Hamas Minta Kejelasan Board of Peace soal Nasib Gaza dan Penarikan Pasukan Israel
Organisasi Hamas secara resmi mengajukan permintaan klarifikasi kepada Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang didirikan oleh Presiden Amerika Serikat
Hamas Minta Kejelasan Board of Peace soal Masa Depan Gaza
Lenterafakta.com – Organisasi Hamas secara resmi mengajukan permintaan klarifikasi kepada Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang didirikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah ini diambil menyusul adanya ketidaksesuaian persepsi antara Hamas dan Dewan Perdamaian mengenai rencana penghentian konflik di Gaza. Kelompok Palestina tersebut merasa perlu mendapatkan penjelasan lebih rinci terkait dua isu utama yang disoroti oleh Dewan Perdamaian, yaitu proses pelucutan senjata Hamas dan syarat-syarat penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza.
Klarifikasi ini muncul setelah Dewan Perdamaian menerbitkan peta jalan yang memuat ketentuan-ketentuan penting. Dokumen tersebut mengatur mengenai pelucutan senjata Hamas secara bertahap serta penarikan pasukan Israel dari Gaza yang juga dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2026, Hamas telah menyatakan kesepakatan untuk menyerahkan senjatanya sebagai bagian dari upaya menuju penyelesaian konflik yang lebih luas.
Ketidaknyamanan Hamas Terhadap Pernyataan Mladenov
Israel tetap menolak menarik pasukannya sebelum ada bukti bahwa Hamas telah benar-benar melucuti senjata secara terverifikasi. Setelah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin tanggal 3 Agustus 2026, Dewan Perdamaian menyampaikan bahwa penarikan pasukan Israel dari posisi mereka saat ini di Gaza baru akan dimulai setelah Hamas sepenuhnya melucuti senjata. Pernyataan tersebut membuat Hamas merasa tidak nyaman dengan arah yang diambil.
Seorang pejabat Hamas mengatakan kelompoknya dan sejumlah faksi Palestina lainnya merasa “risih” dengan pernyataan yang disampaikan Nickolay Mladenov, pejabat tinggi urusan Gaza di bawah Dewan Perdamaian, setelah pertemuannya dengan Netanyahu. Ketegangan ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang perlu diselesaikan.
“Kami merasa tidak nyaman dengan pernyataan tersebut karena hanya berfokus pada persoalan senjata dan tidak membahas kewajiban pihak pendudukan (Israel), terutama terkait aspek kemanusiaan dan komitmen Israel untuk menghentikan agresinya,” ujar pejabat Hamas tersebut kepada AFP, Selasa (4/8/2026).
Pejabat Hamas lainnya menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu “respons resmi dan jelas” dari Mladenov mengenai sejumlah hal, termasuk kesepakatan yang telah dibuat, sikap Dewan Perdamaian terhadap peningkatan operasi militer Israel, serta dugaan penundaan pelaksanaan kesepakatan. Hal ini menunjukkan bahwa Hamas menginginkan kepastian yang lebih kuat dari pihak Dewan Perdamaian.
Kritik Negara-Negara Mediator Terhadap Israel
Sementara itu, negara-negara mediator seperti Qatar, Mesir, dan Turki juga mengkritik Israel terkait meningkatnya kembali serangan di Gaza. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, mengatakan komunitas internasional dapat melihat pihak yang dianggap menghambat pelaksanaan rencana perdamaian Gaza. Kritik ini semakin memperkuat posisi Hamas dalam menuntut kejelasan lebih lanjut.
“Tanggung jawab penuh berada di pihak Israel,” kata Al Ansari, Selasa. Ia menilai peningkatan serangan Israel dalam beberapa hari terakhir merupakan upaya untuk menggagalkan pelaksanaan rencana tersebut dan menghambat solusi damai yang sedang diupayakan oleh berbagai pihak terkait.
Sebelumnya, setelah pertemuan dengan Netanyahu, Dewan Perdamaian menyatakan melalui unggahan di platform X bahwa penarikan pasukan Israel melewati garis kuning yang memisahkan wilayah kendali Hamas dan militer Israel hanya akan dilakukan setelah proses pelucutan senjata Hamas selesai. Pernyataan tersebut berbeda dengan pernyataan Mladenov sebelumnya pada Jumat (31/7/2026), yang mengatakan bahwa penarikan pasukan Israel harus berjalan beriringan dengan proses pelucutan senjata.
Perbedaan pandangan tersebut kini menjadi salah satu persoalan utama dalam upaya menjalankan kesepakatan terkait masa depan Gaza. Hamas Minta Kejelasan Board of Peace untuk memastikan bahwa semua pihak memahami komitmen masing-masing dengan jelas.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Situasi Gaza
Apa yang dimaksud dengan Board of Peace? Board of Peace atau Dewan Perdamaian adalah lembaga yang didirikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memediasi konflik di Gaza dan mendorong penyelesaian damai antara Hamas dan Israel.
Kapan Hamas menyatakan kesepakatan untuk melucuti senjata? Hamas menyatakan kesepakatan untuk menyerahkan senjatanya pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya menuju penyelesaian konflik.
Apa perbedaan pernyataan Mladenov dengan pernyataan Dewan Perdamaian? Mladenov sebelumnya mengatakan bahwa penarikan pasukan Israel harus berjalan beriringan dengan proses pelucutan senjata, sementara pernyataan terbaru Dewan Perdamaian menyatakan bahwa penarikan hanya akan dilakukan setelah pelucutan senjata selesai.
Negara mana saja yang mengkritik Israel? Negara-negara mediator seperti Qatar, Mesir, dan Turki telah mengkritik Israel terkait meningkatnya kembali serangan di Gaza dan dianggap menghambat rencana perdamaian.
