Pasangan Ini Temukan Ratusan Toples Antik Berisi Makanan Misterius di Rumah Berusia 200 Tahun
Lenterafakta.com – Ketika Sommer Duran dan suaminya, Antonio, mulai merenovasi rumah keluarga mereka yang telah berusia hampir dua abad, mereka memperkirakan akan menemukan beberapa kejutan. Namun, apa yang mereka temukan di ruang bawah tanah membuat mereka terperanjat. Pasangan suami istri tersebut pindah ke rumah bersejarah buatan tahun 1834 di Michigan, Amerika Serikat, pada Maret 2026 saat proses pembelian rumah dari anggota keluarga sedang berlangsung.
Transaksi jual beli tersebut resmi selesai pada Juli 2026. Rumah tua tersebut telah dimiliki oleh keluarga Duran secara turun-temurun selama beberapa generasi. Hal ini membuat setiap penemuan furnitur, pakaian, hingga foto-foto lama terasa sangat berharga bagi mereka.
Salah satu penemuan yang paling berkesan bagi Sommer Duran adalah saat menemukan tulisan nama buyut perempuannya di area loteng. Lahir pada tahun 1926, sang buyut tinggal di rumah tersebut hingga wafat pada tahun 2021. "Saya tidak tahu apakah dia sendiri yang menulis namanya atau salah satu saudaranya, tetapi melihat namanya di atas sana setelah tumbuh besar dengan mengenalnya membuat penemuan itu sangat berarti bagi saya," ujarnya, dikutip dari Newsweek, Selasa (18/8/2026).
Namun, penemuan berikutnya di ruang bawah tanah membuat mereka menyebutnya sebagai bagian paling "tak terduga" dari rumah berusia hampir 200 tahun itu. Duran mengaku sebenarnya sudah tahu ada banyak toples di ruang bawah tanah saat pertama kali pindah, tetapi ia tidak terlalu memperhatikannya. Rasa penasarannya baru muncul setelah ia mulai belajar cara mengawetkan makanan (canning) sendiri.
"Beberapa hari lalu saya penasaran dan memutuskan untuk melihat lebih dekat apa yang sebenarnya ada di bawah sana," ungkap Duran. Temuan di ruang bawah tanah tersebut ternyata jauh lebih banyak dari yang diperkirakan. Beberapa lemari dipenuhi dengan berbagai merek dan model toples dari era yang berbeda-beda.
Hingga kini, Duran mengaku belum tahu pasti berapa total jumlah toples yang ada di sana. Alih-alih langsung membuangnya, Duran mulai meneliti penanda ( markings ) pada toples untuk menentukan kapan dan di mana barang-barang tersebut diproduksi. Salah satu penemuan favoritnya adalah toples aqua Ball Mason dengan logo lama "Triple-L", yang diperkirakan berasal dari akhir era 1890-an atau awal 1900-an.
"Saya juga menemukan beberapa merek dan gaya lain dari periode waktu berbeda yang bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya." Selain bentuk toples yang menjadi teka-teki sejarah, isi di dalam toples menimbulkan pertanyaan yang lebih besar. Beberapa toples masih berisi makanan hasil pengawetan rumahan, dan pasangan ini sangat berhati-hati untuk tidak membukanya sembarangan. "Kami pasti tidak akan memakan isinya!" ujar Duran.
Sikap hati-hati ini sangat penting karena makanan olahan rumahan yang sudah sangat lama berisiko tinggi. Secara visual, sangat sulit untuk menentukan apakah makanan yang diawetkan secara tidak benar atau busuk itu aman untuk dikonsumsi, mengingat racun berbahaya dapat hadir tanpa tanda-tanda kebusukan yang jelas. Bahaya paling serius dari makanan kaleng atau toples olahan rumahan adalah botulisme, yaitu bentuk keracunan makanan yang langka namun berpotensi fatal.
Kondisi ini disebabkan oleh neurotoksin yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Berdasarkan peringatan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), spora C. botulinum dapat bertahan hidup dalam proses pengolahan yang tidak memadai.
Dalam kondisi yang mendukung, terutama lingkungan rendah oksigen dan rendah asam, spora tersebut dapat berkembang dan menghasilkan racun yang tidak dapat dilihat, dicium, atau dirasakan. Penelitian mengenai wabah botulisme di AS yang dipublikasikan dalam Journal of Food Protection (studi wabah 1999–2008) mencatat bahwa sayuran awetan rumahan menyumbang 38 persen dari wabah botulisme bawaan makanan rumahan di AS. Beberapa kasus di Ohio dan Washington tercatat berasal dari sayuran awetan seperti buncis, campuran buncis dan wortel, serta asparagus.
Bagi Duran, misteri yang tersimpan di ruang bawah tanah justru menjadi daya tarik tersendiri. "Awalnya saya terpesona, tetapi juga agak jijik dengan beberapa isi misterius itu! Begitu saya mulai meneliti toples-toples itu sendiri, ini dengan cepat berubah menjadi perburuan harta karun." Duran mengunggah penemuan tersebut ke akun TikTok miliknya, @Our1834Home, tempat ia mendokumentasikan proses renovasi rumah.
Unggahan itu pun berubah menjadi proyek kolaborasi warganet yang membantu mengidentifikasi penanda toples serta berspekulasi mengenai isinya. "Ini pada dasarnya berubah menjadi perburuan harta karun komunitas yang besar, yang membuat proses membukanya menjadi lebih menyenangkan," lanjut Duran. Daripada sekadar membuka dan membuang isinya, pasangan ini berencana untuk menghubungi pihak universitas, sekolah, atau peneliti untuk melihat apakah ada akademisi yang tertarik meneliti isi toples tersegel tersebut secara ilmiah.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pasangan Ini Temukan Ratusan Toples Antik?Pasangan Ini Temukan Ratusan Toples Antik is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pasangan Ini Temukan Ratusan Toples Antik matter?Pasangan Ini Temukan Ratusan Toples Antik matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.