Alexia Putellas Raih Ballon d’Or Feminin Ketiga pada 2026
Lenterafakta.com – Alexia Putellas kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu figur terbesar sepak bola putri dunia setelah memenangkan Ballon d’Or Feminin 2026. Gelandang asal Spanyol itu menerima penghargaan prestisius tersebut dalam malam penganugerahan yang berlangsung di London Palladium, Inggris, pada Senin, 26 Oktober 2026, atau Selasa dini hari waktu Indonesia.
Penghargaan ini menjadi Ballon d’Or ketiga dalam perjalanan karier Putellas. Sebelumnya, pemain berusia 32 tahun itu telah membawa pulang trofi bola emas pada 2021 dan 2022. Dengan kemenangan terbaru ini, ia menyamai pencapaian Aitana Bonmati sebagai pemain yang telah tiga kali meraih Ballon d’Or Feminin.
Persaingan Ketat di Daftar Kandidat
Putellas memenangkan persaingan di tengah deretan kandidat berkelas dari berbagai liga dan negara. Temwa Chawinga dari Malawi yang bermain untuk Kansas City, Melchie Dumornay dari Haiti bersama Lyon, serta Caroline Graham Hansen dari Norwegia yang membela Barcelona termasuk dalam pesaing utama.
Daftar 10 besar juga diisi Pernille Harder dari Denmark dan Bayern Muenchen, Patri Guijarro dari Spanyol serta Barcelona, Ewa Pajor dari Polandia yang memperkuat Barcelona, Claudia Pina dari Spanyol dan Barcelona, Alexia Russo dari Inggris bersama Arsenal, serta Kadija Shaw dari Jamaika yang bermain untuk Manchester City.
Keberadaan banyak nama dari Barcelona dalam daftar tersebut menunjukkan kuatnya pengaruh klub Catalan itu di sepak bola putri Eropa. Putellas sendiri pernah menjadi bagian penting dari periode sukses Barcelona sebelum melanjutkan kariernya bersama London City Lionesses.
“Terima kasih banyak. Senang sekali bisa berada di sini lagi. Terima kasih France Football,” ucap Alexia Putellas.
France Football merupakan media asal Perancis yang menjadi penggagas penghargaan Ballon d’Or. Bagi Putellas, kembali berdiri di panggung penghargaan itu menjadi momen emosional setelah perjalanan panjangnya bersama klub dan tim nasional.
Menyamai Rekor Aitana Bonmati
Trofi 2026 menempatkan Putellas sejajar dengan Aitana Bonmati dalam daftar pemenang terbanyak Ballon d’Or Feminin. Catatan tiga penghargaan tersebut memperlihatkan konsistensi Putellas pada level tertinggi, sekaligus menggambarkan besarnya kontribusi pemain Spanyol dalam perkembangan sepak bola putri modern.
“Terima kasih kepada mereka yang menganggap saya pantas mendapatkan penghargaan ini. Saya tidak tahu harus berkata apa, terlalu banyak hal! Selamat untuk semua nomine, selamat untuk semua pemenang,” tutur Putellas.
Dalam pidatonya, Putellas tidak hanya menyoroti penghargaan pribadi. Ia juga memberi perhatian kepada para pemain lain yang masuk nominasi dan kepada kolektif tim yang membantunya melewati musim penuh tuntutan. Ballon d’Or memang diberikan kepada individu, tetapi pencapaian seperti ini tidak lepas dari peran rekan setim, staf pelatih, dan lingkungan klub.
Musim Penuh Gelar Bersama Barcelona
Sebelum pindah ke London City Lionesses, Putellas menutup masa bermainnya bersama Barcelona dengan rangkaian prestasi penting. Ia ikut membawa Barcelona menjadi juara Liga Champions putri musim 2025-2026, sebuah pencapaian yang memiliki bobot besar dalam penilaian sepak bola Eropa.
Kesuksesan Barcelona pada musim tersebut tidak berhenti di level kontinental. Tim juga meraih gelar Liga Spanyol, Copa de la Reina, dan Supercopa de Espana. Empat trofi itu menjadi gambaran musim yang sangat produktif bagi klub, dengan Putellas tampil sebagai salah satu pemimpin di dalam skuad.
“Saya ingin memulai dengan mengucapkan terima kasih kepada rekan satu tim,” ucap Alexia Putellas.
“Saya pikir siapa pun di sini bisa saja memenangkan trofi ini dan memberikan pidatonya di sini sekarang. Senang sekali bisa bermain bersama Anda semua. Pengalaman yang luar biasa sebagai sebuah tim, kami mengatasi beberapa kesulitan, beberapa cedera, beberapa momen yang tidak kami duga sebagai sebuah tim dan merupakan kebanggaan besar bagi saya sebagai kapten,” tuturnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Putellas memandang musim gemilang tersebut sebagai hasil kerja bersama. Dalam sepak bola, gelar besar sering kali dibangun melalui kemampuan tim menghadapi cedera, perubahan situasi, dan tekanan sepanjang kompetisi. Sebagai kapten, ia menempatkan pengalaman kolektif itu sebagai bagian penting dari makna penghargaan yang diterimanya.
Makna Kemenangan bagi Sepak Bola Putri
Kemenangan ketiga Putellas memperpanjang jejaknya dalam sejarah Ballon d’Or Feminin. Ia kini berada dalam kelompok pemain dengan pencapaian individu tertinggi di ajang tersebut. Bagi penggemar sepak bola putri, penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa era kompetisi saat ini diwarnai banyak talenta elite dari Spanyol, Inggris, Prancis, Jerman, Norwegia, Polandia, Jamaika, Haiti, Malawi, dan negara lainnya.
Perpindahan Putellas ke London City Lionesses membuka babak baru dalam kariernya, sedangkan keberhasilannya bersama Barcelona tetap menjadi fondasi kuat bagi penghargaan 2026. Setelah tiga kali mengangkat Ballon d’Or Feminin, Alexia Putellas kembali membuktikan bahwa namanya tetap menjadi salah satu tolok ukur dalam sepak bola putri dunia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Ballon d Or 2026?
Ballon d Or 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Ballon d Or 2026 matter?
Ballon d Or 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

