LenteraFakta
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

3 Wilayah NTB Berpeluang Hujan Meski El Nino Sangat Kuat, Ini Daftarnya

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By Robert Anderson - lenterafakta.com

Peluang Hujan Masih Terbuka di Sejumlah Wilayah NTB

Lenterafakta.com – Di tengah musim kemarau yang menguat di Nusa Tenggara Barat, hujan masih berpotensi terjadi pada beberapa lokasi dalam rentang 11 hingga 20 September 2026. Kota Mataram, sebagian Lombok Barat, dan sebagian Sumbawa menjadi wilayah yang memiliki peluang menerima hujan lebih dari 20 milimeter selama satu dasarian.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai peluang hujan secara umum tetap sangat kecil. Untuk dasarian II September, probabilitas hujan di sebagian besar NTB berada di bawah 10 persen. Artinya, kondisi kering masih akan menjadi gambaran dominan, meski terdapat kemungkinan pembentukan awan hujan di area tertentu.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini, menyampaikan bahwa kemungkinan hujan dengan akumulasi di atas 20 milimeter per dasarian berada pada kisaran 10 hingga 40 persen di tiga wilayah tersebut.

“Peluang hujan lebih dari 20 milimeter per dasarian sebesar 10 sampai 40 persen diprediksi terjadi di sebagian wilayah Kota Mataram, Lombok Barat dan Sumbawa,” ujar Suci di Mataram, Jumat (11/9/2026).

Aktivitas Atmosfer Mendukung Pertumbuhan Awan

Peluang hujan lokal ini berkaitan dengan aktivitas Madden-Julian Oscillation atau MJO serta gelombang Equatorial Rossby (ER). Kedua fenomena atmosfer tersebut dapat menciptakan kondisi yang lebih mendukung bagi pertumbuhan awan di sebagian wilayah NTB.

Meski demikian, dukungan atmosfer itu berlangsung di tengah pengaruh El Nino yang sangat kuat. Indeks Nino3.4 tercatat mencapai +2,74 derajat Celsius, sebuah nilai yang menunjukkan intensitas El Nino berada dalam kategori sangat kuat. Kondisi ini lazim berkaitan dengan berkurangnya peluang hujan di sejumlah kawasan Indonesia, termasuk NTB.

El Nino diprakirakan masih memengaruhi pola cuaca hingga awal 2027. Karena itu, potensi hujan pada beberapa titik tidak serta-merta menandakan berakhirnya musim kemarau. Masyarakat tetap perlu melihat hujan yang mungkin turun sebagai kejadian terbatas, bukan sebagai tanda bahwa pasokan air telah kembali normal di seluruh wilayah.

Kemarau Tetap Menjadi Risiko Utama

BMKG mengingatkan agar kewaspadaan terhadap kekeringan tetap dijaga. Curah hujan yang diprakirakan terjadi di Mataram, Lombok Barat, atau Sumbawa belum tentu merata, baik dari sisi lokasi maupun intensitas. Dalam situasi musim kering berkepanjangan, hujan sesaat dapat membantu membasahi permukaan tanah, tetapi belum tentu cukup untuk mengurangi dampak kekurangan air secara luas.

Pada dasarian I September 2026, sebagian besar NTB menerima curah hujan rendah, yakni antara 0 hingga 50 milimeter per dasarian. Catatan tertinggi pada periode itu terdapat di Pos Hujan Empang, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, dengan curah hujan 38 milimeter per dasarian.

Angka tersebut menggambarkan bahwa hujan memang masih muncul di beberapa tempat, namun volumenya belum menunjukkan kondisi basah yang meluas. Perbedaan hujan antardaerah juga perlu diperhatikan karena satu kecamatan dapat menerima hujan, sementara wilayah di sekitarnya tetap mengalami hari-hari kering.

Hari Tanpa Hujan Memasuki Kategori Ekstrem

Tekanan kekeringan terlihat dari panjangnya hari tanpa hujan berturut-turut di sejumlah daerah. Di Pos Hujan Bolo dan Belo, Kabupaten Bima, jumlah hari tanpa hujan telah mencapai 115 hari. Durasi ini masuk dalam kategori sangat panjang hingga kekeringan ekstrem.

Situasi tersebut penting diperhatikan oleh warga yang bergantung pada ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari maupun kegiatan pertanian. Saat periode kering berlangsung lama, sumber air permukaan dan cadangan air di lingkungan setempat dapat menghadapi tekanan lebih besar. Penggunaan air secara hemat serta pemantauan informasi cuaca menjadi langkah yang relevan selama kemarau masih berlangsung.

BMKG mencatat delapan kabupaten dan satu kota di NTB berada pada status awas kekeringan meteorologis. Kota Mataram menjadi pengecualian dalam catatan tersebut. Secara total, terdapat 34 kecamatan yang telah memasuki status awas.

Status awas menunjukkan perlunya perhatian lebih tinggi terhadap perkembangan kondisi kering. Warga di daerah terdampak dapat mengikuti pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG, terutama apabila aktivitas luar ruang, kebutuhan air, atau kegiatan pertanian dipengaruhi langsung oleh perubahan cuaca.

Warga Perlu Mencermati Perbedaan Kondisi Antarwilayah

Cuaca di NTB dalam periode 11–20 September 2026 tidak akan seragam. Sebagian kawasan berpeluang menerima hujan, sedangkan wilayah lain kemungkinan tetap didominasi cuaca kering. Karena itu, informasi prakiraan untuk daerah yang lebih spesifik akan lebih berguna dibanding menyimpulkan kondisi seluruh provinsi dari hujan yang terjadi di satu lokasi.

Potensi hujan di Kota Mataram, Lombok Barat, dan Sumbawa juga perlu dipahami dalam konteks peluang 10 sampai 40 persen. Persentase tersebut menunjukkan adanya kemungkinan, bukan kepastian bahwa hujan akan turun di seluruh bagian wilayah yang disebutkan. Kondisi aktual dapat berubah seiring dinamika awan dan atmosfer pada hari-hari berikutnya.

Dengan El Nino yang masih sangat kuat dan berpotensi bertahan hingga awal 2027, kesiapsiagaan terhadap kekeringan tetap menjadi perhatian utama. Hujan lokal dapat memberikan jeda dari cuaca kering, tetapi masyarakat NTB tetap perlu mengantisipasi musim kemarau yang belum berakhir.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 3 Wilayah NTB Berpeluang Hujan Meski?

3 Wilayah NTB Berpeluang Hujan Meski is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 3 Wilayah NTB Berpeluang Hujan Meski matter?

3 Wilayah NTB Berpeluang Hujan Meski matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.