Komunikasi Ibu dan Anak yang Terputus di Madiun Berujung Pengungkapan Kasus Pembunuhan
Lenterafakta.com – Keluarga di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih diliputi duka setelah DH (30) dan anaknya, AG (4), ditemukan meninggal dunia dalam perkara pembunuhan yang juga disertai dugaan upaya mutilasi di Madiun, Jawa Timur. Sebelum kabar tragis itu terungkap, DH sempat menghubungi keluarganya dan menceritakan adanya pertengkaran dengan suami sirinya, DBM.
Percakapan tersebut menjadi salah satu kontak terakhir korban dengan keluarganya. Setelah itu, keluarga tidak lagi dapat menjalin komunikasi dengan DH maupun AG hingga muncul informasi mengenai tindak pidana di wilayah Madiun.
“Setelah itu sudah tidak ada komunikasi kembali sampai ada berita adanya tindak pidana pembunuhan sadis di wilayah Madiun, Jawa Timur,” ujar perwakilan keluarga korban.
Berangkat untuk Merayakan Ulang Tahun Anak
DH dan AG sebelumnya berpamitan akan pergi ke Madiun bersama DBM. Perjalanan itu disebutkan berkaitan dengan rencana merayakan ulang tahun AG. Pada masa awal mereka berada di kota tersebut, keluarga masih dapat menghubungi DH.
Dalam komunikasi itu, DH menyampaikan bahwa ia dan anaknya sedang berada di sebuah hotel. Situasi kemudian disebut berubah ketika DH mengungkapkan adanya cekcok dengan DBM. Tidak lama kemudian, akses komunikasi dengan korban terputus.
Terputusnya kabar dari ibu dan anak itu menjadi bagian penting dari rangkaian peristiwa yang akhirnya mengarah pada pengungkapan kasus. Sebelumnya, keluarga telah melaporkan keduanya hilang sejak September 2026.
Peristiwa Diduga Terjadi di Hotel Kota Madiun
Polda Jawa Timur melakukan penyelidikan atas hilangnya DH dan AG. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Roy HM Sihombing menyatakan polisi telah mengamankan DBM pada Minggu malam, 25 Oktober 2026, terkait dugaan pembunuhan terhadap dua korban tersebut.
“Semalam kami sudah amankan pelaku yang diduga melakukan tindak pidana pembunuhan. Di mana awalnya bahwa pihak korban dilaporkan hilang, yaitu seorang perempuan dan seorang anak,” kata Roy kepada awak media di Surabaya, Senin (26/10/2026).
Hasil penyelidikan sementara kepolisian menempatkan peristiwa itu pada Selasa, 20 Oktober 2026, ketika DH dan AG berada di sebuah hotel di Kota Madiun. Keluarga masih sempat berkomunikasi dengan DH saat ia berada di hotel tersebut.
Namun, komunikasi itu tidak lagi tersambung setelah DBM datang menemui mereka. Polisi menyebut DBM, yang berstatus sebagai suami siri DH, diduga menghilangkan nyawa DH dan AG secara beruntun.
Penanganan perkara ini menyoroti pentingnya laporan orang hilang yang segera ditindaklanjuti, terutama ketika hilangnya seseorang disertai putusnya kontak secara mendadak dan adanya informasi mengenai konflik dalam hubungan pribadi. Bagi keluarga korban, masa ketika tidak ada kabar dari DH dan AG berubah menjadi penantian yang berakhir dengan kehilangan besar.
Duka Keluarga di Megamendung
Di rumah keluarga korban di Megamendung, jajaran kepolisian setempat mendatangi keluarga untuk menyampaikan belasungkawa. Kapolsek Megamendung AKP Desi Triana menyatakan pihaknya sangat menyayangkan tindakan yang diduga dilakukan terhadap DH dan anaknya yang masih berusia balita.
“Kami mendatangi rumah keluarga korban memberikan rasa turut berduka cita sedalam-dalamnya dan sangat menyayangkan akan tindakan keji yang sudah dilakukan pelaku terhadap korban juga anaknya yang masih balita,” kata Desi kepada wartawan, Senin (26/10/2026).
Selain menemui keluarga, Polsek Megamendung menyerahkan bantuan kebutuhan pokok. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk perhatian untuk membantu keluarga yang tengah menghadapi masa duka.
“Semoga bisa mengurangi membantu beban yang ada sedang dirasakan seluruh keluarga besar korban dan juga turut berbelasungkawa atas meninggalnya korban dalam musibah ini,” ujar Desi.
Kasus ini masih berada dalam proses penanganan aparat penegak hukum. Pengamanan terhadap terduga pelaku menjadi langkah awal untuk mendalami rangkaian peristiwa, termasuk keberadaan para korban di Madiun, komunikasi terakhir dengan keluarga, serta dugaan tindak kekerasan yang menyebabkan DH dan AG meninggal dunia.
Bagi keluarga di Bogor, kabar tersebut bukan sekadar akhir dari pencarian terhadap dua orang yang sempat hilang. Kehilangan seorang ibu dan anak sekaligus meninggalkan duka mendalam, sementara proses hukum diharapkan dapat mengungkap seluruh fakta dalam perkara ini secara terang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Komunikasi Terakhir Ibu dan Anak Korban?
Komunikasi Terakhir Ibu dan Anak Korban is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Komunikasi Terakhir Ibu dan Anak Korban matter?
Komunikasi Terakhir Ibu dan Anak Korban matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

