LenteraFakta
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tinjau Gudang Bulog di Ambon, Titiek Soeharto Terharu Kenang Presiden Soeharto

Published Oktober 10, 2026 · Updated Oktober 10, 2026 · By Joseph Anderson - lenterafakta.com

Foto : Joseph Anderson - lenterafakta.com

Titiek Soeharto Meninjau Gudang Bulog Nusaniwe di Ambon

Lenterafakta.com – Kegiatan kerja Komisi IV DPR RI di Kota Ambon menghadirkan momen emosional bagi Ketua Komisi IV, Siti Hediati Soeharto. Saat berada di kompleks Gudang Bulog Nusaniwe di kawasan Air Salobar, ia menyaksikan fasilitas penyimpanan pangan yang sampai sekarang masih digunakan untuk melayani kebutuhan beras di Maluku.

Legislator yang akrab disapa Titiek Soeharto itu tampak memperhatikan kondisi area pergudangan sebelum menuju lokasi acara. Kunjungan tersebut tidak hanya berlangsung dari luar bangunan. Ia juga menyempatkan diri memasuki salah satu gudang penyimpanan beras, berkeliling, berbincang dengan pekerja, serta melihat kondisi beras yang disimpan.

Kurang lebih lima menit, Titiek berada di dalam gudang bersama para pekerja. Aktivitas itu menjadi bagian dari peninjauan langsung terhadap fasilitas yang berperan dalam penyimpanan beras sebelum distribusi dilakukan ke berbagai wilayah Maluku.

Kenangan terhadap Presiden Soeharto

Di tengah peninjauan itu, Titiek teringat pada almarhum ayahnya, Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Dengan emosi yang terlihat dalam penyampaiannya, ia menilai keberadaan gudang tersebut masih memberikan manfaat bagi masyarakat karena tetap dirawat dan dioperasikan.

“Ini semua peninggalan Pak Harto. Masih dirawat dan bermanfaat,”

Ia memandang keberlanjutan fungsi gudang sebagai hal penting, terutama karena bangunan tersebut tidak sekadar menjadi aset fisik, melainkan juga bagian dari rantai penyimpanan beras bagi daerah. Gudang yang terjaga memungkinkan beras disimpan sebelum disalurkan sesuai kebutuhan wilayah.

Setelah menyelesaikan peninjauan, Titiek menyampaikan sambutan terkait keberhasilan CBP 4 ton. Dalam kesempatan yang sama, ia kembali mengungkapkan rasa harunya atas keberadaan model gudang Bulog yang serupa di berbagai daerah di Indonesia.

“Di seluruh Indonesia semua modelnya (gudang) ya begini. Sama. Semoga amal jariahnya diterima, terima kasih sudah merawat ini,”

Ucapan tersebut ditujukan kepada para pekerja dan buruh di Gudang Bulog Nusaniwe. Perawatan fasilitas menjadi perhatian karena fungsi gudang tetap berjalan hingga kini, termasuk dalam menjaga kesiapan penyimpanan beras untuk penyaluran di wilayah Maluku.

Dua Gudang Berkapasitas Besar

Kompleks Gudang Bulog Nusaniwe di Kota Ambon memiliki dua bangunan gudang. Masing-masing bangunan mempunyai kemampuan menampung beras hingga 7.000 ton. Kapasitas tersebut menunjukkan peran penting fasilitas ini sebagai titik penyimpanan sebelum beras diteruskan ke berbagai kawasan di Maluku.

Keberadaan gudang beras menjadi bagian penting dalam proses distribusi pangan. Beras yang telah tersimpan dapat disiapkan untuk disalurkan, sehingga pengelolaan stok tidak hanya bergantung pada proses pengiriman saat kebutuhan muncul. Dalam konteks kepulauan seperti Maluku, keberadaan titik penyimpanan yang aktif merupakan unsur yang mendukung kelancaran penyaluran beras.

Kondisi dua bangunan di Nusaniwe disebut masih terpelihara. Area pergudangan juga tetap dipenuhi kegiatan kerja, mulai dari pemeriksaan hingga pengemasan. Pemandangan tersebut memperlihatkan bahwa fasilitas yang dikunjungi Titiek masih menjalankan fungsi operasionalnya.

Peninjauan terhadap gudang juga memberikan gambaran mengenai pekerjaan yang berlangsung di balik proses distribusi pangan. Sebelum beras diterima masyarakat di berbagai wilayah, terdapat pekerja yang menangani penyimpanan, pengawasan kondisi barang, serta pengemasan untuk kebutuhan penyaluran.

Peran Pekerja Perempuan

Di area Gudang Bulog Nusaniwe, sebagian tenaga kerja mingguan yang bertugas melakukan pengemasan merupakan perempuan. Keterlibatan mereka terlihat dalam aktivitas operasional di kompleks pergudangan tersebut.

Pada kesempatan kunjungan itu, Titiek memberikan bantuan kepada para pekerja perempuan. Pemberian tersebut menjadi bagian dari interaksinya dengan tenaga kerja yang sehari-hari mendukung kegiatan di gudang.

Kunjungan kerja di Ambon ini mempertemukan perhatian terhadap infrastruktur pangan, kondisi fasilitas penyimpanan, dan peran para pekerja yang menjalankan kegiatan di dalamnya. Gudang Bulog Nusaniwe tetap menjadi tempat penyimpanan beras untuk kemudian disalurkan ke wilayah-wilayah di Maluku.

Bagi masyarakat, keberadaan gudang yang dirawat dan tetap beroperasi memiliki arti praktis: fasilitas tersebut menopang proses penyimpanan beras sebelum distribusi dilakukan. Sementara bagi Titiek Soeharto, kunjungan itu juga menjadi ruang untuk mengenang jejak almarhum ayahnya melalui bangunan yang masih digunakan hingga sekarang.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Tinjau Gudang Bulog di Ambon Titiek?

Tinjau Gudang Bulog di Ambon Titiek is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tinjau Gudang Bulog di Ambon Titiek matter?

Tinjau Gudang Bulog di Ambon Titiek matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.