Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Edu

Key Discussion: LPDP Ingatkan Pendaftar Beasiswa untuk Tak Palsukan Nilai dan Sertifikat Bahasa Inggris

Jennifer Thomas - lenterafakta.com 3 mins read

Key Discussion: LPDP Ingatkan Pendaftar Beasiswa untuk Tidak Palsukan Nilai dan Sertifikat Key Discussion menjadi topik utama dalam webinar sosialisasi

Key Discussion: LPDP Ingatkan Pendaftar Beasiswa untuk Tak Palsukan Nilai dan Sertifikat Bahasa Inggris

Key Discussion: LPDP Ingatkan Pendaftar Beasiswa untuk Tidak Palsukan Nilai dan Sertifikat

Key Discussion menjadi topik utama dalam webinar sosialisasi beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026. Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi Beasiswa LPDP, Andar Ramona, mengingatkan calon penerima beasiswa agar tidak mengajukan sertifikat bahasa Inggris palsu atau mengubah skor tes secara tidak sahih. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas seleksi dan memastikan pemenuhan standar kejujuran dalam proses penerimaan.

Kemungkinan Pelanggaran dalam Seleksi Sebelumnya

Dalam beberapa tahap seleksi sebelumnya, ditemukan banyak pendaftar yang menggunakan sertifikat bahasa Inggris yang tidak sesuai dengan kenyataan. Andar Ramona menegaskan bahwa sertifikat palsu atau skor yang di-top-up bisa menyebabkan ketidaksesuaian dengan database resmi. “Key Discussion mengenai integritas menjadi penting karena kejujuran dalam pendaftaran menentukan kelayakan calon penerima beasiswa,” ujarnya.

“Sertifikat bahasa Inggris yang tidak benar bisa mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap program beasiswa LPDP. Kami menekankan bahwa putra-putri Indonesia harus menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran sebagai bagian dari Key Discussion ini,” tegas Andar Ramona.

Tindakan Tegas terhadap Pelanggaran

LPDP menegaskan komitmen untuk menindak tegas setiap pelanggaran prinsip kejujuran. “Calon penerima beasiswa yang terbukti tidak jujur akan langsung digugurkan dan dilarang mengikuti proses pendaftaran di masa depan,” lanjut Andar Ramona. Tindakan ini bertujuan memperkuat sistem seleksi dan mencegah penipuan yang bisa merugikan calon peserta serta institusi pendidikan.

Penambahan Opsi Tes Bahasa Inggris

Untuk menyelesaikan masalah akses sertifikat, LPDP mengenalkan opsi tes bahasa Inggris lokal. “Key Discussion menyebutkan bahwa penambahan pusat tes ini memudahkan pendaftar di daerah terpencil,” jelas Andar Ramona. Dengan adanya 35 perguruan tinggi yang menyelenggarakan uji kemampuan bahasa Inggris, peserta bisa menghindari biaya tinggi dan kesulitan mengakses tes internasional seperti TOEFL atau IELTS.

Perguruan Tinggi yang Berpartisipasi dalam Opsi Baru

  1. Universitas Sumatera Utara (USU): English Competency Test (ECT)
  2. Universitas Andalas (Unand): TOEFL Prediction Test of Andalas University
  3. Universitas Negeri Padang (UNP): TAEP (Test of Academic English Proficiency)
  4. Universitas Syiah Kuala (USK): TOEFL-Prediction Test
  5. Universitas Sriwijaya (Unsri): Universitas Sriwijaya English Proficiency Test (USEPT)
  6. Universitas Riau: English Proficiency Test – TOEFL Prediction
  7. Universitas Lampung: English Proficiency Test (EPT)
  8. Universitas Indonesia (UI): UI’s English Proficiency Test (EPT)
  9. Institut Teknologi Bandung (ITB): ELPT-ITB (English Language Proficiency Test – Institut Teknologi Bandung)
  10. Institut Pertanian Bogor (IPB University): English Proficiency Test (EPT)
  11. Universitas Gadjah Mada (UGM): Academic English Proficiency Test (AcEPT) UGM
  12. Universitas Padjadjaran (Unpad): English Language Test (ELT)
  13. Universitas Diponegoro (Undip): SEU EPT Online
  14. Universitas Airlangga (Unair): UNAIR’s ELPT (English Language Proficiency Test)
  15. Universitas Sebelas Maret (UNS): English for Academic Purposes (EAP)
  16. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI): Proficiency Test of English to Speakers of Other Languages (PTESOL)
  17. Universitas Negeri Malang (UM): English Proficiency Test (EPT) UM
  18. Universitas Negeri Jakarta (UNJ): Test of English Proficiency UNJ (TEP UNJ)
  19. Universitas Negeri Semarang (Unnes): Test of Proficiency in English Language (ToPEL)
  20. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY): Proficiency Test of English as A Foreign Language (ProTEFL)
  21. Universitas Negeri Surabaya (Unesa): Test of English Proficiency (TEP)
  22. Universitas Bina Nusantara: English Proficiency Test (EPT)
  23. Universitas Telkom: English Proficiency Test (Eprt)
  24. Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED): STEP (Soedirman Test of English Proficiency)
  25. Universitas Jember (UNEJ): English Proficiency Test (EPT)
  26. Universitas Trunojoyo Madura (UTM): TEAP (Test of English for Academic Purposes)
  27. Universitas Tanjungpura: Test of English Proficiency (TOEP)
  28. Universitas Mulawarman: MU-EPT (Mulawarman University English Proficiency Test)
  29. Universitas Lambung Mangkurat (ULM/UNLAM): English Proficiency Test (EPT) ULM
  30. Universitas Udayana (UNUD): Udayana Academic English Proficiency Test (UAEPT)

Andar Ramona juga menyoroti bahwa saat ini belum ada perguruan tinggi mitra di Maluku dan Papua. “Key Discussion ini menunjukkan komitmen LPDP untuk meningkatkan kesetaraan akses ke pendidikan tinggi, termasuk memperluas opsi tes ke daerah-daerah yang kurang dilayani,” imbuhnya. Ia berharap pengembangan ini bisa diperluas ke lebih banyak wilayah Indonesia dalam waktu dekat.

Join the discussion