LenteraFakta
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Surabaya Dilewati 2 Sesar Aktif, Pakar Geologi ITS Sarankan Pasang GPS dan Seismograf

Published September 10, 2026 · Updated September 10, 2026 · By Susan Jones - lenterafakta.com

Surabaya Perlu Memperkuat Kesiapsiagaan Gempa di Sekitar Dua Sesar Aktif

Lenterafakta.com – Upaya mitigasi gempa di Surabaya dinilai perlu diperkuat karena wilayah kota ini dilintasi dua sesar aktif, yakni Sesar Surabaya dan Sesar Waru. Keberadaan keduanya menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk menyiapkan pemantauan pergerakan tanah, pemetaan risiko, serta standar bangunan yang sesuai dengan kondisi geologi setempat.

Pakar Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Amien Widodo, menyampaikan bahwa dua jalur patahan tersebut mempunyai potensi kekuatan gempa yang tidak sama. Sesar Surabaya diperkirakan berpotensi menghasilkan gempa hingga maksimal 5 Mv, sedangkan Sesar Waru memiliki potensi hingga maksimal 6 Mw.

Informasi tersebut tidak dimaksudkan untuk memicu kecemasan warga. Namun, pemahaman mengenai potensi bahaya perlu diikuti langkah pencegahan yang terukur agar dampak gempa dapat ditekan, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah dengan banyak bangunan bertingkat.

Pemantauan GPS dan Seismograf

Amien mendorong pemasangan perangkat Global Positioning System atau GPS di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan jalur sesar. Peralatan itu dapat membantu mengamati perubahan posisi tanah secara teliti, termasuk kemungkinan pergeseran kecil yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu.

“Itu kan ada sesar, untuk mengetahui dia bergerak atau enggak mestinya dipasar beberapa GPS. Naik turunnya bisa dipantau. Kedua, pasang Seismograf,” kata Amien kepada Kompas.com, Rabu (9/9/2026).

GPS untuk pemantauan geologi berbeda dengan perangkat navigasi yang digunakan sehari-hari. Antena pemantau biasanya dipasang secara permanen pada pilar beton yang tertanam kuat hingga batuan dasar. Data dari perangkat tersebut dipakai untuk melihat perubahan posisi permukaan bumi di sekitar patahan, termasuk pergerakan yang tidak mudah dirasakan manusia.

Selain GPS, seismograf juga diperlukan untuk mencatat getaran tanah. Alat ini berfungsi merekam aktivitas seismik dan membantu peneliti mengenali kedalaman serta kekuatan getaran yang terjadi.

“Seismograf untuk mengetahui bahwa, ‘oh ini terjadi pergerakan di kedalaman 10 kilo, magnitudonya 1,2,3 dan sebagainya,”, ujarnya lagi.

Hasil rekaman seismograf umumnya ditampilkan dalam bentuk seismogram, yaitu grafik dengan garis naik-turun atau zigzag. Pola tersebut menggambarkan intensitas gelombang tanah yang tercatat ketika terjadi getaran. Dengan data yang konsisten, kondisi aktivitas bawah permukaan dapat dipantau secara lebih baik.

Pemetaan Risiko Tidak Hanya Bergantung pada Sesar

Risiko gempa di suatu kawasan tidak ditentukan hanya oleh dekat atau jauhnya lokasi dari sesar. Kondisi tanah dan kualitas bangunan juga sangat memengaruhi tingkat kerusakan yang mungkin muncul. Karena itu, pemetaan wilayah perlu menggabungkan unsur geologi dengan kondisi fisik bangunan di atasnya.

“Lalu, harus dilakukan pemetaan. Kalau kawasan itu kondisinya baik bangunannya baik maka dikategorikan risiko baik. Kalau tanahnya baik rumahnya jelek, itu risiko sedang. Kalau tanahnya jelek rumahnya jelek, risiko tinggi,” katanya.

Pemetaan semacam ini penting untuk membantu menentukan prioritas penguatan bangunan dan penataan kawasan. Wilayah dengan tanah yang kurang stabil serta bangunan yang tidak memenuhi standar perlu mendapat perhatian lebih besar. Sebaliknya, konstruksi yang dirancang dengan baik dapat mengurangi potensi kerusakan, meski berada pada kawasan yang menerima getaran.

Amien mencontohkan pengalaman saat gempa Bawean terasa di Surabaya Timur. Di kawasan itu, kondisi tanah dinilai kurang baik, tetapi bangunan yang ada tidak mengalami kerusakan. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan konstruksi tahan gempa dapat memberi perlindungan penting bagi penghuni dan struktur bangunan.

“Kemarin waktu gempa Bawean di Surabaya Timur, dia tanahnya jelek tapi pada waktu itu bangunannya tidak mengalami kerusakan artinya sudah sesuai dengan aturan tahan gempa. Ada tulangan, besi pojok, sloof, kolom,” ujarnya.

Standar Konstruksi Menjadi Kunci

Setiap bangunan perlu dirancang sesuai dengan karakteristik tanah di lokasi pembangunannya. Struktur, fondasi, tulangan, kolom, sloof, serta penguatan pada bagian sudut bangunan memiliki peran dalam menghadapi getaran. Penerapan standar ini penting bukan semata-mata untuk menjaga aset, melainkan juga untuk melindungi keselamatan manusia.

Surabaya sebagai kota besar memiliki kawasan permukiman padat, fasilitas publik, pusat kegiatan ekonomi, dan gedung-gedung menjulang. Ketahanan bangunan menjadi persoalan yang semakin penting ketika dampak gempa dapat menjalar ke berbagai layanan vital. Kerusakan pada rumah, sekolah, puskesmas, rumah sakit, dan infrastruktur lain berisiko menghambat penanganan keadaan darurat.

“Rumah rusak, terus sekolah, puskesmas, rumah sakit itu sangat vital. Akhirnya jadi menimbulkan bencana berantai namanya. Gempa itu hanya geseran tapi menimbulkan banyak kerusakan,” pungkasnya.

Penguatan regulasi pembangunan dan pengawasan penerapannya menjadi bagian penting dari pengurangan risiko bencana. Pemantauan sesar melalui GPS dan seismograf, pemetaan kerentanan kawasan, serta kepatuhan terhadap standar konstruksi dapat saling melengkapi dalam membangun kesiapsiagaan Surabaya.

Bagi masyarakat, langkah utama adalah tetap tenang, memahami lingkungan tempat tinggal, dan memperhatikan keamanan struktur bangunan. Kesiapan yang baik tidak menghilangkan potensi gempa, tetapi dapat membantu mengurangi dampak yang ditimbulkannya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Surabaya Dilewati 2 Sesar Aktif Pakar?

Surabaya Dilewati 2 Sesar Aktif Pakar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Surabaya Dilewati 2 Sesar Aktif Pakar matter?

Surabaya Dilewati 2 Sesar Aktif Pakar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.