Listrik Makassar Padam Bergilir, PLN: Akan Pulih di 5 September
Pemadaman Bergilir di Makassar: PLN Janjikan Normalisasi Pasokan Listrik 5 September
Lenterafakta.com – Sejak Senin sore, 31 Agustus 2026, ribuan rumah tangga, kantor pelayanan publik, dan pelaku usaha di Kota Makassar harus berhadapan dengan pemadaman listrik bergilir yang berlangsung berulang kali. Gangguan pasokan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan harian warga, tetapi juga mengancam kelancaran operasional sektor ekonomi lokal. Menanggapi eskalasi keluhan masyarakat, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin — yang akrab disapa Appi — langsung memanggil jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) ke Balai Kota Makassar pada Selasa, 1 September 2026.
Penyebab Teknis: Pemeliharaan PLTU Jeneponto dan Dampak El Niño
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, hadir bersama tim teknisnya untuk memaparkan akar masalah gangguan tersebut. Ia menjelaskan bahwa berkurangnya daya masuk ke dalam sistem interkoneksi kelistrikan menjadi pemicu utama pemadaman bergilir. Penurunan daya itu dipicu oleh kegiatan pemeliharaan pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dioperasikan Independent Power Producer (IPP) di Jeneponto, dengan kapasitas terpasang 125 Megawatt (MW).
"Kita ada pemeliharaan terkait dengan PLTU yang ada di IPP Jeneponto sebesar 125 Megawatt (MW) yang berdampak terhadap kekurangan pasokan tenaga listrik," ungkap Edyansyah.
Edyansyah menambahkan bahwa beban pada sistem kelistrikan Sulselrabar sebenarnya sudah tertekan sejak Juni 2026 akibat fenomena iklim El Niño. Suhu permukaan laut yang lebih tinggi dari normal menurunkan debit air di sejumlah bendungan pembangkit hidro, sehingga kapasitas pembangkitan turun secara signifikan. Ketika kondisi itu bertumpuk dengan hilangnya 125 MW dari PLTU Jeneponto, margin cadangan daya di jaringan distribusi Makassar menjadi sangat tipis dan memaksa PLN menerapkan skema pemadaman bergilir untuk menjaga stabilitas frekuensi sistem.
Secara keseluruhan, PLTU Jeneponto memiliki kapasitas sekitar 300 MW. Edyansyah menegaskan bahwa pemulihan unit-unit pembangkit tersebut sedang berlangsung secara bertahap, dan PLN menargetkan normalisasi penuh pasokan listrik di Makassar pada 5 September 2026.
Respons Pemerintah Kota: Desakan Kepastian dan Penawaran Koordinasi
Munafri Arifuddin menyatakan bahwa durasi gangguan yang berkepanjangan berpotensi melumpuhkan berbagai sendi kehidupan warga, mulai dari kebutuhan rumah tangga, layanan kesehatan, hingga roda perekonomian kecil. Ia menekankan bahwa pemerintah kota tidak bisa bersikap pasif ketika keluhan masyarakat menumpuk.
"Pemadaman bergilir dilakukan PLN di Kota Makassar sejak Senin sore hingga beberapa hari ke depan. Banyak warga menyampaikan keluhan sehingga saya tindak lanjuti ke pihak yang berwenang," ujar Munafri di Balai Kota Makassar.
Appi menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan kepastian waktu penyelesaian dari PLN, bukan sekadar janji tanpa jadwal. Ia bahkan menawarkan bantuan koordinasi lintas wilayah apabila terdapat kendala teknis yang memerlukan keterlibatan unit PLN di daerah lain. Penawaran ini dimaksudkan agar proses pemulihan tidak terhambat oleh birokrasi internal.
"Kami dari pemerintah berharap PLN bisa mencari solusi secepatnya agar pemadaman bergilir ini tidak berlangsung lama. Perlu ada kepastian," tegasnya.
Diversifikasi Energi: Pelajaran dari Krisis Pasokan
Di luar penanganan darurat, Munafri juga mengangkat isu strategis mengenai kerentanan struktur pembangkitan di Makassar. Ia menyoroti bahwa ketergantungan pada satu atau dua sumber pasokan besar membuat sistem kelistrikan kota sangat rentan ketika salah satu sumber mengalami penurunan output — baik karena pemeliharaan, gangguan teknis, maupun faktor iklim seperti penurunan debit air.
Menurut Appi, langkah diversifikasi dan optimalisasi sumber energi menjadi kebutuhan mendesak agar Makassar tidak kembali terjebak dalam skenario pemadaman serupa di masa mendatang. Diversifikasi ini mencakup pengembangan pembangkit berbasis energi terbarui, penguatan kapasitas pembangkit gas, serta peningkatan efisiensi jaringan transmisi dan distribusi lokal.
Implikasi bagi Warga dan Pelaku Usaha
Bagi masyarakat Makassar, pemadaman bergilir yang berlangsung beberapa hari membawa konsekuensi langsung: gangguan pendingin ruangan, terhentinya operasional mesin produksi UMKM, terputusnya koneksi internet untuk pekerja jarak jauh, serta risiko terhadap penyimpanan makanan dan obat-obatan. Sektor pelayanan publik seperti rumah sakit dan puskesmas juga harus mengaktifkan genset cadangan, yang menambah beban operasional di tengah keterbatasan anggaran.
PLN UID Sulselrabar mengimbau warga untuk tetap memantau jadwal pemadaman bergilir melalui kanal resmi perusahaan dan menyiapkan cadangan daya seperlunya hingga normalisasi penuh pada 5 September 2026. Pemerintah Kota Makassar menyatakan akan terus melakukan pemantauan harian bersama PLN hingga pasokan listrik kembali stabil dan seluruh unit pembangkit beroperasi pada kapasitas normal.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Listrik Makassar Padam Bergilir PLN?Listrik Makassar Padam Bergilir PLN is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Listrik Makassar Padam Bergilir PLN matter?Listrik Makassar Padam Bergilir PLN matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.