LenteraFakta
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Cegah Penyakit Sejak Muda, UGM Ajak Remaja Aktif Bergerak dan Makan Bergizi

Published Agustus 21, 2026 · Updated Agustus 21, 2026 · By Nancy Anderson - lenterafakta.com

Lenterafakta.com – Kebiasaan aktif bergerak dan menerapkan pola makan bergizi seimbang dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang serta kesehatan remaja. Aktivitas fisik tidak hanya berperan dalam menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga mendukung pertumbuhan, kesehatan mental, serta membantu mencegah risiko penyakit tidak menular. Namun, tingkat aktivitas fisik masyarakat, termasuk kalangan remaja, masih menjadi perhatian.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), satu dari empat orang dewasa dan tiga dari empat remaja berusia 11-17 tahun belum memenuhi standar aktivitas fisik yang dianjurkan. Sementara itu, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan sebanyak 33,5 persen masyarakat Indonesia tergolong kurang melakukan aktivitas fisik. Upaya membangun kebiasaan hidup aktif sejak usia sekolah dilakukan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) melalui program "Be Active Be Healthy".

Program tersebut dikenalkan Departemen Fisiologi bersama Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial FK-KMK UGM kepada para guru SMA dan SMK di Kabupaten Sleman. Sebanyak 35 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dari sejumlah SMA dan SMK di Sleman mengikuti pelatihan yang berlangsung di Laboratorium Praktikum Terpadu FK-KMK UGM. Asisten Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat FK-KMK UGM, Muhammad Nurhadi Rahman, menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pola hidup aktif dan sehat.

“Saya berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sekolah dalam mengembangkan program promosi kesehatan berbasis bukti ilmiah semakin kuat kedepannya,” kata Nurhadi dikutip dari laman UGM, Kamis (20/8/2026). Dosen Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial FK-KMK UGM, Supriyati, mengatakan program Be Active Be Healthy dirancang untuk mendorong guru dan seluruh warga sekolah menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas fisik secara berkelanjutan. “Budaya hidup aktif dapat menjadi bagian dari keseharian semua Masyarakat sekolah, baik, siswa maupun guru,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut, para guru PJOK diharapkan tidak hanya mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai pentingnya aktivitas fisik, tetapi juga memiliki keterampilan untuk menerapkan program tersebut di sekolah masing-masing. Guru selanjutnya diharapkan berperan sebagai agen perubahan yang mendorong terbentuknya budaya hidup sehat dan aktif di lingkungan sekolah. Program serupa juga akan melibatkan siswa sebagai agen perubahan agar kebiasaan tersebut dapat tumbuh dari seluruh unsur sekolah.

“Saya berharap implementasi program ini mampu meningkatkan aktivitas fisik remaja, membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah, serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih memungkinkan untuk hidup lebih sehat, aktif, dan produktif,” ujar Supriyati. Ketua pelaksana pelatihan, Denny Agustiningsih, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama FK-KMK UGM dengan Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman. Kolaborasi itu diarahkan untuk memperkuat peran sekolah dalam membangun kebiasaan hidup aktif dan sehat di kalangan remaja.

“Kita memperkenalkan rekomendasi aktivitas fisik bagi remaja berdasarkan pedoman internasional serta strategi implementasinya di lingkungan sekolah,” jelasnya. Menurut Denny, lingkungan sekolah memiliki peran penting karena menjadi salah satu tempat utama remaja menjalani aktivitas sehari-hari. Upaya meningkatkan aktivitas fisik karena itu tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran olahraga, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang mendukung kebiasaan bergerak secara konsisten.

Selain aktivitas fisik, remaja juga perlu memperhatikan pola makan dan waktu istirahat sebagai bagian dari penerapan gaya hidup sehat. Dosen Departemen Fisiologi FK-KMK UGM, Rahmaningsih Mara Sabirin, mengatakan kebiasaan hidup sehat sebaiknya mulai dibangun sejak usia remaja. Kebiasaan tersebut dapat diterapkan melalui pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, istirahat memadai, serta pengelolaan kesehatan secara menyeluruh.

Langkah tersebut dinilai penting sebagai bekal bagi remaja untuk tumbuh sehat sekaligus menjalani kehidupan yang produktif pada masa mendatang. Melalui keterlibatan guru dan siswa, kebiasaan hidup aktif serta penerapan pola makan bergizi diharapkan tidak hanya menjadi materi edukasi, tetapi berkembang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7.

Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Cegah Penyakit Sejak Muda UGM Ajak?

Cegah Penyakit Sejak Muda UGM Ajak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Cegah Penyakit Sejak Muda UGM Ajak matter?

Cegah Penyakit Sejak Muda UGM Ajak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.