LenteraFakta
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pengalaman Warga Denpasar Rela Antre BBM Dini Hari hingga Tidur di Trotoar, Rela Menunggu Belasan Jam

Published Oktober 15, 2026 · Updated Oktober 15, 2026 · By Michael Miller - lenterafakta.com

Foto : Michael Miller - lenterafakta.com

Pengalaman Warga Denpasar Rela Antre BBM hingga Dini Hari

Lenterafakta.com – Pengalaman Warga Denpasar Rela Antre BBM menjadi gambaran sulitnya memperoleh bahan bakar minyak di sejumlah SPBU Kota Denpasar, Bali, pada Kamis (15/10/2026). Warga yang berharap antrean lebih sepi pada dini hari justru harus bertahan berjam-jam. Sebagian bahkan menunggu hingga belasan jam demi mendapatkan Pertalite atau Pertamax.

Antrean panjang terjadi di beberapa titik dan berlangsung hampir 24 jam. Kendaraan roda dua maupun roda empat mengular, sementara sejumlah warga memilih tetap berada di lokasi karena khawatir kehilangan posisi antrean. Ada pula warga yang sampai tidur di trotoar tanpa alas saat menunggu pasokan BBM tiba.

Antrean Mengular di SPBU Jalan WR Supratman

Salah satu antrean terparah terlihat di SPBU Pertamina 54.801.03 di Jalan WR Supratman, Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur. Sejak sekitar pukul 01.00 WITA, antrean kendaraan sudah memanjang di sekitar lokasi.

Operator SPBU menyampaikan bahwa stok Pertalite dan Pertamax telah habis. Warga diminta menunggu mobil tangki dari Fuel Terminal (FT) Sanggaran. “Nanti pukul 02.00 WITA truknya datang,” ujar salah seorang operator SPBU kepada warga yang menanti pada Kamis dini hari.

Namun, pasokan yang dijanjikan tidak segera tiba. Hingga pukul 09.30 WITA, truk BBM masih belum datang dan antrean semakin panjang. Barisan kendaraan dilaporkan meluber hingga lebih dari satu kilometer. Dalam situasi tersebut, seorang warga memilih tidur di trotoar agar tidak kehilangan tempatnya di dalam antrean.

“Mau pulang tidak bisa, bensin habis. Mau geser ke SPBU lain juga sama panjang, malah nanti antre lagi dari ujung,” kata seorang warga.

Pengalaman Warga Denpasar Rela Antre seperti ini menunjukkan bahwa berpindah ke SPBU lain bukan selalu menjadi solusi. Banyak pengendara memilih bertahan karena kendaraan mereka telah kehabisan bensin atau karena antrean di lokasi lain juga sama padatnya.

Datang Tengah Malam, Tetap Menunggu Berjam-jam

Hermawan (30) juga mencoba mencari BBM pada waktu yang tidak biasa. Ia mendatangi SPBU di Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur Kauh, Denpasar, sekitar pukul 00.30 WITA pada Kamis (15/10/2026). Sebelumnya, ia telah berkeliling ke beberapa SPBU pada Rabu malam, tetapi seluruh lokasi yang didatanginya dipadati kendaraan.

Hermawan mengira datang pada dini hari dapat mengurangi waktu tunggu. Akan tetapi, saat tiba di SPBU Sanur Kauh, kondisi BBM masih kosong dan antrean sudah panjang. Pasokan baru tiba sekitar pukul 01.00 WITA.

“Ternyata ramai, dan BBM-nya kosong. Besok saya harus kerja, terpaksa saya ikut antre,” ungkap Hermawan.

Meski proses pengisian berlangsung cukup cepat, Hermawan tetap baru memperoleh Pertalite sekitar dua jam kemudian. Di SPBU tersebut tersedia tiga titik dispenser Pertalite untuk kendaraan roda dua dan satu titik untuk kendaraan roda empat. Antrean dari arah utara hampir mencapai satu kilometer, sedangkan dari arah selatan sekitar 500 meter.

Pengalaman Warga Denpasar Rela Antre BBM juga dialami Wayan Agus (34). Ia mengaku harus menjalani “war BBM” selama 15,5 jam. Agus mulai mengantre sejak Rabu (14/10/2026) pukul 10.00 WITA dan baru mendapatkan Pertalite pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.30 WITA.

Sepeda motor Agus sempat mogok total di tengah antrean karena bensinnya habis. Ia tetap memutuskan menunggu karena Rabu bertepatan dengan hari libur kerjanya. Selama berada di sekitar SPBU, Agus hanya makan bakso karena tidak ingin antreannya terlewat ketika pasokan datang.

“Untung saya libur hari Rabu. Jadi saya pakai waktu untuk antre. Saya cuma makan bakso saja di sekitar SPBU, takutnya kelewat nanti antreannya,” cerita Agus.

FAQ Antrean BBM di Denpasar

Mengapa warga tetap bertahan di antrean BBM?

Sejumlah warga memilih bertahan karena bahan bakar kendaraannya sudah menipis atau habis. Selain itu, antrean di SPBU lain juga dilaporkan panjang, sehingga berpindah lokasi berisiko membuat mereka harus mengantre kembali dari awal.

SPBU mana yang mengalami antrean panjang?

Antrean panjang terlihat antara lain di SPBU Pertamina 54.801.03 di Jalan WR Supratman, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, serta SPBU di Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur Kauh, Denpasar.

Berapa lama warga menunggu untuk mendapatkan BBM?

Waktu tunggu berbeda-beda. Hermawan menunggu sekitar dua jam setelah pasokan tiba, sedangkan Wayan Agus mengantre hingga 15,5 jam untuk memperoleh Pertalite.

Related Reading