlihatkan bahwa kebakaran belum dapat dianggap selesai hanya karena kobaran tampak berkurang. Perubahan cuaca dan kondisi lapangan dapat membuat nyala kembali membesar maupun bergerak ke titik lain.

Penanganan Diperkuat untuk Menahan Perluasan Api

Keterlibatan 60 relawan bersama aparat kepolisian dan TNI menjadi bagian dari upaya menahan laju api di lereng Gunung Ringgit. Penanganan di lapangan berlangsung saat kobaran masih terlihat pada Jumat malam, dengan perhatian utama pada area yang berisiko terdampak lebih luas.

Warga yang melihat api dari kejauhan diimbau tidak mendekati lokasi kebakaran tanpa kebutuhan dan koordinasi yang jelas. Keberadaan personel pemadam, relawan, dan petugas pemantau membutuhkan ruang kerja yang aman, terutama di medan lereng yang dapat berubah kondisi pada malam hari.

Sementara penyebab kebakaran masih belum diumumkan, pemantauan di Kaliandra dan langkah pemadaman di sekitar Gunung Ringgit terus menjadi bagian penting dari respons terhadap kejadian tersebut. Perkembangan berikutnya akan menentukan sejauh mana api dapat dikendalikan serta bagaimana perlindungan terhadap kawasan Tahura dan hutan rakyat di sekitarnya dilakukan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Karhutla Menyala di Gunung Ringgit Pasuruan?

Karhutla Menyala di Gunung Ringgit Pasuruan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Karhutla Menyala di Gunung Ringgit Pasuruan matter?

Karhutla Menyala di Gunung Ringgit Pasuruan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.