Luka Cumic Bawa PSM Makassar Selamat dari Kekalahan, Duel Lawan Arema Berakhir 3-3
Lenterafakta.com – PSM Makassar terhindar dari kekalahan saat menghadapi Arema FC setelah Luka Cumic mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+6. Pertandingan pekan kedua Indonesia Super League 2026-2027 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/9/2026), berakhir dengan skor 3-3.
Laga tersebut menghadirkan enam gol dan perubahan momentum yang berlangsung hingga detik-detik terakhir. Arema FC sempat memegang kendali dengan keunggulan dua gol pada babak pertama, lalu kembali menjauh pada paruh kedua. Namun, PSM menunjukkan daya juang untuk mengejar ketertinggalan melalui gol Stefan Jevtoski dan dua lesakan Cumic.
PSM Mengawali Laga dengan Tekanan
Sejak menit awal, PSM berusaha membangun permainan melalui sektor tengah. Stefan Jevtoski dan Ananda Raehan menjadi tumpuan dalam mengalirkan bola serta menjaga penguasaan permainan.
Kesempatan awal bagi tuan rumah hadir pada menit ke-18. Jevtoski melepaskan eksekusi tendangan bebas, tetapi Adi Satryo masih mampu mengamankan gawang Arema FC. Setelah peluang itu, PSM terus mencoba menekan pertahanan tim tamu.
Arema FC memilih menunggu momen untuk melancarkan serangan balik. Pendekatan tersebut membuahkan hasil ketika Gabriel Silva membuka keunggulan pada menit ke-29. Pemain sayap asal Brasil itu membawa Arema memimpin di tengah usaha PSM untuk menguasai pertandingan.
Gol tersebut membuat PSM meningkatkan intensitas serangan. Jevtoski kembali mengambil peran besar sebagai pengatur ritme permainan, tetapi Arema justru memperlebar jarak enam menit kemudian.
Arema Unggul Dua Gol, Jevtoski Menipiskan Jarak
Arema FC memperoleh penalti pada menit ke-35 setelah Achmad Maulana Syarif dilanggar di area terlarang PSM. Gustavo Franca yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Tertinggal dua gol tidak membuat PSM mengendur. Menjelang jeda, Rizky Eka masuk ke kotak penalti dan dijatuhkan oleh pemain belakang Arema. Wasit kemudian menunjuk titik putih untuk PSM.
Jevtoski sukses memanfaatkan kesempatan tersebut pada menit ke-45+1. Gol dari penalti itu membuat PSM memperkecil selisih menjadi 1-2 dan menjaga peluang tuan rumah untuk bangkit selepas turun minum.
PSM sebenarnya sempat memasukkan bola ke gawang Arema melalui Fahrul Aditia. Ia menyambar bola muntah setelah sepakan Kodai Tanaka, tetapi gol itu tidak disahkan wasit. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan tipis Arema FC.
Careca Kembali Menjauhkan Arema
Memasuki babak kedua, PSM kembali mengambil inisiatif. Serangan dari sisi sayap menjadi salah satu pilihan untuk mencari gol penyama kedudukan, sementara Arema berusaha mempertahankan keunggulan dan memanfaatkan ruang yang tersedia.
Ketika PSM sedang berupaya mengejar skor, Arema FC kembali menemukan gol. Careca mencetak gol spektakuler pada menit ke-60, membuat tim tamu kembali unggul dua gol dengan skor 3-1.
Situasi tersebut menuntut PSM untuk merespons cepat. Gol Careca tampak memberi Arema posisi yang kuat, tetapi pertandingan masih menyisakan waktu yang cukup bagi Juku Eja untuk membalikkan tekanan.
Dua Gol Cumic Menentukan Hasil Akhir
PSM mulai menghidupkan kembali harapan pada menit ke-66. Luka Cumic berhasil mencetak gol yang memangkas ketertinggalan menjadi 2-3. Gol itu mengubah suasana pertandingan dan memberi dorongan bagi tuan rumah untuk terus menyerang.
Setelah skor menjadi lebih dekat, PSM berusaha mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Arema FC harus menghadapi tekanan hingga akhir laga, sementara PSM mempertahankan keyakinan bahwa satu peluang lagi dapat mengubah hasil pertandingan.
Gol yang dinantikan akhirnya datang jauh pada masa tambahan waktu. Cumic kembali menjadi pembeda dengan mencetak gol pada menit ke-90+6. Lesakan penyerang asal Serbia itu memastikan skor berubah menjadi 3-3 sekaligus menyelamatkan PSM dari kekalahan di kandang.
Hasil imbang ini mencerminkan pertandingan yang berjalan terbuka dan penuh respons dari kedua tim. Arema FC mampu beberapa kali membangun keunggulan, sedangkan PSM menunjukkan ketahanan mental untuk terus mengejar hingga peluit akhir berbunyi.
Bagi PSM, dua gol Cumic menjadi catatan penting dari laga ini. Penyerang Serbia tersebut hadir pada momen krusial, terutama melalui gol terakhirnya yang mengamankan satu poin. Jevtoski juga memberi kontribusi melalui tendangan penalti pada babak pertama, ketika PSM membutuhkan gol untuk kembali masuk ke dalam pertandingan.
Arema FC di sisi lain harus puas membawa pulang satu poin meski sempat unggul 2-0 dan kemudian 3-1. Gabriel Silva, Gustavo Franca, dan Careca bergantian mencatatkan nama di papan skor, tetapi keunggulan itu belum cukup untuk menghasilkan kemenangan.
Pertandingan di Parepare ini memperlihatkan bahwa duel kedua tim berlangsung tanpa ruang untuk lengah. PSM mampu memanfaatkan momentum akhir laga, sementara Arema kehilangan kesempatan untuk mempertahankan keunggulan yang telah dibangun. Skor 3-3 pun menjadi penutup laga dengan Cumic sebagai figur utama dalam kebangkitan Juku Eja.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Hasil PSM Vs Arema FC 3 3?
Hasil PSM Vs Arema FC 3 3 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Hasil PSM Vs Arema FC 3 3 matter?
Hasil PSM Vs Arema FC 3 3 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

