Lulusan S1 Sulit Cari Kerja, Ini Jurusan dengan Pengangguran Tertinggi di Indonesia dan AS
Pasar Kerja Indonesia Belum Siap Menyerap Lulusan Sarjana: Data Terbaru Mengungkap Realitas Pahit
Lenterafakta.com – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kalangan penduduk berpendidikan minimal S1 menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Setelah sempat turun dari 5,98 persen pada 2021 menjadi 4,80 persen pada 2022, angka tersebut kembali merangkak naik secara bertahap.
"TPT lulusan minimal S1 meningkat menjadi 5,18 persen pada 2023, kemudian 5,25 persen pada 2024, dan kembali naik menjadi 5,39 persen pada 2025."
Penulis laporan menegaskan bahwa angka 5,98 persen pada 2021 kemungkinan masih membawa bekas gangguan pasar kerja akibat pandemi Covid-19, sehingga tidak layak dijadikan satu-satunya cermin kondisi normal. Namun, arah pergerakan setelah 2022 jelas menuntut perhatian serius.
Laporan LPEM FEB UI: Kesiapan Pasar Kerja di Tengah Ekspansi Pendidikan Tinggi
Temuan di atas sejalan dengan analisis yang dirilis Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) melalui Labor Market Brief Volume 7 Nomor 7, terbitan Juli 2026. Dokumen berjudul "Ketika Akses Pendidikan Tinggi Bertambah, Apakah Pasar Kerja Siap?" disusun oleh Muhammad Hanri, Ph.D., dan Nia Kurnia Sholihah, M.E.
Dengan memanfaatkan data Sakernas Agustus 2025, laporan tersebut menelaah sejauh mana pasar kerja Indonesia mampu menyerap lulusan pendidikan tinggi, terutama di tengah rencana perluasan akses melalui pendirian universitas baru. Salah satu temuan utamanya mengidentifikasi bidang-bidang studi yang paling banyak dijumpai di antara penganggur berpendidikan minimal S1.
Enam Bidang Studi dengan Proporsi Pengangguran Sarjana Tertinggi
Dari seluruh penduduk berpendidikan minimal S1 yang menganggur, sekitar 40 persen berasal dari enam bidang studi tertentu. Jurusan Manajemen menempati posisi teratas dalam daftar tersebut, diikuti bidang-bidang lain yang secara kolektif membentuk mayoritas pengangguran sarjana.
Para penulis laporan mencatat adanya pola khas di balik daftar itu. Mayoritas bidang yang masuk daftar memiliki cakupan keilmuan yang sangat luas sekaligus jumlah lulusan yang relatif besar dari tahun ke tahun.
"Pola ini menunjukkan bahwa pengangguran sarjana cukup banyak berasal dari bidang studi yang memiliki cakupan luas dan basis lulusan yang besar."
Manajemen, misalnya, menaungi program-program yang menyentuh pengelolaan organisasi, keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, aset, hingga sektor industri. Akuntansi dan Administrasi Bisnis, meskipun merupakan bidang terpisah, tetap berada dalam rumpun bisnis yang berdekatan secara tematik.
"Besarnya proporsi lulusan Manajemen, Akuntansi, dan Administrasi Bisnis tidak terlalu mengejutkan. Program-program tersebut tersedia di banyak perguruan tinggi dan cenderung menerima mahasiswa dalam jumlah besar."
Luasnya Pilihan Karier Tidak Sama dengan Kemudahan Masuk Pasar Kerja
Di dunia kerja, lulusan rumpun bisnis sesungguhnya memiliki akses ke beragam sektor: administrasi, pemasaran, perbankan, keuangan, sumber daya manusia, hingga pengelolaan usaha. Akan tetapi, keragaman pilihan itu tidak serta-merta meratakan hambatan masuk ke pasar kerja.
"Luasnya pilihan pekerjaan tidak selalu berarti proses masuk ke pasar kerja menjadi lebih mudah. Lulusan dari rumpun bisnis bersaing tidak hanya dengan lulusan dari bidang yang sama, tetapi juga dengan lulusan Ekonomi, Hukum, Komunikasi, dan berbagai ilmu sosial lain untuk posisi-posisi awal yang relatif umum."
Hukum, Ekonomi, dan Pendidikan: Jalur yang Jelas Namun Tidak Seragam
Bagi lulusan Hukum dan Ekonomi, jalur karier secara struktural lebih terdefinisi. Kendati demikian, tidak semua alumni pada akhirnya menempati posisi yang berkaitan langsung dengan disiplin yang mereka pelajari selama kuliah.
Untuk bidang Pendidikan, cakupannya pun sangat heterogen—meliputi pendidikan guru, bahasa, ekonomi, sains, hingga pendidikan vokasi. Proses transisi lulusan bidang ini ke dunia kerja dipengaruhi oleh sejumlah variabel eksternal.
"Proses masuk lulusannya ke pasar kerja dapat dipengaruhi oleh pola rekrutmen guru, ketersediaan formasi, kebutuhan sekolah yang berbeda antarwilayah, serta persyaratan profesi yang berlaku."
Bidang Digital: Mitos Prospek yang Perlu Dikoreksi
Selama ini, bidang digital kerap dilabeli sebagai sektor dengan prospek kerja paling menjanjikan. Namun, temuan LPEM FEB UI menunjukkan bahwa lulusan Ilmu Komputer atau Informatika tetap masuk dalam daftar bidang dengan proporsi pengangguran sarjana yang signifikan, menantang asumsi bahwa gelar di sektor teknologi otomatis menjamin terserapnya tenaga kerja.
Sumber: Kompas.com, Minggu (16/8/2026).
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Lulusan S1 Sulit Cari Kerja Ini Jurusan?Lulusan S1 Sulit Cari Kerja Ini Jurusan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Lulusan S1 Sulit Cari Kerja Ini Jurusan matter?Lulusan S1 Sulit Cari Kerja Ini Jurusan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.