Skip to content
After Dark
Agustus 6, 2026
Tren

AS Cabut Visa Duta Besar Brasil, Ketegangan Diplomatik Makin Memanas

Mary Taylor - lenterafakta.com 4 mins read

Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Brasil mengalami eskalasi signifikan setelah Washington mengambil langkah tegas dengan mencabut visa Duta Besar

Ketegangan Diplomatik AS-Brasil Memuncak Setelah Pencabutan Visa Duta Besar

Lenterafakta.com – Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Brasil mengalami eskalasi signifikan setelah Washington mengambil langkah tegas dengan mencabut visa Duta Besar Brasil untuk AS, Maria Luiza Ribeiro Viotti. Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian tindakan timbal balik yang semakin memperuncing perselisihan kedua negara di tengah menjelang pemilihan umum Brasil yang akan segera berlangsung.

Akar Perselisihan: Saling Tolak Visa

Pencabutan visa tersebut terjadi menyusul penolakan pemerintah Brasil terhadap permohonan visa dua pejabat Departemen Luar Negeri AS yang berencana melakukan kunjungan ke Brasil pada akhir Juli 2026. Kedua pejabat senior tersebut adalah Riley M. Barnes sebagai Asisten Menteri Luar Negeri untuk Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Ketenagakerjaan, serta Samuel Samson yang menjabat sebagai Wakil Asisten Menteri Luar Negeri di bidang yang sama.

Pemerintah Brasil khawatir kehadiran delegasi AS akan memicu keraguan terhadap integritas proses pemilu di negara tersebut. Ketegangan ini diperburuk oleh tuduhan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva bahwa kedua pejabat AS tersebut berniat mencampuri urusan internal pemilu Brasil. Washington menanggapi tuduhan tersebut sebagai klaim yang tidak berdasar.

Konteks Politik yang Semakin Kompleks

Sebelum kunjungan tersebut, Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro dan salah satu kandidat presiden dari sayap kanan, telah menyampaikan pernyataan kontroversial kepada para diplomat. Flavio mengklaim bahwa mesin pemungutan suara Brasil memiliki asal-usul yang sama dengan mesin pemilu Venezuela, sambil mengutip laporan CIA mengenai dugaan kecurangan di Venezuela.

Jair Bolsonaro saat ini menjalani hukuman penjara selama 27 tahun akibat perannya dalam rencana kudeta setelah kalah dalam pemilu sebelumnya. Flavio kemudian membantah bahwa pernyataannya bermaksud meragukan sistem pemilu Brasil, malah menyatakan keinginannya agar semakin banyak pengamat internasional hadir untuk memantau proses pemilu.

Mahkamah Pemilihan Umum Brasil telah menolak klaim Flavio mengenai mesin pemungutan suara elektronik. Para ahli juga menyebut sistem pemilu Brasil sebagai salah satu yang paling aman di dunia.

Respons Diplomatik dan Langkah Selanjutnya

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menjelaskan bahwa pencabutan visa ini bukan berarti pengusiran. “Kami terus berkomunikasi dengan pemerintah Brasil selama berminggu-minggu dan telah memberikan pemerintah Brasil setiap kesempatan untuk melakukan hal yang benar. Namun, mereka terus menunda dan mengaburkan masalah ini,” ujar juru bicara tersebut, sebagaimana dilansir dari BBC pada Rabu (5/8/2026).

“Tindakan yang diambil adalah mencabut atau membatalkan visa seorang diplomat senior yang berada di sini. Hal itu tidak sama dengan mengusir orang tersebut dari negara ini. Artinya, dia tetap berada di sini tetapi tanpa visa, dan visanya akan dipulihkan jika keseimbangan kembali tercipta dengan memberikan agrement kepada calon duta besar yang kami pilih,” kata pejabat AS, dilansir dari Reuters, Rabu.

Agrement merupakan langkah diplomatik berupa persetujuan formal terhadap calon duta besar. Dalam hal ini, Brasil belum memberikan persetujuan atas Daniel Perez, anggota legislatif negara bagian Florida yang merupakan sekutu dekat Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Donald Trump mencalonkan Perez pada 1 Juni 2026 tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan dari Brasil.

Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa opsi diplomatik tambahan masih tersedia. Keputusan ini menambah daftar perselisihan terbaru dalam hubungan AS-Brasil yang telah memanas dalam beberapa bulan terakhir. Ketegangan semakin meningkat setelah AS memberlakukan kembali tarif dan menetapkan sejumlah kelompok kriminal Brasil sebagai organisasi teroris.

Pemerintah AS menyatakan bahwa visa Duta Besar Brasil akan dikembalikan jika situasi telah diselesaikan dan agrement diberikan. Sementara itu, pemerintah Brasil juga belum memberikan persetujuan atas calon duta besar AS berikutnya yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Ketegangan Diplomatik

Apa penyebab utama pencabutan visa Duta Besar Brasil? Pencabutan visa dilakukan sebagai respons atas penolakan Brasil terhadap visa dua pejabat AS yang akan berkunjung, serta ketidaksepakatan mengenai agrement untuk calon duta besar AS, Daniel Perez.

Apakah pencabutan visa berarti pengusiran diplomat? Tidak. Duta Besar Brasil tetap berada di AS, hanya saja visanya dicabut. Visa akan dipulihkan jika Brasil memberikan agrement kepada calon duta besar AS yang dipilih.

Kapan agrement harus diberikan? Agrement adalah persetujuan formal Brasil terhadap calon duta besar AS. Saat ini, Brasil belum memberikan persetujuan atas Daniel Perez yang dicalonkan oleh Donald Trump pada 1 Juni 2026.

Bagaimana dampak ketegangan ini terhadap hubungan kedua negara? Ketegangan ini memperburuk hubungan yang sudah memanas akibat pemberlakuan tarif oleh AS dan penetapan kelompok kriminal Brasil sebagai organisasi teroris.

Join the discussion