Megapolitan

“Mau Dikatain Apa, Itu Jadi Motivasi Saya” Tukang Gorengan Nyalon Kades di Bekasi meski Diragukan

codex-eb1c14b02363456b9769d6f714047ab3

Tukang Gorengan Maju Pilkades Bekasi

Lenterafakta.com – Mau Dikatain Apa Itu Jadi motivasi bagi Ayatulloh (41) untuk tetap maju dalam Pemilihan Kepala Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Penjual gorengan tersebut tidak membiarkan keraguan maupun cibiran orang lain mengubah keputusannya untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa.

Keputusan Ayatulloh menarik perhatian karena ia dikenal menjalani pekerjaan sehari-hari sebagai pedagang gorengan. Selain itu, ia menyadari bahwa ada pihak yang meragukan kemampuannya memimpin desa, termasuk karena keterbatasan modal yang dimilikinya. Namun, ia memandang situasi itu sebagai pendorong untuk menunjukkan kesungguhan dan kemampuannya.

“Saya mau dikata apa, tetap enggak ada keraguan. Malah itu menjadi motivasi saya buat semakin semangat mencalonkan diri sebagai kepala desa,” ujar Ayatulloh saat ditemui di kediamannya di Desa Pahlawan Setia, Minggu (27/9/2026).

Cibiran Menjadi Penyemangat

Ayatulloh mengaku mendengar berbagai komentar mengenai pencalonannya. Sebagian orang mempertanyakan kapasitasnya karena latar belakangnya sebagai penjual gorengan. Ada pula yang meragukan kemampuannya menangani persoalan pemerintahan maupun pembangunan desa jika kelak terpilih.

“Katanya, nanti kalau jadi lurah bisa apa? Gimana bisa benahin desa? Ada juga yang bilang, nanti kalau kalah nyalon tidur di kolong jembatan,” kata dia.

Alih-alih mundur, Ayatulloh memilih menjadikan komentar tersebut sebagai bahan bakar semangat. Mau Dikatain Apa Itu Jadi prinsip yang ia pegang untuk terus berjuang dalam Pilkades Pahlawan Setia. Ia ingin menjawab keraguan itu melalui proses pemilihan yang berlangsung dan kerja nyata apabila warga memberikan kepercayaan kepadanya.

“Saya akan buktikan cemoohan-cemoohan itu. Saya enggak jual rumah, tapi saya bisa terpilih,” katanya.

Bagi Ayatulloh, pekerjaan sebagai pedagang tidak menutup kesempatan seseorang untuk mengambil peran dalam kepemimpinan desa. Ia menilai pengalaman hidup, kerja keras, serta hubungan langsung dengan masyarakat dapat membantu calon pemimpin memahami kebutuhan warga sehari-hari.

Pengalaman di Pemerintahan Desa

Sebelum mencalonkan diri, Ayatulloh telah memiliki pengalaman di lingkungan pemerintahan Desa Pahlawan Setia. Pada 2018, ia dipercaya menjalankan tugas sebagai Staf Perencanaan Pembangunan Desa. Pengalaman tersebut membuatnya mengenal persoalan pelayanan publik dan pembangunan yang dihadapi di tingkat desa.

Dari keterlibatannya di bidang perencanaan pembangunan, Ayatulloh mengaku semakin terdorong untuk mengambil peran yang lebih besar. Ia ingin melihat Desa Pahlawan Setia menjadi lebih layak dan lebih baik dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

“Saya punya niat kepengin ada perubahan. Terus yang kedua, orangtua juga ingin desa ini lebih layak, lebih bagus dari pemerintahan yang sebelumnya,” ujarnya.

Pengalaman itu juga menjadi dasar keyakinannya bahwa kepemimpinan desa memerlukan pemahaman terhadap kebutuhan warga, bukan semata-mata penilaian atas pekerjaan seseorang. Mau Dikatain Apa Itu Jadi dorongan bagi Ayatulloh untuk membuktikan bahwa latar belakang sebagai pedagang tidak menghapus pengalaman maupun gagasannya dalam urusan desa.

Transparansi dan Aspirasi Masyarakat

Dalam pencalonannya, Ayatulloh menaruh perhatian pada pemerintahan desa yang transparan. Ia ingin masyarakat mengetahui program yang dijalankan pemerintah desa, termasuk penggunaan anggaran desa. Menurutnya, keterbukaan diperlukan agar warga dapat memahami arah pembangunan dan ikut mengawasi pelaksanaannya.

Transparansi juga berkaitan dengan kepercayaan masyarakat. Ketika informasi program dan anggaran tersedia bagi warga, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk menyampaikan masukan serta mengawasi kebutuhan lingkungan mereka. Bagi Ayatulloh, pemerintahan desa perlu membuka ruang bagi aspirasi warga dalam proses pembangunan.

Aktivitasnya sebagai penjual gorengan membuat Ayatulloh kerap berinteraksi dengan masyarakat. Dari percakapan sehari-hari, ia mendengar keluhan dan harapan warga mengenai pelayanan maupun pembangunan lingkungan. Kedekatan itu ia anggap sebagai pengalaman penting untuk memahami kondisi yang dirasakan masyarakat Desa Pahlawan Setia.

FAQ Pilkades Pahlawan Setia

Apa yang mendorong Ayatulloh maju sebagai calon kepala desa? Ayatulloh ingin mendorong perubahan di Desa Pahlawan Setia. Pengalamannya sebagai Staf Perencanaan Pembangunan Desa pada 2018 turut menguatkan keinginannya untuk terlibat lebih besar dalam pemerintahan desa.

Mengapa pencalonan Ayatulloh menjadi perhatian? Ia dikenal sebagai penjual gorengan dan menghadapi keraguan dari sebagian pihak mengenai kemampuannya memimpin desa. Ayatulloh justru menjadikan cibiran tersebut sebagai motivasi untuk terus maju.

Isu apa yang menjadi perhatian Ayatulloh? Ia menekankan pentingnya transparansi pemerintahan desa, termasuk keterbukaan mengenai program dan penggunaan anggaran, serta ruang yang lebih luas bagi warga untuk menyampaikan aspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *