Regional

Kucing Merah Kembali Terekam Kamera Pengintai di Malinau, Kepala BTNKM Ajak Warga Lestarikan

codex-09593e0f0f0e42ba88181b7db1c361c5

Kucing Merah Kembali Terdeteksi di Hutan Malinau

Lenterafakta.com – Keberadaan kucing merah Kalimantan atau Catopuma badia kembali terekam di kawasan Resor Mentarang Tubu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Rekaman tersebut diperoleh melalui kamera pengintai milik Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), memperkuat catatan penting tentang satwa langka yang hidup sangat tersembunyi di hutan Kalimantan.

Satwa ini muncul dalam dokumentasi kegiatan perlindungan dan pengamanan kawasan yang dilakukan petugas SPTN Wilayah II Long Alango pada 2025. Kamera dipasang di Desa Rian Tubu, di dalam tutupan hutan primer yang rimbun, lalu dibiarkan bekerja selama berbulan-bulan sebelum datanya diambil pada 2026 melalui kegiatan SMART Patrol BTNKM.

Kucing merah dikenal sebagai salah satu mamalia paling sulit dijumpai di Kalimantan. Karena perilakunya yang elusif, setiap foto atau informasi lapangan memiliki arti besar bagi upaya mengenali sebaran satwa tersebut sekaligus menjaga habitatnya.

Kamera Dipasang Sejak September 2025

Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, menjelaskan bahwa perangkat kamera pengintai mulai ditempatkan pada awal September 2025 dan baru diambil kembali pada Agustus 2026. Pemantauan di Resor Mentarang Tubu tersebut menargetkan dua satwa liar, yakni macan dahan dan kucing merah.

“Temuan melalui camera trap serta pengamatan petugas di lapangan, menjadi bagian penting dalam pemantauan keanekaragaman hayati dan upaya konservasi satwa liar di kawasan perbatasan Kalimantan Utara,” ujar Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, melalui pesan tertulis, Jumat (25/9/2026).

Penggunaan kamera pengintai membantu petugas mengamati kehidupan satwa tanpa harus mengganggu pergerakan alaminya. Di kawasan berhutan lebat, metode ini memungkinkan dokumentasi dilakukan pada lokasi yang sulit dijangkau dan pada waktu ketika manusia tidak berada di lapangan.

Rekaman visual dari Mentarang Tubu juga menjadi bagian dari pemantauan keanekaragaman hayati di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Data seperti ini dapat membantu pengelola kawasan memahami keberadaan satwa liar yang jarang terlihat secara langsung.

Catatan Kemunculan di Sejumlah Wilayah Malinau

Informasi terkait kucing merah sebelumnya juga telah muncul dari beberapa wilayah di Kabupaten Malinau. Pada 2023, keberadaan satwa ini tercatat dari kawasan Bahau dan Mentarang. Pada tahun yang sama, petugas TNKM menemukan serta mendokumentasikan kucing merah di wilayah Krayan.

Rangkaian temuan itu menunjukkan pentingnya dokumentasi yang berkelanjutan. Bagi pengelola taman nasional, foto kamera pengintai, pengamatan langsung, maupun keterangan dari warga dapat menjadi bahan untuk mendukung pemantauan dan pengelolaan konservasi.

“Bagi pengelola kawasan, setiap dokumentasi dan informasi mengenai keberadaan satwa menjadi data penting untuk mendukung kegiatan pemantauan dan pengelolaan konservasi,” kata dia.

Keberadaan kucing merah tidak hanya berkaitan dengan satu individu satwa yang tertangkap kamera. Temuan tersebut juga mengingatkan bahwa hutan primer yang tetap terjaga menyediakan ruang hidup bagi berbagai spesies liar, termasuk satwa yang sangat jarang muncul di hadapan manusia.

Peran Warga di Sekitar Kawasan Konservasi

Informasi mengenai kucing merah tidak selalu berasal dari alat pemantau. Warga dan petugas yang beraktivitas di sekitar kawasan dapat menjadi pihak pertama yang melihat satwa tersebut. Salah satu pengalaman datang dari Ferli, staf Resor Krayan, yang pernah menjumpai kucing merah saat beristirahat di kebunnya.

Kebun milik Ferli berada sekitar dua kilometer dari kawasan TNKM. Ketika pertama kali melihat satwa itu, ia belum mengetahui jenisnya. Setelah mencari keterangan lebih lanjut, satwa yang dijumpainya kemudian diketahui sebagai kucing merah.

“Setelah mencari informasi, satwa tersebut diketahui sebagai kucing merah. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan masyarakat dan petugas di lapangan, dalam memberikan informasi mengenai keberadaan satwa liar di sekitar kawasan konservasi,” tutur Seno.

Pengalaman seperti itu memperlihatkan nilai keterlibatan masyarakat dalam perlindungan satwa liar. Warga yang tinggal atau bekerja di sekitar hutan sering memiliki pengetahuan langsung tentang perubahan lingkungan dan kemunculan hewan di wilayah mereka. Informasi yang disampaikan kepada petugas dapat melengkapi hasil pemantauan resmi di lapangan.

Pelestarian kucing merah bergantung pada perlindungan habitat serta dukungan banyak pihak. Menjaga kawasan berhutan, tidak mengganggu satwa yang ditemukan, dan menyampaikan informasi kemunculan hewan liar kepada petugas merupakan langkah yang dapat membantu pemantauan berlangsung lebih baik.

Bagi TNKM, setiap temuan menjadi lebih dari sekadar tambahan daftar keanekaragaman hayati. Rekaman itu menjadi pengingat bahwa masa depan satwa langka sangat terkait dengan kondisi habitatnya dan kepedulian masyarakat yang hidup di sekitarnya.

“Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, seluruh pihak yang ada, untuk dapat membantu kami di dalam melestarikan kucing merah yang sudah sangat langka ini,” kata Seno.

Frequently Asked Questions

What is Kucing Merah Kembali Terekam Kamera Pengintai?

Kucing Merah Kembali Terekam Kamera Pengintai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kucing Merah Kembali Terekam Kamera Pengintai matter?

Kucing Merah Kembali Terekam Kamera Pengintai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *