Topics Covered: 35 Perguruan Tinggi Penyelenggara Tes Bahasa Inggris untuk Daftar Beasiswa LPDP 2026 Tahap 2
35 Perguruan Tinggi Penyelenggara Tes Bahasa Inggris untuk Beasiswa LPDP 2026 Tahap 2: Materi yang Dibahas Topics Covered adalah poin utama dalam kebijakan
35 Perguruan Tinggi Penyelenggara Tes Bahasa Inggris untuk Beasiswa LPDP 2026 Tahap 2: Materi yang Dibahas
Topics Covered adalah poin utama dalam kebijakan baru yang diterapkan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk tahap pendaftaran beasiswa tahun 2026. Kebijakan ini memungkinkan calon penerima beasiswa menggunakan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dari 35 perguruan tinggi nasional sebagai syarat utama. Perubahan ini bertujuan mengurangi hambatan logistik dan finansial, serta membuka akses lebih luas bagi peserta yang ingin mengikuti program beasiswa LPDP.
“Kami telah menyeleksi perguruan tinggi mitra berdasarkan kriteria ketat, termasuk akreditasi dan standar ujian yang valid. Tes bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh lembaga ini memberikan hasil yang diakui secara nasional,” kata Dwi Larso, Direktur Beasiswa LPDP, dalam pernyataannya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026).
Kebijakan ini berlaku selama periode pendaftaran tahap 2, yang dimulai 30 Juni hingga 31 Juli 2026. Dengan adanya tes bahasa Inggris yang diselenggarakan di perguruan tinggi mitra, peserta dapat menghemat biaya pengambilan sertifikat sebesar ratusan juta rupiah. Selain itu, lokasi tes yang lebih dekat dengan kampus juga memudahkan akses, terutama bagi mahasiswa yang tinggal di daerah.
Kebijakan dan Manfaat Perubahan
LPDP melakukan perubahan signifikan dalam persyaratan pendaftaran untuk meningkatkan transparansi dan kemudahan bagi calon penerima beasiswa. Tes bahasa Inggris yang diselenggarakan di 35 perguruan tinggi ini menggantikan sertifikat internasional seperti TOEFL atau IELTS, tetapi tetap memenuhi standar yang diakui. Keputusan ini bertujuan untuk memperluas peluang bagi peserta yang ingin mengikuti studi di luar negeri, tanpa harus menghadapi biaya tinggi atau kesulitan dalam mengakses ujian global.
Dwi Larso menambahkan bahwa kebijakan ini memberikan ruang bagi peserta yang memiliki kebutuhan khusus, seperti biaya hidup rendah atau kesulitan mengikuti ujian di luar negeri. “Mereka bisa memilih perguruan tinggi lokal yang memiliki fasilitas dan biaya lebih terjangkau, tanpa mengurangi kualitas hasil tes,” jelasnya. Penyesuaian ini juga mempercepat proses pendaftaran, karena sertifikat bisa langsung diperoleh di lingkungan kampus.
Persyaratan dan Pendaftaran Beasiswa
Untuk memenuhi syarat, peserta harus mengikuti tes bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi mitra dan memperoleh skor minimal yang ditentukan. Penghapusan wajib sertifikat bahasa Inggris untuk pendaftar yang sudah memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional juga menjadi perubahan penting. Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi mereka yang sudah terdaftar di universitas luar negeri, tetapi masih perlu memenuhi persyaratan bahasa Inggris.
Persyaratan utama untuk pendaftaran tahap 2 meliputi: hasil tes bahasa Inggris yang valid, surat penerimaan dari institusi pendidikan, dan dokumen pendukung lainnya seperti surat rekomendasi atau transkrip akademik. Dwi Larso menegaskan bahwa skor dari tes yang diselenggarakan oleh 35 perguruan tinggi ini sama validnya dengan sertifikat internasional. “Kami memastikan bahwa setiap ujian memiliki standar kualitas yang konsisten, sehingga peserta bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka,” lanjutnya.
Penyesuaian ini juga mencakup pengoptimalan proses pengajuan aplikasi. Peserta bisa langsung mengambil sertifikat dari perguruan tinggi mitra tanpa perlu melalui prosedur tambahan. LPDP mengharapkan kebijakan ini akan meningkatkan partisipasi peserta, terutama dari daerah-daerah yang sebelumnya kesulitan mengakses ujian internasional. Dengan memperkenalkan 35 perguruan tinggi sebagai penyelenggara, LPDP memberikan pilihan lebih luas dan fleksibel kepada calon penerima beasiswa.
