LenteraFakta
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Konflik Riyadh Ganggu Penerbangan Umrah, AMPHURI Sebut Jemaah Transit Terkendala

Published Oktober 13, 2026 · Updated Oktober 13, 2026 · By Susan Jones - lenterafakta.com

Foto : Susan Jones - lenterafakta.com

Konflik Riyadh Ganggu Penerbangan Umrah, Jemaah Transit Diminta Waspada

Lenterafakta.com – Konflik Riyadh Ganggu Penerbangan Umrah bagi sejumlah jemaah Indonesia yang menggunakan rute transit melalui Riyadh, Abu Dhabi, dan Dubai. Kendala perjalanan tersebut terjadi pada Minggu (11/10/2026) hingga Senin (12/10/2026), dengan dampak berupa pembatalan penerbangan, perubahan rute, dan penyesuaian jadwal perjalanan penumpang.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Zaki Zakariya, menyampaikan bahwa gangguan terutama dialami oleh beberapa grup umrah yang memiliki jadwal transit. Namun, tidak seluruh penerbangan menuju Arab Saudi terdampak oleh situasi tersebut.

“Terhitung 11-12 Oktober kemarin, memang ada beberapa grup umrah yang terkendala, khususnya yang transit di Riyadh, Abu Dhabi, dan Dubai, yang lainnya masih banyak yang normal, kecuali ada beberapa airlines yang ke Jeddah terkendala, tapi hanya sedikit,” kata Zaki pada Selasa (13/10/2026).

Kemenhub Pantau Dampak Penerbangan yang Terhubung Riyadh

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melaporkan bahwa sejumlah penerbangan transit yang terhubung dengan Riyadh mengalami pembatalan, penyesuaian rute, serta pengaturan ulang perjalanan penumpang per Senin (12/10/2026). Pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi perhatian utama. Pemerintah juga mendorong maskapai agar memberikan informasi dan penanganan yang jelas kepada penumpang yang terkena dampak perubahan perjalanan.

“Kami terus memantau perkembangan situasi dan dampaknya terhadap penerbangan yang terhubung dengan Riyadh. Prioritas kami adalah memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi perhatian utama, sekaligus mendorong agar penumpang yang terdampak memperoleh informasi dan penanganan yang jelas dari maskapai,” ujar Lukman.

Berdasarkan pemantauan Kemenhub, penerbangan langsung dari Indonesia ke Arab Saudi yang tercantum dalam laporan masih beroperasi. Garuda Indonesia dan Lion Air pada penerbangan menuju Jeddah, serta penerbangan Saudia pada rute yang dipantau, masih berjalan. Kondisi ini menunjukkan bahwa Konflik Riyadh Ganggu Penerbangan Umrah terutama perlu diperhatikan oleh jemaah yang memiliki rute transit tertentu.

Data Jemaah dan Imbauan untuk PPIU

Kementerian Haji dan Umrah mengimbau calon jemaah umrah yang belum berangkat agar memastikan kembali status penerbangan dan kesiapan perjalanan bersama biro perjalanan masing-masing. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menyebutkan bahwa hingga Minggu (11/10/2026), terdapat 37 jemaah umrah yang berangkat dan pulang melalui Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, berdasarkan data yang tercatat dalam sistem kementerian.

Kementerian Haji dan Umrah menyatakan tidak ada jemaah umrah Indonesia yang menjadi korban dalam serangan tersebut. Meski demikian, gangguan terhadap penerbangan dapat memengaruhi jadwal keberangkatan, kedatangan, maupun koneksi penerbangan lanjutan. PPIU diminta memprioritaskan keselamatan jemaah, memantau kondisi mereka, dan segera menyampaikan perubahan jadwal beserta langkah penanganannya.

Langkah Jemaah Saat Jadwal Penerbangan Berubah

Bagi jemaah yang menggunakan penerbangan transit menuju atau dari Arab Saudi, Kemenhub mengimbau agar status penerbangan diperiksa melalui kanal resmi maskapai. Jemaah juga perlu memastikan kembali jadwal, rute, dan penerbangan lanjutan sebelum menuju bandara. Jika terdapat perubahan, penumpang dapat menghubungi maskapai atau biro perjalanan untuk memperoleh informasi penanganan.

Dalam situasi Konflik Riyadh Ganggu Penerbangan Umrah, komunikasi antara jemaah, maskapai, dan penyelenggara perjalanan menjadi penting. Jemaah sebaiknya menyimpan dokumen perjalanan, informasi kontak biro, serta detail penerbangan lanjutan agar proses penyesuaian perjalanan dapat dilakukan dengan lebih jelas.

FAQ Gangguan Penerbangan Umrah

Apakah semua penerbangan umrah ke Arab Saudi terganggu?

Tidak. Berdasarkan pemantauan Kemenhub, sejumlah penerbangan langsung Indonesia menuju Arab Saudi yang tercantum dalam laporan masih beroperasi. Kendala terutama dialami pada beberapa penerbangan yang memiliki koneksi transit melalui Riyadh, Abu Dhabi, dan Dubai.

Apa yang harus dilakukan jika penerbangan transit berubah?

Periksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai, pastikan kembali jadwal dan rute perjalanan, lalu hubungi maskapai atau biro perjalanan apabila ada perubahan pada penerbangan lanjutan.

Apakah ada jemaah Indonesia yang menjadi korban?

Kementerian Haji dan Umrah menyatakan tidak ada jemaah umrah Indonesia yang menjadi korban dalam serangan tersebut. Namun, jemaah tetap perlu mengikuti informasi terbaru dari maskapai dan penyelenggara perjalanan terkait dampak perjalanan.

Related Reading